16 Feb 2012

Menjadi Manusia Spiritual yg Individualistik

by Leonardo Rimba on Wednesday, February 15, 2012 at 12:12pm ·

Musik meditasi saya saat ini, sebuah lagu Kristen tradisional, berjudul "All to Jesus I Surrender All", yg saya tahu berisikan energi yg kuat sekali kalau anda pakai untuk meditasi di cakra mata ketiga. Jesus wants to empower you to become yourself. Oh (menjadi diri sendiri saja)



Harus saya akui, bahwa lagu-lagu rohani terindah di satu dunia berasal dari khazanah Kristen. Dan saya tidak ragu menggunakannya untuk musik meditasi, tanpa perlu merasa harus terjerambab ke dalam belief system. Yesus saya beda. Tidak seperti yg dikhotbahkan agama. Dan itu boleh saja. Yesus cuma simbol, bisa jadi seperti apapun yg kita konsepkan di dalam kepala kita sendiri. Yesus saya tidak pakai salib. Sangat modern dan metroseksual. Oh (anjrittt)



Saya tulis minggu lalu, bahwa spiritualitas satu dunia bisa begini maju karena orang-orang Kristen di negara-negara maju mulai melirik praktek-praktek Hindu-Buddha. Bukan orang-orang Hindu-Buddha yg menjadi Kristen, tetapi sebaliknya. Kalau Hindu-Buddha menjadi Kristen, maka mereka menjadi Kristen yg tradisional, mengikuti cetakan dunia Barat. Tetapi kalau orang-orang Kristen menjadi Hindu-Buddha, maka mereka menciptakan sesuatu yg baru. Sekarang dikenal sebagai New Age.



New Age atau aliran kebangkitan spiritual satu dunia digerakkan oleh orang-orang Kristen yg mengambil alih praktek-praktek Hindu-Buddha. Memunculkan banyak pengertian-pengertian baru. Menyalakan api kehausan spiritualitas sejati di seluruh dunia. Oh (sejati)



Kita di Indonesia banyak yg langsung ikut praktek Hindu-Buddha tanpa lewat belief system Kristen, makanya terkadang terasa kurang kuat tendangannya. Untuk bisa menendang, maka anda harus memperoleh exposure dari belief system Kristen tradisional, seperti musik yg saya posting ini. Itulah Kristen tradisional. Kalau kita sudah tahu itu, kalau sudah ada di dalam kita, dan kita kemudian lakoni lawannya, yaitu praktek Hindu-Buddha, maka akan ada yg terasa beda. Seperti ada gosokan energi kiri kanan. Ada sesuatu yg akhirnya mengumpul di tengah. Mengumpul dan menggumpal. Oh (gumpalan)



The gumpalan is energy. Itu yg keluar dari banyak orang-orang Barat ketika mereka meditasi. Dan kita juga bisa seperti itu kalau mau. Tanpa perlu merasa takut. Dan ujung-ujungnya, kita juga akan menjadi seperti orang Barat, walaupun kita bukan bule. Oh (bule item)



Orang Barat is very individualistic. Sangat individualistik. Beda jauh dengan mental orang Timur yg gila berkelompok, dan tidak berani menjadi diri sendiri. Anda lihat sendiri, kita di Komunitas Spiritual Indonesia juga individualistik. Kita enjoy ketika bersama, tetapi kita tetap mempertahankan individualitas masing-masing. Itu dihormati dan diakui. Kita komunitas spiritual yg paling Barat di Indonesia. Oh (kebarat-baratan)



So, dengan kata lain, kita tidak lagi bicara tentang belief system atau sistem kepercayaan, melainkan tentang pengalaman spiritual pribadi. Bagaimana anda menjalani hidup anda, bagaimana anda belajar, bagaimana anda mencintai (ceile). Itu semuanya tentang spiritualitas, tanpa perlu membawa-bawa Tuhan dan agama. Oh (sombong nih ye)



Dan itulah spiritualitas post modern. Paska modern. Sama seperti dipraktekkan di negara-negara Barat. Banyak dari kita sudah mencapai pemahaman seperti mereka yg tinggal di negara-negara Barat. Kita cuma mau menjadi diri kita sendiri saja, dan enjoy. Makanya kita tidak suka saling kasih nasehat bagaimana orang harus hidup. Bagaimana orang mau hidup, is urusan orang itu sendiri. Yg kita bisa lakukan cuma berbagi pengalaman spiritual pribadi. Sharing, berbagi, membandingkan. And the rest is urusan masing-masing.



Oh (menjadi manusia spiritual yg individualistik)



Osho dan Krishnamurti, yg begitu dipuja-puja oleh banyak praktisi spiritual di Indonesia adalah orang individualistik yg sempurna. They are very individualistic. Oh (seperti saya)



Individualistik bukan berarti egois. Individualistik artinya memiliki karakter. Memiliki kepribadian. Orang spiritual tradisional di Indonesia berusaha untuk memberantas kepribadian, dengan alasan itu "ego". Saya bilang itu terbalik, ego adalah orang-orang yg suka menekan orang lain untuk menjadi seragam. Ditekan tanpa ganti rugi. Tanpa memperoleh imbalan apa pun. Dan itu sama sekali tidak masuk akal. Kalau dibayar, at least 10 M, maka saya akan mau saja menjadi seragam dengan yg lain. Kalau tidak dibayar, oh (nehi.. nehi..)



So, ini tentang terbukanya pengertian, bahwa menjadi spiritual atau rohaniah artinya menjadi manusia yg berkarakter, yg individualistik. Dan bukan menjadi manusia kodian yg bisa dijumpai dimana-mana, tanpa memiliki ciri khas. Oh (kodian)



Think about this. Bisa dibawa ke dalam meditasi anda. Saya rasa, cuma saya yg berani bawa topik ini ke permukaan. Daripada kebodohan dipelihara, lebih baik dibongkar sehingga orang bisa mulai melihat dan berubah. Oh (berubah)



Saya pernah tinggal di AS, mereka disana jauh lebih spiritual dibandingkan orang Indonesia. So, Indonesia ini memang terbulak-balik. Salah kaprah yg sudah mendekati delusi. Sampai tidak bisa lagi melihat realita apa adanya saja. Saya harap banyak teman mulai bisa terbuka mata batinnya, dan tidak menipu diri sendiri terus menerus.



Orang Indonesia termasuk yg memiliki spiritualitas rendah. Spiritualitas tinggi adanya di peradaban maju di Barat yg, sampai tahap tertentu, merasa harus mengambil faktor-faktor dari Timur. Itu dimasukkan ke dalam spiritualitas mereka.



Tapi bukan berarti mereka menjadi orang Timur. Tidak begitu. Walaupun orang bule menjadi buddhist atau hindu, mereka tidak bisa menjadi manusia budak. Steve Jobs, pendiri Apple, menjadi buddhist. Tetapi dia tidak bisa menjadi budak seperti kebanyakan penganut buddhisme tradisional. Beda jauh.



Dan itulah yg saya sebut sebagai spiritualitas post modern. Paska modern. Bukan tentang agama, tetapi tentang bagaimana manusia menghayati spiritualitasnya masing-masing, tanpa perlu membangga-banggakan masa lalu (yg juga tidak memiliki sesuatu yg bisa dibanggakan).



Semuanya tentang disini dan saat ini saja. Tentang si manusia itu sendiri, dan bukan tentang guru besar atau nabi. Bukan tentang menghambakan diri dan segala macam omong kosong. Paling jauh ada gerakan untuk membantu pencerdasan manusia-manusia lain. Itu pun dilakukan tanpa gembar-gembor, karena ini bukan agama.



Spiritualitas New Age itu tentang bagaimana menjadi diri sendiri. Bukan tentang mencetak manusia agar menjadi hamba sahaya dari tradisi. Atau dari agama. Dan, banyak dari kita sudah sampai ke level itu, walaupun tanpa memakai istilah New Age. Oh (saya sendiri tidak suka dibilang New Age)



Dengan kata lain, orang Barat bisa mengambil intisari spiritualitas Timur dan tetap menjadi diri sendiri. Kita orang Timur bisa mengambil intisari spiritualitas Barat dan tetap menjadi diri sendiri. Ini semuanya tentang menjadi diri sendiri. Dan bukan menjadi seperti yg diharapkan oleh orang lain.



Cuma tentang menjadi diri sendiri saja. Bukan tentang tekan menekan. Tekan menekan itu isi dari spiritualitas Nusantara tradisional. Tujuannya menciptakan budak. Dan itu bisa dibuang tanpa kita kehilangan sesuatu pun. Untuk menjadi diri sendiri harus ada yg dibuang. Elemen-elemen perbudakan harus dibuang, dan elemen-elemen pembebasan harus dimasukkan.

10 Feb 2012

Tujuh Penyakitt Wanita

Berdasarkan sebuah survey dari sebuah biro independent, beberapa penyakit

yang sering dan biasa dialami oleh wanita:



1. Nangisitis

akibat terlalu sensitif.

Gejalanya bibir cemberut, mata kedip-kedip.

Efek sampingnya mata bengkak, saputangan

banjir, hidung meler, bawaannya ngurung diri atau

terkena penyakit Curhatitis A.Penyakit ini bisa diobati dengan obat Tegaridol,

OBH (Obat Bersih Hati).

2. Curhatitis

Bawaannya pengen nyerocos.

Efek samping rahasia orang bisa bocor, terkena

Nangisitis.Penyakit ini bisa diarahkan positif jika ia

bercuhatitisnya ke orang yang tepat, apalagi

sama Tuhan.

3. Shopping Syndrome

Gejalanya pengen jalan mulu, mata melotot.

Efek sampingnya ngiler, mulut nganga,

dompet jadi tipis. Jika sudah masuk stadium 4

(parah banget) dompet cowoknya ikut tipis.

Coba minum hematcold atau kapsul PD

(Pengendalian Diri).

4. Cerewetisme

Lebih parah dari Curhatitis B, tidak mengandung

titik koma.

Efek samping muncrat, telinga tetangga budek,

dada cowoknya bisa jadi lebih

halus karena sering mengelus.

Lebih baik segera makan pil dengar dan minum

tablet bicara lebih diperlambat.

5. Lamanian Dandanitositis

Pengennya diem depan cermin. tangan kiri gatel-

gatel pengen pegang sisir, tangan kanan kram-

kram pengen teplok-teplok pipi pake bedak.

Efek samping: menor, telat, cowoknya berkarat,

gak kebagian makanan.

Minum segera Sari Bawak (Bagi Waktu) dan

Taperi (tambah percayadiri). Buat cowok minum Toleransikipil 230

sesendok sehari sesudah dan sebelum mandi.

6. Cemburunotomy

Gejala muka lonjong, tangan mengepal, alis

menukik.Coba cegah dengan obat sirup prasangka baik

tiga sendok sehari, Pil pengertian dan tablet selidiki dahulu.

7. Ngambekilatitis

Gejala hampir sama dengan Cemburubotomy.



Minum tablet Sabaron dan Bersyukuritis.



(Hardy Limawan)

SALAH SATU DEFINISI SPIRITUAL ADALAH KEBEBASAN JIWA. MENGIKATKAN JIWA PADA ATURAN ALAM ADALAH KEBEBASAN YANG SESUNGGUHNYA

Berjalan-jalan sore di kawasan kota tua Jakarta Utara, yang kemudian oleh Pemerintah Daerah dijadikan kawasan wisata. Hari minggu atau libur seperti ini, orang-orang menyemut. Sebagian besar para pengunjung adalah abg dan remaja tanggung. Banyak komunitas yang ingin menunjukkan existensi mereka. Beberapa komunitas Punk-ers duduk di pojokan dengan dandanan yang aneh. Beberapa kelompok seniman jalanan pun tidak mau kalah, menunjukkan karya mereka. Mendengarkan sekelompok grup musik jalanan yang membawakan lagu hasil karya mereka sendiri. Terdengar aneh di telinga namun indah, syairnya meneriakkan keresahan mereka sebagai “wong cilik”. Kepada pemerintah bahkan kepada Tuhan yang mereka yakini.



Aku berhenti dan memperhatikan seorang seniman lukis sedang menuangkan karyanya di atas sebuah kertas karton berukuran poster. Sejenak aku terpaku takjub. Terlihat gambar dua orang yang sedang berteriak. Walaupun hanya berwarna hitam putih, tetapi gambar tersebut begitu indah dan hidup. Padahal jelas ku lihat, sang seniman hanya menggunakan beberapa batang pensil dengan ketebalan yang berbeda. Dia tidak lagi menggambar dengan fikirannya. Tetapi dengan seluruh jiwanya. Bias energi jiwanya sangat terasa pada gambar yang begitu indah dan begitu hidup itu. Aku teringat belasan tahun yang lalu ketika kelompok musik Guns ‘n Roses lagi berada di atas daun. Dalam satu majalah aku pernah membaca bahwa gitaris hebatnya Slash selalu mabok minuman dulu sebelum manggung. Ketika di wawancarai apa alasannya, dia mejawab, “minuman mematikan fikiran ku, dengan begitu aku bisa bermain dengan segenap jiwa ku”.



Aku juga teringat film “hachiko” (seekor anjing yang sangat setia pada tuannya yang seorang professor seni musik). Sang profesor pernah berkata pada mahasiswanya, bahwa ketika mendengarkan karya musik dari media rekam, kita hanya bisa menikmati komposisi musik yang terdengar. Tetapi kita sama sekali tidak pernah bisa merasakan gejolak jiwa sang seniman ketika mereka memainkan musik atau menyanyikan lagu.



Aku melanjutkan melangkah dan berhenti di salah satu stand seniman tatto. Ada banyak stand para seniman rajjah tubuh di sini. Memperhatikan seorang perajah sedang menggambar di perut seorang remaja punk, dengan jarum dan kapas. Gambar kepala harimau yang sedang memamerkan giginya. Begitu hidup dan indah. Yang menggambar bukan lagi fikiran fisiknya. Tetapi jiwanya. Jiwanya lah yang membentuk gambar itu menjadi hidup dan indah.



Di sebelah utara, ada komunitas motor gede yang juga ingin exis. Umumnya mereka adalah para punkers yang lebih dewasa dan berduit. Komunitas mereka sering melakukan kegiatan-kegiatan sosial seperti memberi makan para gembel jalanan dan pengemis dan lainnya. Bahkan ada beberapa dari mereka yang mau menyisihkan uangnya untuk membangun rumah singgah para anak-anak gembel jalanan untuk dididik dan diarahkan.



Kebanyakan para seniman jalanan dan para punkers adalah orang-orang yang mempunyai jiwa yang bebas, tidak terikat pada isme apapun. Ketidak terikatan jiwa mereka pada apapun, yang membuat mereka bebas perexpresi melakukan hal-hal positif yang justru kadang tidak disangka oleh banyak orang. Membebaskan jiwa bukan berarti bebas melakukan apa saja tanpa kontrol diri. Membebaskan jiwa berarti membiarkan jiwa berguru pada alam dan alam sendiri yang akan mengajarkan mana yang baik dan mana yang buruk buat mereka dan lingkungan mereka, dan alam juga yang akan mengajarkan mereka kontrol diri yang sebenarnya. Orang-orang seperti mereka justru lebih bermoral tanpa pamrih dibandingkan orang-orang yang mengikatkan jiwa mereka pada aturan baku seperti agama dan hukum negara. Bahkan orang-orang seperti mereka mempunyai toleransi dan fleksibilitas yang tinggi terhadap orang lain dan lingkungannya.



Orang-orang yang mengikatkan jiwa pada aturan baku malah terlihat kaku dan kurang peka pada gejolak sosial. Lihat para agamawan yang teriak-teriak di jalanan, di berbagai media dengan mendiskreditkan agama lainnya atau memaksakan kebenaran yang hanya dari persepsi mereka saja bahkan bila perlu dengan kekerasan yang menabrak moralitas kemanusiaan. Petantang-petenteng merasa diri paling benar hingga bahkan berani melawan hukum negara dimana mereka tinggal. Lihat para pejabat terhormat dan korup yang mengikatkan jiwanya pada aturan-aturan baku hukum negara, hingga sanggup dan berani memelintir aturan itu sendiri untuk kepentingan diri dan kelompoknya saja. Yang selalu membuat kebijakan yang tidak memihak rakyat kebanyakan.



Bagi ku pribadi, salah satu definisi spiritual adalah kebebasan jiwa. Maka berarti para seniman jalanan dan para punkers adalah para spiritualis sejati yang sesungguhnya. Mereka bebas mengexpresikan gejolak jiwa mereka dengan cara apa saja yang tentu saja dengan terukur dan terkontrol. Jiwa mereka tidak terikat pada aturan apapun yang di buat manusia. Tetapi terikat pada aturan alam, dan mengikatkan jiwa pada aturan alam justru adalah kebebasan yang sesungguhnya.



INDI SUJAWE

Praktisi Spiritual dan Shamanistic.

9 Feb 2012

Keberaniannya tampil apa adanya sangat mengagumkan!


W: Leslie adalah gay pertama yang saya kagumi! Sangat saya hormati!
Bukan karena ketampanannya, tapi karena dia berani mengakui cintanya pada pasangan gay-nya di konser yang sangat besar dan di hadiri ribuan orang!
Keberaniannya tampil apa adanya sangat mengagumkan!
Aku ngga suka dengan gay yang lebay dengan pakaian konyol..
Leslie muncul dengan penampilan sangat pria tapi memiliki hati dan cinta yang sangat wanita!
Sayangnya dia terlalu berani!
Saking beraninya, dia berani bunuh diri dan mengakhiri hidupnya dengan tragedi! :(
Apapun yg terjdi... I will always ♥ him!

J: Siapa sih ini? Maklum deh aku ngga kenal bintang-bintang Korea.
W: Bukan bintang korea, tapi Hong Kong.
Leslie Cheung... kalau pernah nonton A Chinese Ghost Story or A better Tomorrow-nya Chow yun fat, dia juga main disana.
Meninggal tahun 2003 kemarin.
Barusan aku buka-buka you tube-ku, ada playlistnya dia...
Jadi ingat-ingat lagi deh.

B: Co-pas dari Wiki :
Cheung meninggal pada 1 April 2003. Dia meloncat dari lantai 24 Hotel Mandarin Oriental, yang terletak di distrik Central, Pulau Hong Kong. Dia meninggalkan catatan yang menyatakan bahwa dia menderita depresi. Dia berusia 46 tahun. Sebagai salah satu artis terpopuler di Asia, kematian Cheung mengagetkan industri hiburan Asian dan komunitas Cina seluruh dunia.
Banyak rumor tentang penyebab kematiannya tersebar dengan cepat dan segera keluarga Cheung menghimbau mereka agar membiarkan Cheung beristirahat dengan tenang dan tidak membuat sensasi pada orientasi seksual Cheung atau alasan bunuh dirinya. Dini hari setelah kematian Cheung, partnernya, Tong, mengkonfirmasikan bahwa Cheung menderita (clinica) depression dan telah berobat ke psychiatrists selama setahun. Dia juga mengungkapkan bahwa Cheung sudah mencoba bunuh diri pada 2002. Lebih lanjut pada upacara kematian, keponakan Cheung menyatakan Cheung mengidap clinical depression dan sangat menderita selama setahun (2002-2003).

J: Pengidap clinical depression biasanya mood swingnya extreme ya? Moments of euphoria followed by bouts of depression.
B: Mood swing itu lebih ke bipolar mood disorder. Kalau clinical depression lebih ke major depressive disorder. Mereka benar-benar ngga ada tenaga sama sekali, berasa tertekan total, paling ngga selama 2 minggu.
Ada lagi yang namanya dysthymia, ngga terlampau semenekan si major depressive tapi takes longer time. Dysthymia baru bisa didiagnosa setelah 2 tahun lebih.

W: Jadi depression ada banyak tingkatan ya?
Jadi bisa dibilang dia bunuh diri karena menderita clinical depression, bukan karena patah hati atau di guna-guna (menurut gosip yg beredar luas).
Ciri-ciri clinical depression itu apa?
Kasian.... jadi artis besar, banyak tekanan, depress deh.
T: Iya makanya aku malas jadi artis.

B: Penyebab depresi kan bisa jadi ke patah hati juga, semua gangguan mental pasti ada penyebabnya masing - masing dalam alur kehidupan ataupun dari dalam diri si penderitanya.
Untuk perihal klasifikasinya, clinical depression termasuk mood disorder.
Mood disorder ada bipolar dan depresi.
Depresi ada 3 :
1. major depression yang disebut clinical depression itu, yang dibagi-bagi lagi berdasarkan gejala-gejalanya (kurang lebih ada 6)
2. dysthymia
3. depressive disorder not otherwise specified (ada 2 : depresi minor dan recurrent brief depression)
Bipolar sendiri ada 4 macam.
Wajar banget kok jadi seleb memang rentan depresi. Contohnya yah Korean stars itu paling sering bunuh diri lho. Tuntutan kerjanya tinggi.

S: Leslie menurut riwayat adalah anak broken home, anak bontot ke 10, dipelihara neneknya, sangat populer dan multi talented, penyanyi, pemain film, penari, juri dan lain-lain dan juga biseksual, kacau pernikahannya, suatu kombinasi yg memabukkan dan membingungkan. Sebagai aktor dan penyayi, enak dilihat dan didengar. ia termasuk the greatest actor in asia, pernah ditayangkan di channel tv 'biography'.

W:
Hidupnya memang sangat complicated, sejak awal kemunculannya, dia langsung tenar.. Dengan kebiasaannya yg hoby ke club malam, juga hang out, ketenaran menjadi tekanan besar buat Leslie, karena Leslie mencintai kebebasan.
Hingga akhirnya dia mengakui hubungan cintanya dengan Daffy juga demi mendapat kebebasan..
Leslie sering mengungkapkan keinginannya keluar dari dunia entertain karena tidak kuat dengan tekanan pekerjaannya...
Sekali lagi, susah jadi artis tenar!
T: Biasa-biasa aja susah apalagi jadi artis ya.

S: Enak jadi orang biasa, orang pas-pasan.
W:
Iya, jadi orang biasa-biasa aja sudah banyak yg ngejar (nagih hutang), apalagi kalau jadi artis...
Enak pas-pasan.. Pas panas naik mobil,pas lapar makan steak, pas kumur-kumur pakai Wine, pas tidur ada kamar seperti president suite bintang 5, pas mau jalan-jalan langsung shoping sampai Jepang.
Pas banget!
Cuma sesusah apapun hidup, bunuh diri jelas bukan pilihan yg terbaik untuk orang waras!
Cuma karena Leslie depresi... Tidak berarti juga tindakannya boleh ditiru dan dibenarkan!
But after all, he still my idol!

B: Menurut Freud, ada satu insting yang disebut Thanatos, the destructive one. Isinya adalah pengerahan segala macam energi negatif. Kita benci orang lain, kita rusak diri sendiri, kita bunuh diri, dan lain sebagainya yah karena insting tersebut. Pengaruhnya bisa jadi sangat kuat dalam masing-masing individu, kembali lagi yah memang apakah kita mau sekedar menunduk ke insting atau pakai otak kita lebih jauh lagi juga sih.
W: Rasanya aku ngerti maksud energi negatif itu...
Jadi ada kalanya aku coba merenung...
Merenungkan semua kesusahan, kesedihan, derita, yg buruk-buruk deh... Then I felt something, rasanya jantungku sesak seperti mau meledak, terus kepala pusing, air mata mengalir begitu saja...
Then, aku dengar sebuah lagu, lagu yg jadi code menarikku back to life dan lebih menghargai hidup.
Ada kalanya juga aku merenungkan semua kebahagiaan dan keberuntungan dalam hidup, yah efeknya jelas happy seperti orang-orang pada umumnya.
Sekedar iseng aja melakukan kedua hal itu.

B: Thanatos bertindak lebih jauh dari itu, ketika kita kecanduan melakukan hal yang bahkan kita tahu itu ngga baik buat kita (pengen kurus tapi makan terus, gosipin orang terus menerus sampai parno sendiri digosipin, terjebak sama tipe pasangan yang abusive dalam beberapa kali berhubungan romansa, merokok, alkoholik, membenci orang lain secara mendendam padahal nyakitin sendiri ingat masalah yang udah selesai), itu semua disebut repetition compulsion yang kadang bisa menyebabkan disonansi kognitif. Matinya logika, terjebak dalam ketidaknyamanan, "nyaman dalam penderitaan". Well, well, semua orang punya ekspresi dari Thanatosnya masing-masing menurutku, dalam level dan cara yang berbeda.
C: Oh iya.. ini penjelasan kenapa ada orang yg sepertinya 'kecanduan' rasa sakit, mau di-KDRT berkali-kali padahal dia sebenarnya bisa melawan, menikmati disakiti dan bersikap sebagai korban untuk mendapatkan simpati, dan lain-lain.
B: Exactly! Korban-korban abusive relationship memang cenderung terjebak seperti itu.

N: Aku juga malas jadi seleb.
H: Aku ngga apa-apa jadi seleb, seleb yg biasa-biasa aja. Emang ada? Iya bisa diadakan, asal mau.
N: Seleb facebook.

Indonesia Mercusuar Dunia

by Leonardo Rimba on Thursday, February 9, 2012 at 11:54am ·

Bertahun-tahun lalu saya memperoleh mimpi yg begitu jelas, saya lihat di peta dunia ada dua bagian yg bernyala, yaitu Indonesia dan Belanda. Saya bangun dan mereka-reka artinya. Saya artikan, kalau Indonesia dan Belanda bisa menyatukan energinya, maka keduanya akan menyala. Akan menjadi mercusuar dunia. Asli dan bukan cuma di bibir saja seperti selama ini. Di bibir saja untuk pihak Indonesia, walaupun Belanda sendiri memang telah menjadi mercusuar dunia sejak ratusan tahun lalu. Oh (mercusuar dunia)



And that's the reason, ikke kadang-kadang posting lagu berbahasa Belanda juga, maksudnya supaya the lagu bisa disedot-sedot energinya oleh mijn vriends yg tinggal di Indonesia. Bahasa Belanda ada energinya, tempatnya di otak, kepala, dan bukan di dada. Kalau Belanda main dada, jadinya remes-remes payudara, dan itu haram jadah. - Nein, mein vriends, the manusia Belanda always use their own otak untuk jadi mercusuar dunia. Dan setelah jadi, tidak sombong pula. Oh (rajin menabung dan tidak sombong)



Walaupun teman-teman saya gila leluhur Nusantara saja, dan berbondong-bondong meditasi di Trowulan tanpa merasa perlu membawa-bawa roh leluhur kita yg Belanda, saya tahu mereka kurang satu. Namanya kurang ajar. Mereka lupa bahwa NKRI ini disatukan oleh Belanda. Kalau mau menghormati leluhur, maka kita harus taruh simbol Belanda juga di atas altar itu. Dan disembah-sembah juga. Simbol Belanda di kesadaran bangsa Indonesia modern adalah yg paling kuat. Itu yg paling kuat. Oh (kuat)



Kita tidak bisa pakai simbol para leluhur Jawa atau etnik-etnik Nusantara sebagai titik tengah meditasi kita. Mereka aliran kocar kacir. Saling serang, iri mengiri, jatuh menjatuhkan. Dari semua leluhur Indonesia, yg bisa menyatukan Sabang sampai Merauke cuma Belanda. Bahkan sampai sekarang energi Belanda masih menjajah negeri ini, dan tak akan hilang sampai kapanpun. Modern-nya Indonesia adalah ciptaan Belanda, tidak bisa diputar balik ke jaman leluhur Nusantara dimana nenek-moyang kita berjalan jongkok di hadapan raja-raja yg korupsi seenak jidatnya. Oh (korupsi)



That's my sharing for today, mijn vriends. Jij sekarang sudah punya otak. Walaupun klenik, at least jij bisa berpikir. Berpikirlah, jangan jatuh kepada persetubuhan terlarang bernama pencaharian piramid Nusantara. Oh (piramidnya tidak ada)



Sekali lagi, pusatkan kesadaran anda di kepala. God or Allah adanya di kepala anda, dan bukan di dada. Kalau anda konsentrasi di dada, anda akan jadi budak selamanya. Kalau konsentrasi di kepala, anda akan menjadi Tuan dan Nyonya dari hidup anda sendiri. It's your own lives. Hidup anda sendiri. Anda berhak mengatur apa yg anda mau dan tidak mau pakai. Anda manusia bebas. Merdeka menjadi diri anda sendiri. Oh (baru tahu)



Oh (antek penjajah)



So, tidak semua orang Indonesia sehat jiwanya. Sebagian besar malahan berjiwa sakit. Indonesia menempati tempat teratas berpenduduk sakit jiwa satu dunia. Jiwanya sakit karena dibuat oleh masyarakatnya sendiri. Saling menipu. Saling menekan. Saling membuat kisah antah berantah yg sebenarnya tidak perlu. Mau menjadi manusia biasa saja kenapa harus ribet? Kenapa harus memaksakan diri menjadi mercusuar dunia kalau lampu listrik PLN saja masih sering byarr pett.. ?
Ini sumbernya, silahkan baca sendiri http://en.wikipedia.org/wiki/Epidemiology_of_schizophrenia ... Tingkat kegilaan masyarakat Indon TERTINGGI satu dunia, saya tidak mengada-ada.

New Age Jesus

by Leonardo Rimba on Wednesday, February 8, 2012 at 11:31am ·

Mungkin saya satu-satunya orang spiritual di Indonesia yg berani menggunakan lagu-lagu Kristen untuk disedot-sedot energinya. Orang tidak akan kaget lagi kalau kita pakai lagu Hindu-Buddha seperti Gayatri Mantram. Atau Om Mani Padme Hum. Tetapi kalau lagu "Are You Washed in the Blood"? Try this one, if you wish to. Ini energi Yesus.. energi Yesus.. Tarik saja dengan cara fokuskan your own kesadaran di titik antara kedua alis mata, dan titit antara kedua paha.



Angkat wajah anda setinggi-tingginya, jangan menunduk. Jesus loves you.. Jesus loves you..



Don't be confused with salib. Salib means a cross, persimpangan. Tiap perempatan jalan is a cross, salib. Banyak.. banyak.. semuanya haram jadah. But this is about yg lebih haram jadah. The most haram jadah thing in the world which is energi Yesus.. energi Yesus..



Saya tahu, energi dari lagu seperti inilah yg membuat dunia Barat menjadi maju seperti sekarang. Di luarnya very porno, bebas merdeka, tapi dalamnya seperti ini. Cuma kekosongan belaka, yg tidak ada dosa-dosanya arrrrRRRRGGGGHHHH



Moreover, kalau anda punya energi Yesus anda tidak akan bisa disantet and dipelet. Tapi bisa nyantet and melet kalau anda mau. Oh (santet dan pelet)



For your info, energi dari berbagai macam aliran spiritual seringkali disembunyikan di dalam musik (berbentuk instrumentalia maupun lagu). Musik dan lagu Kristen banyak sekali, ribuan, tidak terhitung. Tapi tidak banyak yg energinya bulat seperti ini. So, kita tarik yg bulat ini, dan kita buat menjadi lonjong. Oh (lonjong)



Kalau anda sudah bisa sedot energi dari lagu ini, melalui meditasi di cakra mata ketiga, maka anda tidak akan bisa dibohongi lagi oleh orang lain. Onta, domba, itik, bebek, apalagi ikan ayam tidak akan bisa lagi menipu anda. Oh (anti tipu-menipu)



Being a spiritual person means being a person yg berani, tidak takut menghadapi aliran spiritual apapun. Kalau anda takut dengan energi dari lagu ini, anda cuma akan bisa sampai pada tahap tertentu saja. Tidak bisa lagi maju lebih jauh. Pada pihak lain, kalau anda berani dan bisa meditasi dengan lagu yg kuat seperti ini, maka aliran apapun tidak akan bisa menenggelamkan anda. Itu jalan pemikirannya, karena saya tahu, lagu berikut ini berasal dari aliran spiritual yg terkuat. Itu yg paling kuat. Kalau kita tidak takut dengan yg itu, maka kita sudah bebas untuk menjadi diri kita sendiri.



Ada teman yg bertanya: "Fokus pada titit antara kedua paha, ada apa disana?"



Saya jawab: Oh (ada k.....l)



Saya serius, kita juga bisa bikin schock orang Kristen fanatik. Kita berani pakai lagu Kristen fundamentalis untuk meditasi. Kita berani berhadapan langsung dengan Yesus. Oh (Yesus)



Untuk teman-teman ketahui, yg namanya iman tempatnya di kepala. Dan itu dipupuk dengan cara meditasi. Meditasi di cakra mata ketiga, dan bukan dengan menepuk-nepuk dada seperti diajarkan di agama-agama. Kalau masih mau nepuk-nepuk dada mendingan nepuk-nepuk pantat aja. Oh (tepuk pantat)



Anda bisa pakai simbol apa saja. Bisa pakai simbol Buddha, bisa pakai simbol Siwa, bisa pakai simbol Yesus. Saya tidak mendorong anda untuk pakai simbol apapun. Saya sendiri sudah tidak lagi pakai simbol-simbol, walaupun saya bisa menunjukkan lagu dan musik relijius yg mengandung energi tertentu. Seperti energi Yesus yg sangat kuat, yg bisa disedot dari lagu ini. Oh (sedot)



Untuk anda yg belum tahu, spiritualitas tertinggi di satu dunia saat ini lahir dari aliran-aliran Post Christian. Paska Kristen. Bukan dari Hindu, Buddha, atau Islam. Tapi dari Kristen. Kristen yg menjadi kapir dan menggunakan mantra-mantra Hindu Buddha. Dan bukan Hindu Buddha yg menjadi kebarat-baratan dan menggunakan musik Kristen. Bukan begitu, tetapi sebaliknya. Kemajuan spiritualitas di satu dunia bisa begini tinggi karena orang-orang Kristen menjadi kapir, dan bukan karena orang-orang Hindu Buddha menjadi Kristen. Oh (kaget)



Oh (New Age Jesus)



Leonardo Rimba II: Dan inilah lagunya http://www.youtube.com/watch?v=h9oW91Iv8D8&feature=related. Enjoy!
Are You Washed in the Blood?
www.youtube.com
A well-known Christian hymn written by Elisha A. Hoffman in 1878. Sung in the video by the Antrim Mennonite Choir, from their album 'Amazing Grace.' Please c...
Yesterday at 11:44am · Like · 2 ·

Leonardo Rimba II: Jesus is a symbol, digunakan oleh kesadaran anda untuk berkomunikasi dengan ego anda. Ego atau konsep diri anda membentuk satu gambaran, yg lalu diajak bicara.

Dan the gambaran bisa berwujud juga, namanya makhluk halus.

Dan wujud itu bisa muncul juga.

Bisa diajak bicara.

Kalau anda bilang itu Yesus, maka jadilah Yesus.

Kalau anda bilang Jibril, jadilah.

Begitu lho, cara kerjanya.
Yesterday at 11:58am · Like · 5

Dhiva Visnu: hahahaha
Roh Manusia lbh kuat dr Roh" Yg lain
Yesterday at 11:58am via mobile · Like · 2

NediBule Citra Rahman: Pada manusia ada lima ruh yg bisa dicapainya. 1 ruh nabati 2 ruh hewani 3 ruh insani 4 ruhul kudus dan ruhul azhim. Ruh manakah yg telah anda capai? Salam
Yesterday at 12:05pm via mobile · Like · 2

Leonardo Rimba II: Oh (semuanya sudah ada, bukan harus dicapai lagi)
Yesterday at 12:07pm · Like · 5

Tsar Rai: Ruh-ut sitompul
Yesterday at 12:07pm · Like · 3

Leonardo Rimba II: Oh (Si Tumpul)
Yesterday at 12:08pm · Like · 2

Dhiva Visnu: Dlm tbh manusia hanya ada 1 ruh mcm"
Yesterday at 12:16pm via mobile · Like · 1

Leonardo Rimba II: Oh (yg ada cuma anda dan kesadaran anda, beserta perangkat-perangkatnya)

Sony Sanjaya: oh (everyone is jesus?)
Yesterday at 12:40pm · Like · 2

Leonardo Rimba: Oh (amin)

Budi Setyawan: Leo, note-nya keren,,sudah lama saya percaya lagu atau sound bisa mengandung energi dan bisa mempengaruhi mind seseorang bahkan komunitas.

Bagoes Soerahman: virtual master

7 Feb 2012

Menjadi Orang yg Tidak Fanatik

by Leonardo Rimba on Tuesday, February 7, 2012 at 1:36am

Kalau anda kenal saya langsung, anda akan tahu saya tidak pernah pakai kata Allah, kecuali ketika bercanda saja.



Oh (sebut apa ya ?)



Bocoran: Saya bicara dengan Tuhan menggunakan bahasa Inggris, saya panggil dengan sebutan Lord (kayak Lord Voldermort, di kisah Harry Potter), tapi itu juga sudah jarang sekali, karena saya tahu saya cuma bicara dengan diri saya sendiri saja. For your info, kata Lord inilah yg diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi Tuhan. Pedahal terjemahan yg lebih pas, Tuan atau Gusti. Kalau God atau Allah, tidak pernah saya ajak bicara. Gak napsu aja. The kata is terlalu pasaran, dimana-mana semua orang menyebut (atau bahkan meneriakkan) kata God atau Allah itu. Bikin gak nepsong. Gak nepsong buat disepong. Bukan hemong.



Lagu meditasi saya untuk hari ini pakai bahasa Belanda, untuk menghormati sebagian leluhur saya yg orang Belanda. Don't be minder to deal with orang Belanda or orang bule pada umumnya. Mereka jauh lebih menghargai orang Indonesia dibandingkan orang Indonesia saling menghargai sesama orang Indonesia sendiri. Itu pengalaman saya. Dan itu orang-orang Belanda banyak sekali yg relijius, tanpa gembar-gembor. Tanpa sesumbar, tanpa pamer.



Dari semua orang Barat, Belanda adalah bangsa yg paling low profile. Low profile sekali walaupun sumbangannya bagi peradaban dunia besar sekali. Belanda adalah negara liberal pertama di satu dunia. Dan tetap paling liberal, paling manusiawi, sampai saat ini. Kita patut bangga karena sebagai satu negara kita disatukan oleh Belanda. Kita langsung menerima tutorial dari bangsa yg paling liberal. Tapi itupun masih kalang kabut hasilnya karena, maklumlah, dasarnya memang rapuh. Kita mewarisi terlalu banyak elemen penipuan diri sendiri yg berasal dari nenek moyang Nusantara. Terlalu banyak bakat penipuan diri sendiri, dan penipuan orang lain juga.



Belanda tidak begitu. Belanda relatif jujur. Demokratis, jujur, egaliter. Lebih segala-galanya dibandingkan Inggris yg, sampai sekarang, masih bersekat-sekat masyarakatnya. Ada kaum bangsawan dan kaum rakyat jelata. Belanda tidak begitu, semuanya rakyat jelata.



Jangan minder sama orang bule. Jangan minder sama Belanda. Mereka lebih menghargai kita dibandingkan kita menghargai diri kita sendiri. Mereka lebih menghargai kita dibandingkan kita saling menghargai sesama bangsa kita sendiri.



Gold, Gospel and Glory itu urusannya Spanyol dan Portugal. Belanda tidak menyebarkan agama. Itu negara pedagang yg kebetulan orang-orangnya relijius. Relijius liberal. Hemat cenderung pelit. Tidak bombastis, tidak suka heboh-hebohan, tidak suka membanggakan diri. Tidak seperti Spanyol dan Portugal yg kelakuannya agak kemaruk, mungkin karena 800 tahun dijajah Arab.



Anda bisa relijius dan liberal. Menjadi penyokong hak asasi manusia (HAM) nomor satu di dunia, egaliter, sekaligus menyisihkan sumbangan luar negeri terbesarnya untuk Indonesia. Itu yg dilakukan Belanda sampai saat ini. Tanpa gembar-gembor. Tanpa menyombongkan diri.



Saya sendiri heran kenapa orang Indon begini sombong karena Belanda sama sekali tidak sombong. Mungkin Belanda termasuk salah satu dari 5 bangsa yg sumbangannya paling besar bagi peradaban modern saat ini, tetapi sama sekali tidak sombong. So, dari mana asalnya kesombongan orang Indon? Sombong atau minder? Rendah diri?



Untuk anda yg belum tahu, orang Ambon dan orang Manado sejak jaman kolonial tidak pernah merasa minder berhadapan dengan orang Belanda. Mereka tahu orang Belanda tidak rasis. Orang Ambon dan orang Manado diperlakukan sama oleh orang Belanda. Tetapi, di Jawa beda. Di Jawa, orang Belanda berhubungan dengan rakyat melalui para priyayi lokal. Jadinya timbul salah kaprah sampai sekarang, seolah-olah Belanda rasis, membedakan orang. Pedahal tidak. Yg membedakan orang itu para priyayi pribumi sendiri. Belanda sendiri tidak begitu.



Di masa kolonial, ada istilah orang mardijkers, yg dengan lidah Melayu akhirnya disebut merdeka. Orang merdeka adalah orang mardijkers. Pengertian orang mardijkers adalah merdeka, artinya bukan budak. Budak bawahan para aristokrat lokal, yaitu raja-raja pribumi. Yg masuk kelompok mardijkers di masa kolonial adalah orang Ambon dan Manado. Mereka langsung diperlakukan setara dengan orang Belanda, karena tidak ada raja-raja lokal.



Di Jawa tidak begitu. Orang Jawa, bahkan yg di Jawa Barat, semuanya di bawah priyayi lokal. Makanya mentalnya beda. Merasa diri tertindas, dan menyalahkan Belanda. Pedahal yg menindas mereka dari dulu (dan mungkin sampai sekarang juga) adalah para priyayi lokal. Kaum menak di masyarakat mereka sendiri. Dan disini termasuk ulama.



Ambon dan Manado tidak begitu. Ulama-ulama Ambon dan Manado tidak berhak untuk menindas orang. Mereka pakai standard Belanda, dari dahulu sampai sekarang. Makanya pikirannya lebih maju. Liberal. Maluku Selatan dan Manado itu liberal, paling maju. Makanya Maluku Selatan tidak mau gabung dengan NKRI dahulu, karena mereka tahu di Jawa umumnya penduduknya bermental budak.



Ada juga orang-orang Sumatra Barat yg di masa kolonial minta statusnya disamakan dengan orang Belanda. Kisah-kisah mereka bisa kita baca di buku-buku hasil karya penulis generasi Pujangga Baru. Jadi, Belanda memang banyak sekali membangun sekolah di Sumatra Barat. Dan orang-orang Sumatra Barat akhirnya sadar bahwa yg namanya mardijkers atau merdeka adalah status sama seperti orang Belanda. Dan itu dinikmati oleh orang Ambon dan orang Manado. Status sama artinya berkedudukan sama di depan hukum, menggunakan hukum pidana dan perdata yg sama.



Tanpa statusnya disamakan, maka orang Sumatra Barat harus tunduk kepada para pemuka adat dan agama mereka. Dan itu bukanlah mardijkers, bukan merdeka. Merdeka adalah status sama seperti dinikmati orang Belanda, Ambon dan Manado.



Nah, ini sejarah juga, bukan? Tetapi banyak yg tidak tahu itu. Banyak yg tidak tahu bahwa setelah penyerahan kedaulatan dari Belanda ke NKRI, yg namanya perbedaan status itu sudah tidak ada lagi. Merdeka atau mardijkers artinya status sama di depan hukum, tidak diperlakukan beda lagi, tidak ada lagi keharusan rakyat di Jawa dan tempat-tempat lain untuk tunduk kepada priyayi dan ulama lokal.



Itu cukup dimengerti waktu kita baru merdeka, ketika kerajaan-kerajaan itu dibubarkan oleh rakyat. Termasuk Kesunanan Solo yg dibubarkan dengan suara bulat. Sayangnya, pengertian itu mulai hilang lenyap setelah Sukarno dikudeta. Di masa Suharto, elemen tradisional yg mendorong orang untuk tunduk kepada priyayi dan ulama lokal kembali dikedepankan. Sampai saat ini. Orang sudah lupa bahwa merdeka atau mardijkers artinya bebas dari penjajahan oleh para priyayi dan ulama.



-



Walaupun Sultan Agung dipukul mundur dari Batavia, dalam literatur istana Mataram saat itu dituliskan bahwa Belanda telah mengakui Mataram sebagai atasannya. Setiap tahun mengirimkan upeti. Yg disebut upeti adalah pembayaran untuk membeli beras. Mataram menjadi supplier beras untuk Batavia. Tetapi kepada rakyat, dijejalkan kebohongan bahwa Belanda membayar upeti kepada Mataram. Dan Belanda tentu saja tidak perduli isapan jempol itu, walaupun beberapa ratus kemudian Belanda juga berubah, sehingga di saat penobatan Sultan Yogya, residen Belanda duduk di atas kursi yg sama dengan Sultan. Kalau tidak begitu, rakyat akan dibohongi terus. Dibilang, Belanda datang sebagai tamu untuk mengakui kedaulatan Sultan. Itulah cara-cara politik di Nusantara. Dan Belanda yg paling mengertinya.



Pelajaran: Kebohongan politik sudah ada sejak jaman dahulu kala.



Sumber kepustakaan: Nusantara: A History of Indonesia, oleh Bernard H.M. Vlekke. Sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia juga menjadi Nusantara: Sejarah Indonesia.



Di buku itu anda juga bisa baca bahwa Belanda menaklukkan Indonesia Timur (termasuk Bali) berdasarkan perjanjian dengan Sunan Solo, dimana dinyatakan bahwa Sunan Solo menyerahkan "wilayahnya" yg berada di sebelah Timur pulau Jawa menjadi milik Belanda. The question is, sejak kapan wilayah di sebelah Timur pulau Jawa menjadi milik Sunan Solo sehingga dia berhak menyerahkannya kepada Belanda? Tentu saja itu tidak betul. The Sunan mengaku-ngaku, dan Belanda juga tahu itu, tetapi tetap dipegang saja, sebagai alasan bagi Belanda untuk mencaplok wilayah di sebelah Timur pulau Jawa, terutama Bali. Alasannya, sudah dikasih oleh Sunan Solo, the "pemilik".



Kalau Papua lain lagi, alasan Belanda adalah perjanjian dengan Sultan Ternate yg mengakui Papua sebagai miliknya. Jadi, ketika Sultan Ternate membuat perjanjian dengan Belanda untuk menyerahkan Papua, maka Belanda memiliki alasan untuk masuk kesana. Alasannya, sudah dikasih oleh Sultan Ternate, again the "pemilik" (dalam tanda kutip.. dalam tanda kutip..)



So, yg namanya mitos devide et impera perlu dikaji lagi dengan seksama dan dalam tempo yg sesingkat-singkatnya, karena itu tidak benar. Yg lebih tepat adalah cocologi, aku-mengaku. Sunan Solo mengaku wilayah sebelah Timur dari pulau Jawa adalah miliknya. Sultan Ternate mengaku Papua adalah miliknya. Cuma aku-mengaku saja, dan merasa berhak menanda-tangani perjanjian dengan Belanda, yg isinya menyerahkan wilayah-wilayah itu untuk Belanda. Dengan imbalan materi, tentu saja. Dan Belanda masuk dengan kekuatan sendiri, berbekal justifikasi (pembenaran) yg berasal dari perjanjian-perjanjian sebelumnya dengan para penguasa lokal yg mengaku-ngaku wilayah orang sebagai miliknya.



Hohohohoho



Pada pihak lain, kalau anda perhatikan jalan pemikiran kaum kolonialis liberal, anda akan mengerti juga bahwa para kolonialis punya kewajiban untuk memajukan wilayah administrasinya masing-masing. Kewajiban Belanda di Indonesia. Kewajiban Inggris di India. Kewajiban AS di Philipina. So, ini bukan urusan peras memeras susu saja, melainkan kewajiban bangsa yg lebih beradab untuk mem-beradabkan bangsa-bangsa yg kurang beradab.



-



Dan apa yg saya tulis ini juga bukan tentang beragama atau tidak beragama, tetapi tentang isi otak. Apa yg ada di dalam otak orang, adalah isi otak orang itu sendiri. Tidak ada hubungannya dengan orang lain. Orang berhak untuk punya isi otak apapun. Asal tidak mengganggu orang lain secara fisik, maka isi otak segala macam merupakan urusan pribadi.



Menjadi orang yg tidak fanatik, artinya menjadi tidak perduli dengan segala macam isi otak orang. Orang mau percaya apapun merupakan urusan orang. Saya mau percaya apapun, atau mau tidak percaya apapun, merupakan urusan saya sendiri. Dan prinsip ini ternyata akhirnya saya tulis disini, mungkin karena banyak yg membutuhkannya. Di tempat lain cuma saya tulis secara implisit, disini saya tulis secara eksplisit karena mungkin banyak yg tidak tahu. Mungkin semuanya belum tahu.



Anda boleh berpikir apapun, itu yg namanya sikap tidak fanatik. Saya tidak perduli apapun yg anda pikirkan karena saya tidak fanatik.



Oh (menjadi orang yg tidak fanatik)

Widodo Baskoro: Oh (saya belum tahu, sekarang sudah tahu)
8 hours ago · Like · 1

Muhammad Ateis:
cuplik (mutilasi):
cocologi, aku-mengaku. Sunan Solo mengaku wilayah sebelah Timur dari pulau Jawa adalah miliknya. Sultan Ternate mengaku Papua adalah miliknya. Cuma aku-mengaku saja
---------------------------
sprt halnya orang jawa saat ini, NKRI harga mati = mengaku-aku wilayah lain diluar pijakannya bagian dr miliknya, cuman ngaku-daku-daku(bhs jawane, klo anak kecil suka mainan temannya, diakui miliknya trus diminta)
8 hours ago · Like · 2

Archer Clear: Memang asik Menjadi manusia Merdeka, dan mereka yang merdeka biasanya lebih sibuk membangun kualitas dirinya dan terus belajar. Yang fanatik akan tetap berputar-putar ditempat yang sama, dan itu sangat tragis.
8 hours ago · Like · 4

Pandu Rakasiwi:
pantesan,di manado orang terbiasa cuma panggil nama saja,tanpa embel2 apapun,dan itu kadang2 nggak pake batasan umur,anak umur 10th biasa aja tuh cuma panggil nama pada om2 umur 30th.
yg "sakit kepala" ya orang jawa yg tinggal disana...,romantisme feodalnya merasa terlukai...

ketika dipanggil "mas" pun salah kaprah jadinya,pokoknya tanpa batasan umur,orang yg dr jawa ya dipanggil mas.
hal lucupun tak terelakkan,ketika anak umur 10th panggil kakek2 penjual bakso dngan sebutan "mas"...

oh(nyambung nggak ya dngn liberalnya manado)
8 hours ago · Like · 4

Ni Nengah Hardiani: Terimaksih leo. Sejak kecil orangtua saya mengajarkan untuk tidak fanatik.
5 hours ago · Like · 1

Leonardo Rimba II: Untuk teman-teman yg belum tahu, ini buku saya yg ketiga, baru terbit satu bulan lalu, judulnya Pelangiku Warna Ungu (Sejuta Agama Satu Tuhannya), sudah bisa dibeli di semua TB Gramedia dan TB Toga Mas di Jakarta, Surabaya dan sekitarnya http://www.facebook.com/photo.php?fbid=270059226381728&set=a.270059199715064.75531.100001329572395&type=3&theater
Buku Pelangiku Warna Ungu (Sejuta Agama Satu Tuhannya)
Segera Terbit: Buku Pelangiku Warna Ungu (Sejuta Agama Satu Tuhannya)

Judul: Pelangku Warna Ungu (Sejuta Agama Satu Tuhannya)
Penyunting: Endah Sulwesi
Penyelaras Bahasa: Salahuddien Gz
Pemindai Aksara: Muhammad Bagus SM
ISBN: 978-979-17998-1-2
Harga: Rp 50.000,- (248 hlm.)
Penerbit: Dolphin
Email: bunda_laksmi@yahoo.com

---------------------------------------------------------------

Pelangiku Warna Ungu
Sejuta Agama Satu Tuhannya

“Buku ini membedah esensi jati diri manusia. Leo mengajak kita untuk melihat
diri manusia sebagaimana adanya, bukan dari sudut pandang ‘katanya’.
Kalemkan emosi, niscaya Anda akan mencecap intisarinya.”
—Achmad Chodjim, penulis buku bestseller Syekh Siti Jenar

---------------------------------------------------------------

Kover Belakang

Pelangiku Warna Ungu

Apakah Tuhan yang menciptakan manusia, ataukah manusia yang menciptakan Tuhan?
Siapakah yang membuat agama? Tuhan atau manusia?
Bisakah orang memperoleh keselamatan tanpa beragama?
Benarkah Tuhan akan menyiksa manusia jika mereka tidak menyembah-Nya?
Bagaimana cara “bertemu” dan “mengalami” Tuhan agar hidup kita bermakna?
Lima pertanyaan menantang di atas, di samping beberapa pertanyaan lainnya, akan dibahas dan diuraikan dalam buku ini, dengan bahasa yang ringan dan mudah dicerna, yang menggelitik kesadaran kita agar bangkit dari tidur lelapnya. Agar kita mampu melampaui simbol dan sekat-sekat yang membuat manusia menderita dan terus bertikai atas nama Tuhan dan agama.

Leonardo Rimba mengajak kita untuk menghayati dan melampaui simbol-simbol yang berserakan dalam agama-agama, demi merasakan esensi yang sesungguhnya satu adanya. Ia mencoba mengajak kita untuk mencari dan menemukan yang “ungu” dari beragam warna pelangi. Ungu adalah warna terakhir dari pelangi, warna spiritual yang melampaui beragam warna.

Buku ini mengajak kita untuk meniti ke dalam diri, menemukan warna “ungu”, yang satu, yang ada di dalam diri setiap manusia. Tanpa meniti ke dalam diri melalui jalan spiritual, mustahil kita bisa menemukan Kesatuan, Tuhan, di rimba perbedaan.

---------------------------------------------------------------

Buku ini bisa dipesan sekarang juga (secara inden) dengan diskon 20% (jadinya Rp 40.000, belum termasuk ongkos kirim) melalui “Salahuddien Gz”, email: bunda_laksmi@yahoo.com. Buku akan dikirim melalui Pos/Tiki dengan garansi. Pembayaran melalui transfer ke rekening:


BCA KCP Lamongan
No. Rekening: 3300473023
a.n. Shalahuddin Gz

Atau:

MANDIRI Cabang Fatmawati
No. Rekening: 127-00-0443912-9
a.n. Shalahuddin Gz
Kover buku Pelangiku Warna Ungu (Sejuta Agama Satu Tuhannya)
By: Leonardo Rimba
about an hour ago · Like

Oscar Darrell: mas Leo,,boleh saya copas ya? Buat note jg,,buat input temen2 fb lainnya,,to open up their minds,,thank you. :-D
55 minutes ago · Like · 1

Leonardo Rimba II: Oh (boleh)