18 Okt 2011

alam semesta maha baik adanya


Alam Gaib

Alam ini penuh dengan makhluk-makhluk halus, roh-roh yang senantiasa siap sedia untuk membantu para pemberani. Mereka tegas, penuh semangat, dan berkarya dengan kesungguhan hati.
Kita tidak bisa menjelaskan cara kerja mereka. Tapi, sesungguhnya tidak perlu mengetahui cara mereka bekerja. Kita tahu cara mereka bekerja atau tidak, mereka tetaplah bekerja dan membantu kita.
Mereka adalah jiwa-jiwa agung, mulia, dan jauh berada di atas kita. Mau menyebutnya malaikat, silakan. Mau menyebutnya dewa, silakan. Mereka sudah bebas dari dualitas suka/tak-suka. Mereka membantu siapa saja yang berada pada “frekuensi” yang sama, gelombang yang sama dengan mereka.
Adapun untuk berada pada gelombang itu, kita mesti bebas dari rasa dengki, iri, amarah, dan lain sebagainya. Kita mesti mampu mengendalikan hawa-nafsu dan tidak terkendali olehnya.
Luapan emosi yang tidak terkendali, khususnya luapan emosi amarah, menurunkan frekuensi kita sehingga kita tidak lagi bergetar bersama mereka. Oleh sebab itu, kita mesti sangat berhati-hati dan tidak terbawa oleh emosi.

Pernikahan

Pernikahan antara dua anak manusia yang berada pada gelombang kesadaran yang sama dapat memperkuat “gelombang bersama” mereka.
Dan, dengan kekuatan itu pula mereka dapat mengundang kekuatan-kekuatan alam yang kemungkinan tidak dapat diakses secara terpisah.
Banyak orang menjadi sukses setelah pernikahan. Kenapa? Karena alasan yang telah dijelaskan di atas. Kekuatan ganda suami-istri mampu meningkatkan gelombang mereka bersama dan mereka bisa meraih keberhasilan yang tak terbayangkan sebelumnya.
Dukungan dari keluarga dan pasangan hidup adalah faktor penting untuk meraih keberhasilan sejati. Oleh sebab itu, para Yogi selalu menasehati kita untuk mencari pasangan hidup dari kalangan sosial yang sama/mirip supaya hubungan kita langgeng di atas dasar kesetaraan – tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Khusus tentang Perempuan

Para Yogi sangat menghormati kaum perempuan dan menghargai peran mereka sebagai penopang keluarga, masyarakat dan bangsa.
Mereka jauh lebih intuitif daripada kaum pria, lebih disiplin, lembut tapi tegas. Di wilayah peradaban Hindia, kaum perempuan tidak pernah dianggap sebagai warga masyarakat yang lemah dan karenanya mesti selalu berada di bawah kaum pria.
Bagi setiap pria yang ingin meraih keberhasilan: Hendaknya kau menghormati para wanita dalam hidupmu.
Seorang wanita adalah personifikasi Bunda Alam Semesta. Ia adalah wujud kasih dan kekuatan, kelembutan dan ketegasan. Jangan menyalahtafsirkan kelembutannya sebagai kelemahan.
Tiada seorang pun yang menjadi besar, tanpa peran wanita dalam hidupnya. Oleh karena itu berterimakasihlah kepada kaum perempuan, bersyukurlah kepada Keberadaan atas kehadiran mereka dalam hidupmu.

Olah-Batin

Dalam zaman yang serba mau inilah kita baru memahami manfaat ilmu olah batin atau spiritualitas.
Mendalami dan melakoni ilmu-ilmu ini, termasuk meditasi, yoga, dan lain sebagainya membantu kita menyelaraskan diri dengan alam semesta. Dengan demikian, kita memperoleh kekuatan-kekuatan yang sebelumnya tak terbayangkan.
Kekuatan-kekuatan alam itu sesungguhnya bukanlah sesuatu yang gaib, tetapi hasil dari pengetahuan kita tentang berbagai hukum alam. Pemanfaatan hukum-hukum itu menghasilkan apa yang biasa disebut “mukjizat” oleh awam.
Biasakanlah dirimu membaca buku-buku tentang spiritualitas, metafisika, dan lain sebagainya. Dengan semakin terbukanya pikiran dan meluasnya wawasanmu, semakin berhasilah kau mencapai kesempurnaan hidup.

Kekuatan Doa

Setiap doa yang dipanjatkan dengan ketulusan hati dan kesungguhan jiwa pasti terkabulkan!
Berdoalah, setiap kali kau menghadapi suatu keadaan di mana keseimbangan dirimu goyah.
Berdoalah setiap kali kau merasa tidak berdaya dan lemah untuk menghadapi suatu tantangan yang berat.
Berdoalah dengan cara menarik diri dari keramaian; membuka hati, pikiran, dan jiwamu kepada Gusti-Allah.
Berdoalah untuk memperoleh tuntunan-Nya, bimbingan-Nya. Dan, yakinilah bahwa Ia Maha Mendengar.
Banyak cara yang ditempuh-Nya untuk menjawab doamu. Bukalah dirimu terhadap semua cara itu. Ada kalanya Ia mengutus para malaikat, para dewa, atau para roh suci untuk menolongmu, membimbingmu. Ketahuilah bila semuanya itu terjadi semata karena Ia menghendaki-Nya.
Para Yogi selalu berdoa untuk Terang, untuk Tuntunan, untuk Kebijaksanaan, Kekuatan, dan Kasih. Doa mereka selalu terkabulkan. Belajarlah untuk berdoa seperti mereka.

Jadilah Orang “Besar”!

Tetap tenang dalam keadaan suka maupun duka; tidak terbawa oleh nafsu rendahan; tidak terkendali oleh panca indra; tidak tergoyahkan oleh tantangan-tantangan kehidupan; tidak tergesa-gesa, dan siap menghadapi segala kemungkinan dengan penuh kesabaran, itulah sebagian ciri-ciri “orang besar”.
Dalam keadaan apa pun mereka tetap optimistis, tetap berkarya dengan penuh keyakinan. Tidak khawatir, tidak bimbang, dan tidak berkecil hati. Pantang menyerah, demikianlah mereka.
Jadilah orang “besar”. Karena, kau memang dilahirkan untuk menjadi “besar”. Bukanlah badanmu saja, tapi jiwamu mesti tumbuh menjadi besar. Pikiranmu, perasaanmu, semuanya mengalami pertumbuhan.
Kebesaranmu pastilah mengundang kebesaran. Kekuatanmu mengundang kekuatan. Keyakinanmu mengundang keyakinan.
Alam semesta maha baik adanya.
Jika kau berbuat baik, dan menjadi baik, kau akan mengundang lebih banyak kebaikan dari semesta.
Kebaikanmu mengundang kasih, kepedulian, dan kedekatan sesama manusia. Kau menolong mereka dan mereka pun akan menolongmu. Demikian, dengan saling tolong-menolong, kau memperoleh kebahagiaan. Dan, mereka pun memperoleh kebahagiaan.
Orang “besar” selalu bahagia, ceria, dan bersuka cita. Itulah rahasia kesehatan dan kesejahteraan mereka.

(Spiritual Astrology)

mandiri


menjadi perempuan memang tidak mudah, tidak tega melihat anak terlantar. masalah pasangan (pria) yang mudah lari dari tanggung jawab karena tak hamil, itu urusan lain. perempuan memang tidak semestinya bergantung pada pria, jadilah perempuan yang bertanggung jawab dengan cara memilih pria yang baik dan bisa menghargai perempuan, kalau tidak perempuan sendiri yang akan terus menderita.
sebagai perempuan kita tidak harus memaksakan diri untuk hidup sesuai dengan standar hidup tertentu, tapi tergantung pada orang lain (pria). pakai saja standar hidup yang sesuai dengan kapasitas/kemampuan diri sendiri tapi mandiri.
 
jangan katakan anda tidak mampu mandiri, setiap orang punya kelebihan disamping kelemahan. kelebihan adalah potensi yang bisa dicari dan dikembangkan. cara mencari potensi diri adalah dengan cara mau mencoba sesuatu yang baru. cara mengembangkan potensi dengan cara tidak mudah menyerah kalau mengalami kegagalan.

17 Okt 2011

mimpi ktemu hantu

Aku pernah mimpi ktemu hantu. Kejadiaannya sekitar setahun yg lalu. Hantunya itu menembus tembok kamarku. Kalau tidur, pintu kamar aku tutup. Suasana seram, hantunya juga seram, aku takut.
via mobile · · ·
Ni Nengah Hardiani Walaupun takut, aku terima aja kedatangan hantu itu. Sepertinya hantu itu ingin tahu sesuatu. Hantu itu datangnya dari arah sawah di samping rumahku.
via mobile ·
Ni Nengah Hardiani Lalu aku jelaskan ttg hal yg ingin diketahuinya. Hantu itu sepertinya mengerti, dia manggut2, trus pergi.
via mobile ·
L:Oh (hantu yg baik)
Ic: apakah setahun lalu mbak pernah merasa khawatir?
via mobile ·
Ni Nengah Hardiani @Ic: mungkin.
@L: iya ternyata dia baik, cuma tampilannya aja yg serem.
via mobile ·
Wa: emang dia mau tau apa c, ni nengah ?
via mobile ·
Ni Nengah Hardiani Aku lupa dia pingin tau apa.
via mobile · · 1 person
Wa: Tampangnya kayak hantu2 dalam film2 indon pa film2 bule c,say?
via mobile ·
Ni Nengah Hardiani Maklum udah agak lama, kejadian setahun yg lalu, aku gak ingat lagi detilnya. Lumayan seram, aku sampe merinding waktu itu.
via mobile ·
Wa: Wah, kamu hebat. Kalu aku pasti pingsan....
via mobile ·
Ni Nengah Hardiani Aku jadi berpikir kalo aku waktu itu lari atau menghindar, hantu itu akan terus menghantui.
via mobile ·
Ni Nengah Hardiani Soalnya kan dia datang kerumahku. Kecuali kalo aku ktemu hantu di tempat orang, baru deh aku yg pergi.
via mobile ·
Ge: tanya nya gimana ya..Hallo .. han... ada yg bisa saya bantu?
Ni Nengah Hardiani Dialog detilnya aku lupa, maklum udah lama.

zen

The fearless thought of Zen is like the powerful roaring of a lion.
Striking terror into the hearts of all other animals.
Even the king of the elephants runs off, forgetting his dignity.
Disciples of good heart, they alone,
like the old dragon hear that roaring with calm delight.

Yes, Zen is like the roar of a lion. All other religions speak in a way that does not hurt so much. They are compromising; they compromise with your sleep. Zen is non-comprimising. It does not care about your sleep and your beautiful dreams. It shocks you, it shatters you. Its whole effort is to wake you, whatsoever the cost. Yes, it is like a lion's roar.

Disciples of good heart, they alone,
like the old dragon hear that roaring with calm delight.

It can be heard only with a deep love for truth. It can be heard only by those who are real inquirers, not just curious, not just spectators, not just philosophers, but who are really ready to go through a radical transformation – who are ready to die and be reborn. It is only for those few people who have guts and courage, because it is not for a Sunday religion like Christianity, that each Sunday you go to the Church and your paradise is assured. It is not like Mohammedanism, that you pray for five times, go on repeating like a parrot the same words, which are not your words, which are not spontaneous to you, which have been imposed by others on you – you may not even know their meaning.

(Osho, Walking in Zen, Sitting in Zen, Full Circle Publishing, New Delhi, 2001)

16 Okt 2011

kecoak

Aku pernah takut pada kecoak. Tentu saja ini ketakutan yang tidak logis, tidak masuk akal. Tapi ketakutan ini nyata, tiap orang biasanya punya ketakutan pada hal tertentu yang kurang masuk akal, dan itu menjadi kelemahan orang tersebut.
Bila hal ini dikaitkan dengan teori reinkarnasi, mungkin saja, mungkin aku punya pengalaman buruk dengan kecoak di kehidupan yang lalu. Mungkin aku pernah mati dikerubuti kecoak, misalnya hehehe...
Jadi, dulu itu, waktu aku takut dengan kecoak, aku minta bantuan orang di sekitarku untuk menyingkirkan kecoak itu. Minta bantuan kakak atau adik laki-lakiku. Memang sih, bila bertemu kecoak waktu itu, aku ngga sampe menjerit histeris, paling cuma begidik merinding. Tapi perasaan takut ini cukup mengganggu.
Perasaan takut kecoak ini ada bagusnya juga, aku jadi agak rajin bersih-bersih rumah. Karena kecoak akan lebih sering ditemui di rumah yang kotor, di kamar mandi yang jorok, di dapur yang jarang dibersihkan, karena kecoak makan makanan sisa.
Pada suatu ketika aku putuskan untuk menghadapi kecoak sendiri, untuk menghadapi ketakutanku pada kecoak. Ketika bertemu kecoak, akan aku bunuh dengan cara memukulnya dengan benda yang ada di sekitarku, contohnya buku atau koran yang dilipat. Tapi di awal-awal, cara itu sering tidak berhasil, karena takut aku jadi gugup, sehingga pukulanku tidak akurat. Juga menjadi kurang bertenaga, karena gugup juga. Sehingga walaupun kadang-kadang kena, tapi si kecoak tidak langsung mati. Jadi keder juga, wah ternyata kecoak itu binatang yang tangguh, jadi agak mengkeret nyaliku.
Sempat juga muncul pikiran yang ngeles, mencari pembenaran untuk memelihara rasa takutku. Pikiran semacam ini; kecoak itu kan sesama makhluk hidup, kenapa mesti dibunuh? Tapi muncul lagi pikiran begini; kecoak itu kan tidak bisa diajak berunding atau tidak bisa lagi diusir baik-baik dari tempat yang bukan habitatnya (kamarku yang sudah bersih). Jadi, satu-satunya cara bila bertemu kecoak di kamarku, bunuh saja!
Akhirnya aku menemukan cara efektif untuk menyingkirkan kecoak dari kamarku. Caranya dengan memukulnya dengan sandal jepit yang biasa aku kenakan di dalam rumah. Di rumah aku biasa memakai sandal jepit karena lantai keramik terasa agak dingin di kakiku. Lama-lama karena sudah sering memukul kecoak, aku menjadi lebih berani, sehingga pukulanku menjadi lebih bertenaga dan akurat.

4 Apr 2011

Super Intelligence!

Super Intelligence!



Melampaui mind atau gugusan pikiran, yakni intelek – yang merupakan pengembangan mind dan emosi, Super Intelligence adalah kesadaran jiwa, dengannya kita dapat menyaksikan perubahan-perubahan yang senantiasa terjadi pada lapisan mind dan emosi. Bahkan, kita dapat mengendalikan dan memanfaatkan perubahan-perubahan tersebut.

Abad ke-18 adalah abad para penemu seperti Newton dan Darwin. Penemuan-penemuan mereka di bidang fisika dan evolusi fisik manusia sangat menentukan pemikiran kita hingga hari ini.

Abad ke-19 adalah abad para psikolog seperti Freud dan William James; pemikir seperti William Atkinson, Wallace Wattles, dan James Allen; dan, para spiritualis seperti Blavatsky, Besant, Vivekananda, dan lainnya. Mereka semua, tanpa kecuali menempatkan pikiran manusia dia atas fisik. Manusia tidak lagi dilihat sebagai makhluk tak berdaya yang dikendalikan oleh alam. Dengan kekuatan pikirannya, ia dapat menguasai alam.

Demikian, benih parapsikologi dan fisika kuantum mulai bertunas. Kemungkinan-kemungkinan yang sebelumnya tidak pernah terpikir mulai ramai dibicarakan.

Kita memasuki abad ke-20 dengan pemahaman baru tentang hukum-hukum alam. Bahwasanya, segala sesuatu relatif adanya... Dan, barangkali relativitas itulah absolut.... Barangkali, karena ternyata, Hukum Kemungkinan sebagaimana dijelaskan oleh Buddha dan Mahavira sekitar 500 tahun sebelum masehi memang “berlaku”. Lagi-lagi, “mungkin berlaku”!

Dari mind atau pikiran, kita beralih ke emosi, perasaan; dari fisik ke metafisik; dari tangga ke ular, dan sebaliknya dari ular ke tangga!

Abad ke-20 adalah abad Albert Enstein, Napoleon Hill, Maharishi Mahesh Yogi, Deepak Chopra, dan tentunya para Rockfeller di setiap benua.



Belajar dari Abad Silam



Kita memasuki abad ke-21 dengan pengalaman beberapa abad yang masih terekam dalam kesadaran kolektif umat manusia.

Pengalaman-pengalaman inilah yang akan mengantar kita pada next level! Intelejensia Supra menghubungkan kita dengan semesta, yang saat ini belum terjadi.

Saat ini kita masih berada dalam posisi tarik-menarik. Kita masih ingin menarik yang terbaik bagi diri kita saja. Kita belum mencapai tingkat intelejensia supra di mana kita bisa merasakan kesatuan, bukan sekedar persatuan dengan semesta.

Jika masih ada seorang pun yang tidur dengan perut kosong malam ini, saya ikut merasakan laparnya. Itulah intelejensia supra. Kemudian, intelejensia ini pula yang akan menuntun kita untuk “secara aktif” mencari solusi supaya tidak ada satu pun orang yang tidur dengan perut kosong.

Intelejensia supra inilah yang dapat mewujudkan surga di bumi. Intelejensia supra inilah yang dapat mendatangkan Kerajaan Allah.

Inilah abad yang ditunggu-tunggu.

Datangnya abad inilah yang diramalkan sejak 5.000 tahun yang lalu, ketika umat manusia secara kolektif mengalami degradasi kesadaran, dan dari intelejensia supra kesadaran kita merosot ke level terendah. Sejak itu, dari masa ke masa kesadaran kita mengalami peningkatan hingga sampailah kita pada masa yang sangat menentukan ini.

Barangkali Anda mulai menanyakan alasan kita membahas semua ini, dan...



Apa Urusannya dengan Astrologi?



Bukan dengan astrologi fortune cookies seperti yang kita temukan di koran dan di majalah, urusannya adalah dengan “Masa penuh Kemungkinan”!

Karena, buku ini bukanlah buku hitam-putih yang baku, “Jika bintangmu Virgo, kamu pasti orang yang sangat berperasaan dan romantis. Titik.”

Apa selalu demikian?

Saya pernah bertemu dengan seorang remaja Virgo yang tampaknya tak berperasaan. Lempeng dan lurus seperti papan. Lebih keras dari batu, kepala baja barangkali... Ia melanggar dan sekaligus menentang segala deskripsi tentang seorang Virgo.

Namun, setelah mengenal dia lebih jauh, lebih dalam, ternyata karakter Virgo dalam dirinya belum terungkap. Romantismenya terpendam, perasaannya terkubur – ia seorang yang sangat tidak bahagia.

Ia dibesarkan dalam suatu lingkungan ketika romantisme dianggap tabu; dan, perasaan dianggap sesuatu yang bersifat sangat pribadi sehingga tidak perlu diungkapkan. Remaja itu bisa tumbuh menjadi pembunuh berdarah dingin. Tertimbun dalam dirinya adalah segudang perasaan yang tidak pernah terungkap. Terpendam dalam jiwanya adalah obsesi dan fantasi liar, khayalan-khayalan yang sangat berbahaya. Remaja itu tinggal tunggu waktu kapan dirinya meledak, yang jelas akan memcelakakan dia sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Nah, dengan menyelami isi buku ini, Anda akan menemukan potensi diri Anda... Apa yang dapat Anda capai dan betapa sayangnya jika potensi itu tidak dikembangkan.

Buku ini juga menjelaskan sisi-sisi negatif dalam diri kita. Penulis buku ini tidak mengibuli kita dengan ucapan-ucapan manis bila kita mesti melihat yang positif saja. Tidak, penulis buku ini mengajak kita untuk bersikap positif, yang berarti “bersikap holistic” -- melihat gambaran hidup seutuhnya. Kita tidak melihat kehidupan sepotong-sepotong.



(Spiritual Astrology, Anand Krishna, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2010)

3 Apr 2011

Be the Best of Whatever You Are

Be the Best of Whatever You Are
by Ni Nengah Hardiani on Friday, April 1, 2011 at 6:23pm

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin

yang tegak di puncak bukit

Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,

yang tumbuh di tepi danau



...Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,

Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang

memperkuat tanggul pinggiran jalan



Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya

Jadilah saja jalan kecil,

Tetapi jalan setapak yang

Membawa orang ke mata air



Tidaklah semua menjadi kapten

tentu harus ada awak kapalnya….

Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi

rendahnya nilai dirimu

Jadilah saja dirimu….

Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri..



Douglas Malloch – Be the Best of Whatever You Are



If you can’t be a pine on the top of the hill,

Be a scrub in the valley — but be

The best little scrub by the side of the rill;

...Be a bush if you can’t be a tree.



If you can’t be a bush be a bit of the grass,

And some highway happier make;

If you can’t be a muskie then just be a bass —

But the liveliest bass in the lake!



We can’t all be captains, we’ve got to be crew,

There’s something for all of us here,

There’s big work to do, and there’s lesser to do,

And the task you must do is the near.



If you can’t be a highway then just be a trail,

If you can’t be the sun be a star;

It isn’t by size that you win or you fail —

Be the best of whatever you are!