21 Okt 2011

pura gunung kawi


Ni Nengah Hardiani seingatku pernah ke tempat ini, sudah lama, sekitar tahun 1990-an. waktu itu acara study tour di sekolah, smpn 1 denpasar. mengunjungi tempat-tempat bersejarah di bali.

22 hours ago · Like · 1 person



Ni Nengah Hardiani ini diukir di tebing.

22 hours ago · Like



Natalie A Widya Sungguh indah & adem tentrem, saya pernah kesana, rasanya damai sekali. TKS utk fotonya

22 hours ago · Unlike · 1 person



Irwan Kurniadi yang saya ingat dulu waktu kesini...semua perempuan bertelanjang dada tanpa malu, sekarang ?

22 hours ago · Like



Ni Nengah Hardiani tak ada perempuan bertelanjang dada di tempat umum di bali sekarang

22 hours ago · Like



Ni Nengah Hardiani kecuali mungkin nenek2 yg berusia di atas 60 tahun.

22 hours ago · Like



Irwan Kurniadi ‎@Ni Nengah Hardiani : waktu itu sekitar tahun 80an.....sebuah kemajuan atau kemunduran ?

22 hours ago · Like



Ni Nengah Hardiani mengenai kemajuan atau kemunduran, tergantung dari sisi mana melihatnya.

22 hours ago · Like · 1 person



Irwan Kurniadi ekspresikan dari sisi mana dilihatnya.....

22 hours ago · Like



Ni Nengah Hardiani menurutku itu ngga masalah. aku berpenampilan sesuai situasi dan kepribadian aja.

22 hours ago · Like



Irwan Kurniadi Bali adalah propinsi Indonesia yang relatif sama budayanya, beda dengan pulau Jawa. Akan tetapi karena telanjang dada dimaknai negatif menurut kacamata orang Jawa dan dunia, maka budaya ini dicoba dihilangkan. Pertanyaannya sama dengan apakah orang Papua masih boleh pake koteka ? ...renungan kita bersama

22 hours ago · Like · 1 person



Ni Nengah Hardiani sepertinya para laki2 suka melihat perempuan bertelanjang dada. tapi kalau aku pribadi kurang suka berpakaian minim, kecuali di kolam renang. karena kalo berpakaian minim aku mudah masuk angin.

22 hours ago · Like · 1 person



Irwan Kurniadi he..he...itu karena konsep dunia yang dipaksakan masuk ke dalam budaya Indonesia. Coba dicari datanya, dulu di bali dengan bali sekarang, kasus perkosaan lebih banyak mana ? saya yakin orang Bali tidak memaknai telanjang dada karena para lelakinya suka dada wanita terbuka.....

22 hours ago · Like



Ni Nengah Hardiani maksudnya begini, kami para wanita di bali, tak terlalu mempermasalahkan pakaian (telanjang dada atau tidak). kami berpikir dan bersikap praktis saja. kami pakai pakaian yg sesuai dengan iklim dan tuntutan jaman. tidak terlalu ribet juga menghubung-hubungkan data perkosaan dgn pakaian. kalau bertelanjang dada, terutama perempuan muda, jelas bikin para pria bernafsu.

22 hours ago · Like · 1 person



Maheso Wongateleng menurut nenek aku yg di tinggal disana, dulu di Bali memang banyak perempuan bertelanjang dada, (dan tidak pernah ada kasus pemerkosaan) setelah itu BK (president RI 1) memerintahkan untuk menutup dada2 itu .. :D

21 hours ago · Like



Ki Sawungpraja Kenapa BK memerintahkan seperti itu ?

21 hours ago · Like



Maheso Wongateleng wah itu saya ngga tahu, aku kan di ceritain nenek(dongeng sebelum tidur)

21 hours ago · Like



Ni Nengah Hardiani mengenai kasus pemerkosaan itu sebenarnya relatif. sampai sekarang pun, dimana saja, bukan cuma di bali, banyak perempuan yang menjadi korban pemerkosaan tidak melaporkan kejadian yg dialaminya secara hukum, dengan berbagai alasan.

21 hours ago · Like



Ni Nengah Hardiani menurut cerita nenek saya, yang dari lahir sampai meninggal di bali, jaman dia dulu banyak perempuan bali yang menikah karena dipaksa.

21 hours ago · Like



Ni Nengah Hardiani posisi perempuan di bali dari dulu sampai sekarang, secara adat lemah.

21 hours ago · Like · 1 person



Irwan Kurniadi ‎...kalau bertelanjang dada, terutama perempuan muda, jelas bikin para pria bernafsu....logika ini benar ketika suasananya tepat. Kalo sudah terbiasa melihat wanita bertelanjang dada, jelas tidak akan bernafsu lagi para prianya...seperti yang sudah terjadi dulu2. Saya pikir kalo menyesuaikan dengan iklim..jelas telanjang dada di bali lebih nyaman karena panasnya.....Tapi inti masalah bukan disini, melainkan pada kenyataan, banyak hal yang sifatnya lokal digantikan oleh nilai-nilai baru yang belum tentu pas dengan sikonnya...hal ini terjadi di banyak daerah di Indonesia, tidak hanya di bali

21 hours ago · Like



Ni Nengah Hardiani kalau masyarakat cerdas, orang-orangnya cerdas dan mau kritis, nilai-nilai baru itu yg tidak pas, akan ditolak/tidak diaplikasikan.

21 hours ago · Like



Irwan Kurniadi nilai-nilai lokal gagal dipertahankan karena pemerintah gamang dengan kebhinekaan Indonesia....Semua budaya lokal dinilai dari satu sudut pandang global saja. COba kita berkaca pada Thailand, negeri para biksu sekaligus surga sex Asia....menurut anda ?

20 hours ago · Like



Ni Nengah Hardiani di bali soal sex relatif lebih terbuka dan tidak represif seperti di daerah-daerah lain di indonesia.

20 hours ago · Like · 1 person



Irwan Kurniadi ‎..sayangnya yang cerdas belum melindungi yang kurang cerdas. Padahal ratio yang kurang cerdas di sini masih sangat banyak. Yang terjadi yang cerdas malah membodohi yang sudah bodoh...

20 hours ago · Like



Irwan Kurniadi Antara bali dan Thailand : godaan dan setan boleh ada dimana saja, kita yang bebas memilih, mau ikut setan dan menurutkan nafsu manusiawi kita atau secukupnya saja ...renungan buat kita semua

20 hours ago · Unlike · 1 person



Ki Sawungpraja hanya pemahaman dan penghormatan terhadap nilai nila budaya sebagai kaidah pluralis sebagai amanah NKRI

20 hours ago · Like · 1 person



Batara Jaya apapun permasalahan nya.., yang pasti candi itu keren..saya yakin tidak ada unsur korupsi waktu membangun candi itu..
hehehe..

20 hours ago · Like · 1 person



Ki Sawungpraja BJ :..... yaang ada unsur paksaan, yangh nolak digantung....

20 hours ago · Like



Marihot Sumbayak Bagus pura-nya Ni...kirain yg di jawa timur...

20 Okt 2011

lomba bidang study


Ini fotoku waktu mewakili propinsi Bengkulu pada lomba bidang study tingkat nasional di Jakarta. Waktu itu aku kelas 6 SD. aku mewakili untuk lomba bidang study ilmu pengetahuan alam.
Aku tinggal di Bengkulu sejak tahun 1979 sampai tahun 1990. Dari umur sekitar 3 tahun sampai pas liburan naik kelas 2 SMP pindah ke Bali.
Kedua orangtua bekerja sebagai PNS yang ditempatkan di Kodya Bengkulu. Ayah bekerja di Departemen Tenaga Kerja, ibu bekerja di Departemen Transmigrasi.
Aku suka membaca dan belajar di sekolah, sehingga waktu SD aku sering juara umum di sekolah. Jadinya guruku memilih aku untuk ikut lomba bidang study. Awalnya ikut seleksi bersama wakil-wakil dari SD-SD yang satu wilayah, aku mendapat nilai tinggi, sehingga mewakili kecamatan. Bertanding dengan wakil dari kecamatan lain, menang juga. Terus diadu dengan wakil dari kabupaten lain di tingkat provinsi. Dari tiga sesi lomba yang diadakan, aku berhasil mengungguli wakil dari kabupaten lain, sehingga menjadi wakil propinsi untuk ikut lomba serupa di Jakarta.
Di Jakarta bertanding dengan teman-teman dari 27 propinsi. Lomba berlangsung sekitar 4 hari. Hari terakhir semua peserta diajak jalan-jalan seharian berwisata, menonton film Indonesia Indah di teater Imax TMII, mengunjungi taman burung dan bermain di dunia fantasi.
Dalam foto itu adalah acara malam penutupan. Aku mengenakan pakaian adat Bengkulu, berkebaya beludru merah yang gerah. Sanggulnya juga berat karena full aksesoris dari logam berwarna emas. Jadinya aku duduk menunduk karena merasa tak nyaman. Waktu itu aku iri dengan teman wakil dari Kalimantan yang terlihat nyaman dengan pakaiannya. Dia mengenakan pakaian semacam rok span selutut dan blus beludru tanpa lengan. Rambutnya juga tidak disanggul, hanya memakai semacam ikat kepala.

pura lempuyang


pura lempuyang, bali.

Yesterday at 8:12am · Like · 1 person



Iwan Saputra bagus.. Aku suka keindahan alam yg dipadu dg bangunan2/ patung2..
Bahkan aku bermimpi seandainya membuat rumah, akan memilih lahan yg luas dg banyak pepohonan n seni patung macam kuil tiongkok..

Yesterday at 8:44am via mobile · Like · 1 person



Marcus Van Bager Ni Nengah Hardiani: itu di daerah mana? bagaimana cara mencapainya? tks..

Yesterday at 8:54am · Like



Ajeng Rusty

Pura Lempuyang Luhur, located at the summit of Mount Bisbis, District of Abang, Karangasem regency or about 92 km from Denpasar City. Pura Luhur Lempuyang glorified as stana Agnijaya or Dewa Hyang Iswara.There is no historical record of when exactly was founded Pura Lempuyang. There are sources who say they have stood since the first century AD, or the 10th century AD. History Pura Lempuyang closely related to the arrival of MPU Kuturan in Bali. MPU Kuturan lot to teach about ways to manufacture and arrangement parahyangan, including Pura Lempuyang. Based on this conclusion, Pura Lempuyang existed since the 10th century AD during the reign of King Marakata in Bali.

Inscription mentioning Sading Village, at saka year 1072 or in 1150 BC, King Jayasakti from Java came to Bali with his empress and 400 of his followers to do semadhi and dharma in the temple area Lempuyang.
Piodalan Pura Luhur Lempuyang Sweet Day falls on every Galungan or exactly on the day Wrespati Umanis Dungulan wara.Pengempon temple of manners (residents) Purwayu Pakraman Village, Tista Village, Kecamatan Abang, Karangasem.

Yesterday at 9:57am · Unlike · 3 people



Ajeng Rusty Dlu aq kesana ma teman2 sekolah SMA naik truk... hahaha.. kyaknya ga ada public transport yg langsung ke sana dri denpasar.. harus sewa kendaraan sendiri.. terus mendaki gunung Lempuyang ke pura itu.. lumayan .. 1 hari penuh...... capek pol deh.... :)

Yesterday at 10:02am · Unlike · 1 person



Ni Nengah Hardiani dari tempat parkir kendaraan, ada ratusan anak tangga menuju lokasi pura di atas. kalo sedang mendaki anak tangga ini ada pantangannya, tak boleh ada kata keluhan semacam, 'capek deh' keluar dari mulut -- waktu mendaki -- bakal capek beneran dan gak nyampe di atas katanya.

23 hours ago · Like · 1 person



Ni Nengah Hardiani ratusan anak tangga ini kalo mau dihitung, bakalan beda2 hasilnya masing2orang, ngga tau knapa.

23 hours ago · Like



Ajeng Rusty Ni Nengah Hardiani aq 2x kesana sampe puncak trus kok.. bilang capeknya setelah sampe rumah.. :D

23 hours ago · Unlike · 1 person



Ni Nengah Hardiani seingatku aku baru sekali sembahyang di pura ini.

23 hours ago · Like



Blubps Blub ingin ke sana bersamamu, Ni Nengah Hardiani....

22 hours ago · Unlike · 1 person



Jaya Saba gmn dengan yang buat tempat itu? capeknya pasti doble! budaya dan seni terajut menjadi 1 ksatuan nan elok! maha karya manusia abad masehi

20 hours ago · Like



Freya Swift

‎..


wooooooooowwwww



sukaaaaaaaaaa
sukaaaaaaaaa


pwngen ke sanaaaa..

20 hours ago via mobile · Unlike · 1 person



Ni Nengah Hardiani kalo ke sana, yg cewe kalo bisa pake kebaya, atau paling tidak kain, untuk bagian bawah. atasannya bisa blus biasa.

16 hours ago · Like



De Kafirun King saya mo kesana, pake baju lengkap untuk ritual, pinjemin dong Ni Nengah Hardiani yang ukuran XXL :)) biar enak, walau XL aja muat :D

16 hours ago · Like · 1 person



Ni Nengah Hardiani aku ngga punya baju ritual lengkap untuk cowok.

16 hours ago · Like



De Kafirun King Jiah, jahitin dong Ni Nengah Hardiani , kan pandai menjahit.

16 hours ago · Like



Ni Nengah Hardiani bisa siapkan kemeja biasa atau baju koko dan kain batik aja gpp, untuk cowok.

16 hours ago · Like



Ni Nengah Hardiani menjahit kelamaan, lagi kurang mood untuk menjahit, aku bukan tukang jahit profesional. :)

16 hours ago · Like



Ni Nengah Hardiani santai aja, kalo ke bali nanti banyak yg jual pakaian sembahyang khas bali, bisa dibeli, harganya bervariasi.

gelombang otak

Hansberger, seorang ilmuwan Jerman setelah PD I, menemukan bahwa kesadaran mempunyai kaitan erat dengan frekuensi gelombang otak. Gelombang otak adalah frekuensi pancaran otak yang direkam dengan electroencephalogram (EEG). Gelombang Beta mempunyai frekuensi 14 sampai 28 siklus per detik. Ini adalah kesadaran jaga kita. Ketika kita sedang tegang, kuatir atau sibuk dengan kegiatan yang menguras otak, maka Gelombang Beta yang mendominasi otak kita.

Gelombang berikutnya adalah Gelombang Alpha dengan panjang gelombang 8 sampai 13 siklus per detik. Pada gelombang ini seseorang masih berada dalam kesadaran jaga, tetapi dalam kondisi yang rileks, kreatif, bebas dari kekhawatiran – atau sering disebut sebagai kondisi meditatif ringan. Pada kondisi ini seseorang belum sampai pada keadaan tidur, namun pikirannya sudah tidak lagi aktif. Kondisi ini adalah kondisi netral di mana panca indera bekerja maksimal sehingga seseorang akan menjadi sangat “awas”.

Banyak latihan bela diri yang memiliki unsur meditasi di mana otak orang tersebut dapat mencapai Gelombang Alpha sehingga tubuh dapat merespons dengan cepat. Contoh: Tai Chi, Aikido, dan Ba Gua Chuan sering disebut moving zen, karena beberapa latihan-latihannnya menginduksi gelombang otak untuk mencapai Gelombang Alpha. Respons tubuh dengan cara ini berbeda dibanding ketika hormon adrenalin seseorang bekerja. Seseorang yang hormon adrenalinnya sedang bekerja, maka tubuhnya juga akan merespons dengan cepat, tetapi pada saat itu hanya kesadaran binatang (insting) yang terletak di batang otak yang aktif.

Berada pada gelombang Beta dan Alpha, seseorang akan memasuki keadaan Jagarita.

Gelombang yang sedikit lebih panjang lagi adalah Gelombang Theta yang mempunyai frekuensi dengan siklus 4-7 kali per detik. Inilah keadaan Svapna. Umumnya kondisi jaga anak-anak berada pada frekuensi ini, sementara orang-orang dewasa jarang yang berfrekuensi Theta pada kondisi jaga. Pada orang-orang dewasa, kondisi ini sering muncul menjelang tidur dan ketika sedang mengalami mimpi sehingga berhubungan langsung dengan alam bawah sadar orang tersebut. Seseorang yang sedang dalam kondisi meditatif secara mendalam, kreatifitasnya tinggi, dan reseptif terhadap hal-hal paranormal sebenarnya juga sedang mengalami Gelombang Theta. Tidak heran bila kita sering tidak bisa membedakan dengan tepat keadaan seseorang yang sedang bermimpi dengan seseorang yang sedang berhalusinasi. Pada saat bermimpi, seseorang mengalami REM (Rapid Eye Movement) atau mata bergerak dengan cepat.

Seseorang yangmengalami sleepwalking atau berjalan sambil tidur, gelombang otaknya pun juga berada pada tingkat ini. Tetapi, ketika bangun ia tidak ingat sama sekali apa yang telah dilakukannya, karena ia sebenarnya berada dalam alam mimpi. Seseorang yang berada dalam alam mimpi, umumnya ketika bangun tidur tidak ingat mimpi apa yang dialaminya.

Gelombang keempat adalah Gelombang Delta yang mempunyai frekuensi dengan siklus 1-3 per detik. Gelombang ini muncul pada saat seseorang berada dalam kondisi tidur tanpa mimpi (deep sleep) atau meditasi yang sangat dalam.

Sampai saat ini, ilmuwan baru dapat memetakan hingga deep sleep. Tetapi, ribuan tahun yang lalu para Resi sudah mengenal hingga tahap berikutnya yang disebut Turiya. Pada saat itu, seseorang akan mempunyai gelombang otak 0 siklus per detik. Akan sangat lama bagi para ilmuwan masa kini untuk membuktikan frekuensi 0 siklus per detik. Mereka akan menganggap seseorang yang berada pada kondisi itu telah mati secara klinis. Tapi, bagi para Resi, seseorang yang mati secara klinis belumlah mencapai kondisi Turiya. Bagaikan transmiter yang rusak, otak tidak memancarkan frekuensi apa pun karena otak sudah tidak berfungsi. Tapi, di lain pihak, penelitian pernah membuktikan bahwa seorang Yogi dapat menurunkan frekuensi otaknya hingga hampir 0 siklus per detik. Setiap beberapa menit atau jam, otak yang kelihatannya datar mengalami spike atau lonjakan. Frekuensinya menjadi satu dibagi beberapa ratus siklus per detik, tetapi tetap belum mencapai 0.

Gelombang otak manusia hanyalah medium. Apa yang dipancarkan bersama gelombang otak tersebut bisa berlainan. Jika tiga orang yang sedang tidur bermimpi dan ketiganya berada pada gelombang yang sama, maka tidak berarti ketiga orang tersebut bermimpi hal yang sama, meskipun kadang-kadang hal tersebut bisa terjadi. Seperti modem internet pada komputer yang menggunakan kabel telpon untuk mengirimkan sinyal-sinyal berupa data-data komputer. Data-data yang dikirim melalui sinyal-sinyal pada kabel telpon itu sesungguhnya dikonversikan ke dalam bentuk suara. Demikian juga pikiran manusia menggunakan medium gelombang otak hingga mampu dialami oleh seluruh bagian tubuh.

Pada saat seseorang sedang tertidur dan mengalami mimpi buruk, dia akan terbangun sambil berkeringat dingin serta jantung berdebar-debar. Apa yang hanya dialami dalam alam mimpi (kesadaran kedua), secara fisik dirasakan oleh tubuh dalam kesadaran jaga. Jadi, batas antara keempat keadaan tersebut tidak sejelas yang dikira.

Dalam alam mimpi seseorang hampir tidak bisa 'berpikir'. Bahkan untuk menyadari bahwa dirinya sedang bermimpi pun tidak bisa. Ketika ia menyadari dirinya sedang bermimpi, maka sebetulnya saat itu ia sedang tidak bermimpi.



(Sains dan Spiritualitas, Roy Budi Efferin, One Earth Media, 2006)

Unlike · · Unfollow Post · 14 hours ago



You, Leonardo Rimba, Barry Yusepin, Arjun Gomo and 4 others like this.



Frans Hananto Membicarakan gel. pikiran tentu sangat berkaitan dengan komunikasi dan representasi.

Afiliasinya menuju pada komunikasi internal (batin),di mana manusia mencapai circle of exellent kemudian diimplementasikan pada setiap visinya.

Dalam hal martial art sudah seringkali digunakan utk peningkatan baik tehnik maupun power.
Indonesia merupakan salah satu yg pesat sekali mengembangkan tehnik komunikasi internal (Hypnosis,NLP,Neuro semantik).

13 hours ago · Unlike · 1 person



Ni Nengah Hardiani kadang2 aku suka baca yg semacam ini, tapi kadang2 mumet juga.

13 hours ago · Like · 2 people



Frans Hananto sebetulnya apa tepatnya yg bikin mumet mbak Nengah?..membaca,memhamainya?ataukah karena persoalan lain..

13 hours ago · Like



Ki Mansu sama mbak Nengah, aku juga gitu, belum begitu paham

13 hours ago · Like



Muhamad Asyifudin sayang sekali pengetahuan (Hypnosis,NLP,Neuro semantik) terkesan mahal.

12 hours ago · Like



Ni Nengah Hardiani Kalo yg ini masih sederhana, kalo yg lebih lanjut lagi, lebih detail/rumit, mulai agak pusing, mungkin perlu waktu lebih lama untuk bisa paham.

12 hours ago via mobile · Like



Kang Tom's Ni Nengah Hardiani; aku nggak kadang lagi, pasti mumet. tapi ya aku baca berulang sambil cari referensi. yah namanya belajar...

12 hours ago · Like · 1 person



Frans Hananto sebetulnya gak perlu yg rumit,utk latihan paling ideal adalah self talk saat kita berpikir sesuatu...contoh:..tuhan membuat aku jadi baik>>self talk kita:..lho benarkah Tuhan buat aku "baik"..baik apanya,baikkepada apa,baik dari sisi mana,baik utk siapa ...bukanka yg kuperlukan adalah aku baik kondisi batin dan kondisi tubuhku,ya akulah yg merawat dan mengembangkan...

*****

Dalam kesempatan lain kita buat diri kita relaks dengan memerintahkan organ tubuh kita:..

!..wahai kepala pada saat ini saya perintahan anda utk relaks...

2.Wahai dada saya perintahaan menjadi relaksss..dan nyman..

3.Wahai punggung,saat ini juga jadilah relaksss..sangat nymannn..dan santai..

4.dan seterusnya....

setelah mencapai relaksasi penuh....
buatlah program dengan kata kata positif..

11 hours ago · Like · 2 people



Ni Nengah Hardiani Persis begitu frans, yg kamu tulis di komen ttg menanyakan pd diri sendiri, relaksasi untuk anggota badan kemudian pemrograman untuk positif itu pernah aku pelajari dan aku praktekkan.

4 hours ago via mobile · Like



Ariek CBholic Mumet bingung gpp, yg ptg dpt wawasan baru...

41 minutes ago via mobile · Unlike · 2 people



Ichsant Sopian self hypnosis

19 Okt 2011

pangeran diponegoro

Pada penyisihan pemilihan putri indonesia, juri memberikan pertanyaan;
Juri: coba sebutkan tokoh penting yg masih hidup;
miss Dona: pangeran Diponegoro;
Juri: beliau sudah lama meninggal;
mis Dona: masa sih??;
malamnya Dona nanya ke teman sekamarnya mis Nina;
Dona: emang pangeran Diponegoro udah meninggal ?;
Nina: ya iyalah;
Dona: kapan?? ; Nina:1830;
Dona: ya alloh … habis maghrib kemarin ya????
Nina: ???????????????
(Ario P.)

wonogiri


Ini foto bersama ibu di Jawa Tengah. Dalam foto ini usiaku sekitar 2,5 tahun. Aku lahir tanggal 8 Februari 1976 di Klinik Bersalin Pancasila, Baturetno, Wonogiri, Jawa Tengah. Itu yang aku pernah baca di dokumen yang dibuat oleh paramedis yang membantu kelahiranku.
Kedua orangtua asli Bali, mereka lahir dan besar di Bali. Orang tuaku waktu itu bertugas di Jawa Tengah. Mereka bekerja di semacam proyek pemerintah, para sarjana diturunkan ke desa untuk memberi penyuluhan/pendampingan tentang hal-hal mendasar, seperti membuat jamban, membuat makanan sehat untuk balita dan lain-lain.
Pada tahun 1979 keluarga kami pindah ke Kotamadya Bengkulu, karena ibu diangkat menjadi PNS di Departemen Transmigrasi. Sedangkan bapak diangkat sebagai PNS di Departemen Tenaga Kerja. Dan uniknya kantor tempat mereka berhadapan, berseberangan, di jalan yang sama.

18 Okt 2011

alam semesta maha baik adanya


Alam Gaib

Alam ini penuh dengan makhluk-makhluk halus, roh-roh yang senantiasa siap sedia untuk membantu para pemberani. Mereka tegas, penuh semangat, dan berkarya dengan kesungguhan hati.
Kita tidak bisa menjelaskan cara kerja mereka. Tapi, sesungguhnya tidak perlu mengetahui cara mereka bekerja. Kita tahu cara mereka bekerja atau tidak, mereka tetaplah bekerja dan membantu kita.
Mereka adalah jiwa-jiwa agung, mulia, dan jauh berada di atas kita. Mau menyebutnya malaikat, silakan. Mau menyebutnya dewa, silakan. Mereka sudah bebas dari dualitas suka/tak-suka. Mereka membantu siapa saja yang berada pada “frekuensi” yang sama, gelombang yang sama dengan mereka.
Adapun untuk berada pada gelombang itu, kita mesti bebas dari rasa dengki, iri, amarah, dan lain sebagainya. Kita mesti mampu mengendalikan hawa-nafsu dan tidak terkendali olehnya.
Luapan emosi yang tidak terkendali, khususnya luapan emosi amarah, menurunkan frekuensi kita sehingga kita tidak lagi bergetar bersama mereka. Oleh sebab itu, kita mesti sangat berhati-hati dan tidak terbawa oleh emosi.

Pernikahan

Pernikahan antara dua anak manusia yang berada pada gelombang kesadaran yang sama dapat memperkuat “gelombang bersama” mereka.
Dan, dengan kekuatan itu pula mereka dapat mengundang kekuatan-kekuatan alam yang kemungkinan tidak dapat diakses secara terpisah.
Banyak orang menjadi sukses setelah pernikahan. Kenapa? Karena alasan yang telah dijelaskan di atas. Kekuatan ganda suami-istri mampu meningkatkan gelombang mereka bersama dan mereka bisa meraih keberhasilan yang tak terbayangkan sebelumnya.
Dukungan dari keluarga dan pasangan hidup adalah faktor penting untuk meraih keberhasilan sejati. Oleh sebab itu, para Yogi selalu menasehati kita untuk mencari pasangan hidup dari kalangan sosial yang sama/mirip supaya hubungan kita langgeng di atas dasar kesetaraan – tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Khusus tentang Perempuan

Para Yogi sangat menghormati kaum perempuan dan menghargai peran mereka sebagai penopang keluarga, masyarakat dan bangsa.
Mereka jauh lebih intuitif daripada kaum pria, lebih disiplin, lembut tapi tegas. Di wilayah peradaban Hindia, kaum perempuan tidak pernah dianggap sebagai warga masyarakat yang lemah dan karenanya mesti selalu berada di bawah kaum pria.
Bagi setiap pria yang ingin meraih keberhasilan: Hendaknya kau menghormati para wanita dalam hidupmu.
Seorang wanita adalah personifikasi Bunda Alam Semesta. Ia adalah wujud kasih dan kekuatan, kelembutan dan ketegasan. Jangan menyalahtafsirkan kelembutannya sebagai kelemahan.
Tiada seorang pun yang menjadi besar, tanpa peran wanita dalam hidupnya. Oleh karena itu berterimakasihlah kepada kaum perempuan, bersyukurlah kepada Keberadaan atas kehadiran mereka dalam hidupmu.

Olah-Batin

Dalam zaman yang serba mau inilah kita baru memahami manfaat ilmu olah batin atau spiritualitas.
Mendalami dan melakoni ilmu-ilmu ini, termasuk meditasi, yoga, dan lain sebagainya membantu kita menyelaraskan diri dengan alam semesta. Dengan demikian, kita memperoleh kekuatan-kekuatan yang sebelumnya tak terbayangkan.
Kekuatan-kekuatan alam itu sesungguhnya bukanlah sesuatu yang gaib, tetapi hasil dari pengetahuan kita tentang berbagai hukum alam. Pemanfaatan hukum-hukum itu menghasilkan apa yang biasa disebut “mukjizat” oleh awam.
Biasakanlah dirimu membaca buku-buku tentang spiritualitas, metafisika, dan lain sebagainya. Dengan semakin terbukanya pikiran dan meluasnya wawasanmu, semakin berhasilah kau mencapai kesempurnaan hidup.

Kekuatan Doa

Setiap doa yang dipanjatkan dengan ketulusan hati dan kesungguhan jiwa pasti terkabulkan!
Berdoalah, setiap kali kau menghadapi suatu keadaan di mana keseimbangan dirimu goyah.
Berdoalah setiap kali kau merasa tidak berdaya dan lemah untuk menghadapi suatu tantangan yang berat.
Berdoalah dengan cara menarik diri dari keramaian; membuka hati, pikiran, dan jiwamu kepada Gusti-Allah.
Berdoalah untuk memperoleh tuntunan-Nya, bimbingan-Nya. Dan, yakinilah bahwa Ia Maha Mendengar.
Banyak cara yang ditempuh-Nya untuk menjawab doamu. Bukalah dirimu terhadap semua cara itu. Ada kalanya Ia mengutus para malaikat, para dewa, atau para roh suci untuk menolongmu, membimbingmu. Ketahuilah bila semuanya itu terjadi semata karena Ia menghendaki-Nya.
Para Yogi selalu berdoa untuk Terang, untuk Tuntunan, untuk Kebijaksanaan, Kekuatan, dan Kasih. Doa mereka selalu terkabulkan. Belajarlah untuk berdoa seperti mereka.

Jadilah Orang “Besar”!

Tetap tenang dalam keadaan suka maupun duka; tidak terbawa oleh nafsu rendahan; tidak terkendali oleh panca indra; tidak tergoyahkan oleh tantangan-tantangan kehidupan; tidak tergesa-gesa, dan siap menghadapi segala kemungkinan dengan penuh kesabaran, itulah sebagian ciri-ciri “orang besar”.
Dalam keadaan apa pun mereka tetap optimistis, tetap berkarya dengan penuh keyakinan. Tidak khawatir, tidak bimbang, dan tidak berkecil hati. Pantang menyerah, demikianlah mereka.
Jadilah orang “besar”. Karena, kau memang dilahirkan untuk menjadi “besar”. Bukanlah badanmu saja, tapi jiwamu mesti tumbuh menjadi besar. Pikiranmu, perasaanmu, semuanya mengalami pertumbuhan.
Kebesaranmu pastilah mengundang kebesaran. Kekuatanmu mengundang kekuatan. Keyakinanmu mengundang keyakinan.
Alam semesta maha baik adanya.
Jika kau berbuat baik, dan menjadi baik, kau akan mengundang lebih banyak kebaikan dari semesta.
Kebaikanmu mengundang kasih, kepedulian, dan kedekatan sesama manusia. Kau menolong mereka dan mereka pun akan menolongmu. Demikian, dengan saling tolong-menolong, kau memperoleh kebahagiaan. Dan, mereka pun memperoleh kebahagiaan.
Orang “besar” selalu bahagia, ceria, dan bersuka cita. Itulah rahasia kesehatan dan kesejahteraan mereka.

(Spiritual Astrology)