3 Des 2011

cara kerja otak dan brain washing

Stimulus atau rangsangan-rangsangan yang diterima oleh indra manusia, berupa:

- gelombang cahaya yang ditangkap oleh penglihatan;

- getaran suara yang ditangkap oleh pendengaran;

- getaran mekanik yang ditangkap oleh perabaan; dan

- zat kimia yang ditangkap oleh lidah.

Selanjutnya, saraf-saraf indra manusia mengubah semua itu menjadi aliran listrik. Dalam bahasa medis, proses penerusan rangsangan atau stimulus yang diterima oleh saraf-saraf indra, ke jaringan saraf berikutnya, disebut 'transmisi impuls'.

Transmisi impuls diselenggarakan oleh pembawa transmisi impuls, yang sesungguhnya merupakan molekul protein, dan disebut neuro-transmitter. Neuro-transmitter ini berada dalam synap yang dipancarkan dan diterima oleh membran reseptor.

Membran reseptor sendiri memiliki potensi ganda. Bagian dalam membran bermuatan ion negatif. Dan bagian luar membran bermuatan ion positif. Ini yang disebut polarisasi dalam reseptor. Neuro-transmitter menyebabkan terjadinya depolarisasi, berarti muatannya diubah dan dalam sekejap berubah lagi menjadi polarisasi.

Perubahan ini ditranmisikan atau diteruskan sepanjang serabut saraf ke sel saraf berikutnya, sehingga pada akhirnya sampai pada sel-sel saraf di otak. Kemudian proses yang sama terulangi lagi -- untuk menyampaikan respons otak kepada organ tubuh bersangkutan.

Tranmisi ini sesungguhnya terjadi dalam bentuk aliran listrik. Dalam hal ini, disebut bio-electric. Dengan terciptanya medan listrik, seluruh proses transmisi berlanjut dengan kecepatan yang sangat tinggi -- yaitu 50 meter per detik. Bila tinggi orang 2 meter, dari ujung kaki sampai ke otak dibutuhkan waktu 1/25 detik. Cepat sekali.

Singkatnya, sirkuit synap-synap saraf adalah sirkuit bio-electric. Dan, kita mengenal adanya 2 macam sirkuit -- yang asli dan artifisial.

Selera kucing terhadap ikan disebabkan oleh sirkuit bio-electric yang asli. Berarti, sejak lahir dalam dirinya sudah ada reseptor synap saraf yang membutuhkan rangsangan atau stimulus berupa ikan.

Instink-instink hewani dalam diri manusia juga merupakan sirkuit bio electric yang asli. Sejak lahir, dalam dirinya sudah ada reseptor synap saraf yang membutuhkan rangsangan atau stimulus berupa makan, seks, tidur, dan rasa nyaman. Inilah yang disebut lapisan-lapisan kesadaran hewani.

Disamping itu, dalam diri manusia ada juga kecenderungan-kecenderungan atau selera-selera tertentu yang bersifat khas. Kecenderungan-kecenderungan dan kebiasaan-kebiasaan khas tersebut menciptakan reseptor synap saraf yang bersifat khas pula.

Maka timbullah apa yang disebut 'keinginan'. Dan, jika keinginan-keinginan tersebut tidak terpenuhi, maka akan menjadi obsesi. Ini masih merupakan sirkuit bio-electric yang asli.

Sedangkan sirkuit bio-electric yang artifisial tercipta oleh synap saraf baru, yang terbentuk semasa hidup seseorang.

Ilmu medis mengakui adanya kebiasaan-kebiasaan dan kecenderungan-kecenderungan khas yang sudah ada dalam diri manusia, ketika ia dilahirkan. Ini mungkin bisa dikaitkan dengan reinkarnasi.

Terbentuknya synap baru, disebabkan oleh 'perhatian' pada suatu rangsangan atau stimulus, dan 'pengulangan' atau dimunculkannya stimulus tersebut berulang-kali.

Kendati demikian, pengulangan suatu stimulus dalam jangka pendek tidak akan sempat membentuk synap baru. Seperti halnya, nomor telepon yang pernah kita ingat lalu terlupakan.

Kemudian, synap-synap baru yang sudah terbentuk pun masih bisa mengalami regresi dan lenyap, jika perangsangnya tidak dihadirkan terus-menerus.

Ketika kita mempelajari sesuatu yang baru, jalur tertentu tercipta dalam jaringan saraf otak kita. Di antara sel-sel saraf terdekat terdapat synap.

Dalam diri manusia, synap-synap baru merupakan hasil pengkondisian oleh orang tua, masyarakat, pendidikan, adat-istiadat, agama, dan lain sebagainya. Dengan begitu terbentuklah sirkuit synap-synap saraf yang lebih permanen, stabil, dan sulit dihilangkan.

Dalam bahasa meditasi, inilah yang yang disebut 'mind' -- synap-synap baru yang hampir permanen, sehingga manusia bertindak sesuai dengan pengkondisian yang dia peroleh. Ia diperbudak oleh pengkondisian tersebut dan tidak bebas lagi untuk mengekspresikan dirinya.

Tragisnya: sudah tidak bebas, dia juga tidak sadar bahwa dalam dirinya ada sesuatu yang perlu diekspresikan.

Latihan-latihan meditasi akan membebaskan manusia dari pengkondisian yang membelenggu jiwanya.

Kemudian, synap-synap baru yang masih labil, yang muncul-lenyap, muncul-lenyap adalah 'thoughts' atau satuan pikiran. Thoughts akan selalu segar. Tidak basi seperti mind. Dengan thoughts kita bisa hidup dalam kekinian.

Dengan pengkondisian yang kita peroleh dari luar tidak dapat dibayangkan lagi, berapa ribu macam sirkuit synap baru yang terbentuk dalam otak kita.

Dan, karena pengkondisian tersebut dilakukan oleh manusia-manusia robot -- yang dirinya sendiri terkondisi -- maka setiap sirkuit synap masih saja berkaitan dengan instink-instink hewani.

Lahirnya agama-agama besar sebenarnya merupakan reaspons terhadap pengkondisian yang sudah berjalan lama dan menjadi basi, tetapi dalam perjalanan sejarah, setiap agama menciptakan pengkondisian baru, sehingga setiap kali harus diperbaharui lagi.



Semua stimulus yang sempat tertangkap oleh panca indra, menjadi aliran bio-electric, baik yang ditangkap secara sadar, maupun yang ditangkap secara tak sadar.

Yang ditangkap secara sadar adalah yang melibatkan conscious mind. Ini adalah stimulus-stimulus yang berkaitan dengan kebutuhan instink-instink dalam diri manusia.

Yang ditangkap secara tidak sadar tidak melibatkan conscious mind, karena tidak berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan instink dalam diri manusia.

Kendati demikian, semua stimulus tersebut, baik yang disadari maupun tidak disadari, akan tetap terkumpul, tersimpan, dan tersusun sebagai medan energi bio-electric. Ini yang disebut subconscious mind.

Intensitas pikiran bisa membuat seseorang melampaui conscious mind dan memasuki subconscious mind. Namun ketika intensitasnya menurun, ia pun kembali pada conscious mind.

Isi subconscious mind itu bisa macam-macam. Misalnya seseorang sedang dalam perjalanan dari kota A ke kota B, maka apa pun yang yang ada akan terekam dalam subconscious mind. Padahal, banyak hal yang tidak berkaitan dengan kebutuhan instink dalam dirinya.

Misalnya, jumlah tiang listrik yang ada antara kota A dan kota B sudah jelas tidak berkaitan dengan kebutuhan instinknya, tetapi tetap juga terekam. Jadi bukan iklan makanan, iklan kondom(inium), dan iklan tempat peristirahatan saja yang terekam.

Dalam keadaan dihipnotis seseorang bisa menyebut jumlah tiang tersebut dengan tepat. Mengambil data dari subconscious mind.

Berarti, selama ini subconscious mind kita banyak menyimpan sampah juga. Termasuk filsafat.

Jika apa yang kita baca hanya dijadikan konsumsi otak, maka akan menjadi sampah dalam 'tong subconscious'. Kemudian kita akan mencocok-cocokkan apa pun yang kita baca dengan 'sampah referensi' yang sudah ada dalam 'tong subconscious' itu.

Jadi kita tidak bisa menerima 'apa adanya'. Kita akan selalu membandingkan dengan 'apa yang sudah ada' dalam referensi kita. Kesalahpahaman, pertikaian, dan perang antar-agama -- semuanya terjadi karena itu.



Segala yg tertangkap oleh panca indra, akan menjadi informasi subconscious mind, dan kapasitasnya tak terbatas. Dan informasi ini dapat diungkapkan kembali oleh conscious mind tanpa harus dihipnotis.

Caranya masukan informasi diberikan melalui rileksasi meditasi. Conscious mind dibuat tenang, hening dan badan rileks, dengan rileksasi meditasi disertai background musik yg tenang dan lembut.

Conscious mind yg demikian menjadi sangat waspada. Jadi conscious mind ya tenang dan hening, tdk ada rentetan pikiran, justru menjadi sangat waspada.

Indranya dapat menangkap beberapa sumber informasi (walaupun halus sekali) serempak, sekaligus.

Seperti suara degub jantungnya sendiri terdengar, gerakan usus dapat terasa, gesekan dedaunan di luar dapat terdengar, dan lain sebagainya.

Keadaan tenang, hening, rileks ini dapat dipertahankan untuk waktu tertentu.

Dalam kurun waktu inilah seseorang mengucap (verbal, jadi melalui indra pendengaran yang melakukan rileksasi meditasi), memberi masukan informasi yg konstruktif, realistik, universal.

Misalnya dalam upaya seseorang untuk mengganti subconscious mind yg halusinatif dengan masukan yg konstruktif, realistik, universal tadi, bagi orang atau sekelompok orang yg melakukan rileksasi meditasi tersebut.

Walaupun mereka sedang mendengarkan musik yg lembut sembari melakukan meditasi rileksasi, ucapan itu akan terdengar pula lengkap sepenuhnya. Subconscious mind juga sekaligus akan 'mendengar' dan masukan informasi 'disimpan' seluruhnya olehnya.

Kemampuan subconscious mind menyerap dan menyimpan informasi adalah tak terbatas.

Bahkan cipta pikiran atau rentetan pikiran kita sendiri disimpan dan menjadi referensinya. Maka sangat berhati-hatilah dalam berpikir.

Masukan informasi melalui rileksasi meditasi bukanlah hipnotis.

Pada proses pemasukan informasi melalui rileksasi meditasi, conscious mind tetap sadar, namun dgn kondisi tenang & hening, tdk ada pikiran,yg justru malah membuatnya menjadi waspada.

Sedangkan pada hipnotisme, conscious mind dibuat tidak berdaya.

Masukan informasi melalui rileksasi meditasi sesungguhnya adalah penyerapan informasi oleh subconscious melalui conscious yg sadar dan justru dibuat sangat waspada, tidak lengah.

Adanya rentetan pikiran pada conscious mind membuat conscious mind lengah, tak mampu menyerap serempak atau sekaligus segala sumber informasi, krn kesadaran luasnya tersita hanya tertuju ke rentetan pikiran tsb. Inilah kelengahan.

Melalui teknik ini seseorang dpt memberikan banyak informasi dlm waktu singkat. Informasi yg dlm keadaan biasa makan waktu 8 jam, dgn teknik ini cukup waktu satu jam saja.

Semacam brain washing dgn kecepatan tinggi, dari subconscious yg destruktif, halusinatif, dan sampah2 yg lain, menjadi konstruktif, realistik universal.

Teknik ini dpt juga dipakai untuk tujuan2 lain, maka akan berbahaya bila digunakan oleh penyelenggara meditasi, namun tdk mempunyai awareness, krn dpt disalahgunakan, baik dgn sengaja maupun tidak.

2 Des 2011

rileksasi meditasi

Segala yg tertangkap oleh panca indra, akan menjadi informasi subconscious mind, dan kapasitasnya tak terbatas. Dan informasi ini dapat diungkapkan kembali oleh conscious mind tanpa harus dihipnotis.

Caranya masukan informasi diberikan melalui rileksasi meditasi. Conscious mind dibuat tenang, hening dan badan rileks, dengan rileksasi meditasi disertai background musik yg tenang dan lembut.

Conscious mind yg demikian menjadi sangat waspada. Jadi conscious mind ya tenang dan hening, tdk ada rentetan pikiran, justru menjadi sangat waspada.

Indranya dapat menangkap beberapa sumber informasi (walaupun halus sekali) serempak, sekaligus.

Seperti suara degub jantungnya sendiri terdengar, gerakan usus dapat terasa, gesekan dedaunan di luar dapat terdengar, dan lain sebagainya.

Keadaan tenang, hening, rileks ini dapat dipertahankan untuk waktu tertentu.

Dalam kurun waktu inilah seseorang mengucap (verbal, jadi melalui indra pendengaran yang melakukan rileksasi meditasi), memberi masukan informasi yg konstruktif, realistik, universal.

Misalnya dalam upaya seseorang untuk mengganti subconscious mind yg halusinatif dengan masukan yg konstruktif, realistik, universal tadi, bagi orang atau sekelompok orang yg melakukan rileksasi meditasi tersebut.

Walaupun mereka sedang mendengarkan musik yg lembut sembari melakukan meditasi rileksasi, ucapan itu akan terdengar pula lengkap sepenuhnya. Subconscious mind juga sekaligus akan 'mendengar' dan masukan informasi 'disimpan' seluruhnya olehnya.

Kemampuan subconscious mind menyerap dan menyimpan informasi adalah tak terbatas.

Bahkan cipta pikiran atau rentetan pikiran kita sendiri disimpan dan menjadi referensinya. Maka sangat berhati-hatilah dalam berpikir.

Masukan informasi melalui rileksasi meditasi bukanlah hipnotis.

Pada proses pemasukan informasi melalui rileksasi meditasi, conscious mind tetap sadar, namun dgn kondisi tenang & hening, tdk ada pikiran,yg justru malah membuatnya menjadi waspada.

Sedangkan pada hipnotisme, conscious mind dibuat tidak berdaya.

Masukan informasi melalui rileksasi meditasi sesungguhnya adalah penyerapan informasi oleh subconscious melalui conscious yg sadar dan justru dibuat sangat waspada, tidak lengah.

Adanya rentetan pikiran pada conscious mind membuat conscious mind lengah, tak mampu menyerap serempak atau sekaligus segala sumber informasi, krn kesadaran luasnya tersita hanya tertuju ke rentetan pikiran tsb. Inilah kelengahan.

Melalui teknik ini seseorang dpt memberikan banyak informasi dlm waktu singkat. Informasi yg dlm keadaan biasa makan waktu 8 jam, dgn teknik ini cukup waktu satu jam saja.

Semacam brain washing dgn kecepatan tinggi, dari subconscious yg destruktif, halusinatif, dan sampah2 yg lain, menjadi konstruktif, realistik universal.

Teknik ini dpt juga dipakai untuk tujuan2 lain, maka akan berbahaya bila digunakan oleh penyelenggara meditasi, namun tdk mempunyai awareness, krn dpt disalahgunakan, baik dgn sengaja maupun tidak.

Allah Bisa Tetap Ada, Tetapi Bukan Memperbudax Manusia

Leonardo Rimba:
Simbol Tuhan bagi orang Belanda cuma figur sederhana ini, makanya dia orang bisa begitu maju. Bisa maju karena tidak ribetz.

Allah Bisa Tetap Ada, Tetapi Bukan Memperbudax Manusia
by Leonardo Rimba II on Friday, December 2, 2011 at 12:20pm

Beberapa tahun lalu saya dapat penglihatan berupa peta Indonesia dan Belanda yg menyala. Keduanya menyala sekaligus. Saya langsung tahu bahwa ada energi yg luar biasa apabila kedua simbol itu disatukan. Indonesia dan Belanda. Kenapa? Karena selama ini kita berusaha untuk bilang bahwa amburadulnya Indonesia adalah akibat penjajahan Belanda. Itu pemutar-balikkan fakta. Korupsi dan penyalah-gunaan kekuasaan pemerintah bukan warisan dari Belanda. Belanda mengajarkan kita pemerintahan bersih, no korupsi, penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia. Itu Belanda.



Kalau Indonesia bisa jadi amburadul begini, maka itu diakibatkan karena kita melupakan tradisi yg diwariskan Belanda. Kita mencoba meneruskan tradisi leluhur kita. Dan inilah tradisi leluhur kita. Korupsi itu tradisi Jawa. Penyalahgunaan kekuasaan juga tradisi Jawa. Jangan salahkan Belanda.



Saya lihat simbol Tuhan di dalam kesadaran orang Belanda adalah figur sederhana Sinterklaas. Sangat membumi, tidak aneh-aneh, praktis, tidak menyeramkan. Makanya Belanda begitu maju dari dahulu sampai sekarang. Kita ketinggalan kereta, pedahal yg ditarik kereta kita juga. Our kereta is made in Belanda. We forget about it.



-



So, ik baru sadar beberapa hari terakhir ini saja, ternyata Sinterklaas simbol terkuat yg ada di kesadaran orang Belanda. Ini simbol Tuhan. Begitu manusiawi, tidak rasis, praktis. Simbol satunya lagi adalah lagu Wilhelmus dan monarki Belanda. Lagu Wilhelmus, monarki dan Sinterklaas semuanya berhubungan dengan Spanje (Spanyol). Spanyol adalah simbol masa lalu (alam bawah sadar) di orang Belanda. Tetapi segalanya sekarang berada di masa kini, walaupun bisa ditelusuri berasal dari Spanje. Simple, praktis, tidak neko-neko. Dan itulah kekuatan orang Belanda.



Indonesia harusnya mewarisi semangat ini juga, sayang dibuang-buang. Dianggap tidak berharga. Pedahal ini lah yg menghantarkan Belanda sehingga menjadi kumpulan orang yg terpandang di satu dunia. Belanda itu terpandang. Indonesia akan terpandang kalau mau mengakui bahwa kita lahir dari rahim Belanda. Belanda dari rahim Spanje (Spanyol). Dan, pada gilirannya, Spanje berhasil keluar dari rahim Arab, setelah dikandung selama 800 tahun, hohoho...



AS berhasil "mencuri" semangat Belanda ini, dengan cara mengadaptasi Sinterklaas menjadi Santa Claus. Menurut pakem Belanda, Sinterklaas datang dari Spanje (Spanyol), Santa Claus ala AS datang dari Kutub Utara. Lebih netral karena AS merupakan campuran macam-macam bangsa. Sinterklaas Belanda datang dari Spanyol karena Spanyol merupakan simbol alam bawah sadar orang Belanda. Di alam kesadaran Belanda, Spanyol itu saudara tua. Higher Spirit.



Monarki Belanda adalah simbol ego, dan Spanyol simbol alam bawah sadar. Ego is the manusia Belanda, yg rasional, rajin kerja dan menabung. Pelit dan anti korupsi. Kita sudah kehilangan warisan dari Belanda ini, walaupun tetap ada di dalam alam bawah sadar kita. Belanda adalah simbol dari alam bawah sadar manusia Indonesia.



Kalau bicara tentang ego, maka Indon is terbulak-balik. Ego ditekan, ditindas habis-habisan. Maksudnya agar manusia tidak mempunyai identitas. Kalaupun punya, yg ada identitas untuk menjadi hamba sahaya. Menjadi budax. Budax agama atau negara. Itu cara mendidik yg tidak rasional. Pendidikan Belanda tidak begitu. Belanda mengajarkan cara berpikir rasional.



Bisa ada mitos seperti Sinterklaas yg dilakoni setiap tahun, tetapi setiap orang dewasa tahu bahwa itu cuma mitos. Legenda. Kisah rekaan. Tetap digunakan karena secara rasional legenda Sinterklaas bisa digunakan untuk mengajarkan budi pekerti kepada anak-anak Belanda. Ada hadiah kalau berperilaku baik, dan ada hukuman kalau nakal. Cuma itu saja, tanpa tekan-menekan ego.



Ego adalah yg memutuskan, apakah mau menjadi baik atau nakal. Kalau ego ditekan atau mau dibasmi habis seperti kelakuan orang Indon, maka yg tersisa adalah manusia tanpa hati nurani. Without conscience. Bisa berbasa-basi, muka manis, mulut manis. Tetapi tanpa nurani. Jutaan yg seperti itu di Indonesia sekarang. Di pemerintahan tidak terhitung. Itu bukan warisan Belanda. Itu ulah leluhur kita yg memang tidak kenal Sinterklaas.



Saya kenal Sinterklaas, bagian dari masa kecil saya. Makanya saya muak sama penipuan diri sendiri yg kata kuncinya "buang ego". Saya diajar untuk pake otax. Untuk punya ego, dan bukan buang itu ego dan jadi koruptor. Bukan buang itu ego dan jadi budax Allah. Tidak begitu ajaran rasional dari Eropa.



Allah bisa tetap ada, tetapi bukan memperbudax manusia.



-



Sinterklaas dari Belanda lucu sekali. Ada lagunya yg berbunyi, Sinterklaas datang dari Spanje (Spanyol) naik stoomboot (steamboat, kapal uap). Turun dari stoomboot langsung naik kuda. Beda dari Santa Claus yg naik kereta salju dan ditarik reindeer (rusa kutub). Rusa yg paling depan namanya Rudolf, yaitu reindeer yg hidungnya menyala. Makanya kereta Santa tidak pakai lampu karena ada Rudolf yg tarik kereta itu di paling depan. Hidungnya menyala, bisa bikin terang jalanan walaupun Santa datang di malam Natal yg gelap pekat karena hujan salju terus menerus. Great stories, great listeners, and great morals too.



Kemarin saya baru dapat pengertian, bahwa ternyata Belanda merupakan simbol dari alam bawah sadar manusia Indonesia. Sama saja seperti Inggris merupakan simbol dari alam bawah sadar AS, maka alam bawah sadar Indonesia adalah Belanda. Makanya kita tidak akan maju-maju kalau tidak mau menarik energi dari simbol Belanda. Itu alam bawah sadar kita sendiri, seperti Spanyol merupakan simbol dari alam bawah sadar Belanda. Dan Arab simbol dari alam bawah sadar bangsa-bangsa Spanyol dan Portugis.



Ada alam bawah sadar kolektif, dan semuanya berhubungan. Alam bawah sadar kolektif manusia Indonesia namanya Belanda. Kenapa? Karena Belanda yg membuat ini negara yg akhirnya bernama Indonesia. Itu alasannya. Kalau kita masih mau berputar-putar dan tidak mau mengakui, maka bisa sakit jiwa. Namanya sakit jiwa bangsa. Bangsa yg sakit jiwa karena menolak identitasnya sendiri. Ada identitas fisik pribadi, ada identitas fisik bangsa. Ada identitas spiritual pribadi, ada identitas spiritual bangsa. Identitas spiritual bangsa Indonesia selalu melibatkan Belanda yg berperan sebagai simbol dari segala yg ada di alam bawah sadar bangsa kita.



Di alam spiritual, Belanda letaknya di atas Indonesia. Maksudnya lebih senior. Kita turunan dari Belanda, dan bukan sebaliknya.



Leonardo Rimba II: Saya baru perhatikan, ternyata topi Sinterklaas ada salib-nya. Buat nakut-nakutin Setan kali yeh.
5 hours ago · Like · 1

Leonardo Rimba II:
Sinterklaas dari Belanda lucu sekali. Ada lagunya yg berbunyi, Sinterklaas datang dari Spanje (Spanyol) naik stoomboot (steamboat, kapal uap). Turun dari stoomboot langsung naik kuda. Beda dari Santa Claus yg naik kereta salju dan ditarik reindeer (rusa kutub). Rusa yg paling depan namanya Rudolf, yaitu reindeer yg hidungnya menyala. Makanya kereta Santa tidak pakai lampu karena ada Rudolf yg tarik kereta itu di paling depan. Hidungnya menyala, bisa bikin terang jalanan walaupun Santa datang di malam Natal yg gelap pekat karena hujan salju terus menerus. Great stories, great listeners, and great morals too.
5 hours ago · Like · 2

Agustinus Namaste: Sinterklaas di negeri ini banyak yang di tarik pake onta,.bulan2 tertentu bisa pake sapi dan kambing,.juga babi..xixixixixi
5 hours ago · Like

Ni Nengah Hardiani: Yg di foto imut2 banget, cerah, segar dan bersih. Putih bersih dan merah ceria.
5 hours ago · Like

Leonardo Rimba II: Plis jangan terkecoh dengan kostum Sinterklas karena kalau kostum itu dicopot, dibaliknya ada lelaki muda. Bisa diajak bobo bareng kalo suka sama suka. Don't forget pake kondom.
5 hours ago · Like · 1

Kang Nur: ho..ho..hoo..bergembiralah..
5 hours ago · Like · 1

Leonardo Rimba II:
Sudah saya selesaikan. Note ini termasuk sedikit dari yg saya bongkar pasang. Ada note yg langsung jadi, ada yg harus bongkar pasang sampai pas. Yg ini harus dibongkar pasang karena melibatkan alam bawah sadar. Saya mau tunjukkan ada simbol apa di dalam alam bawah sadar Indonesia yg ditakuti oleh Sukarno, Suharto dan bahkan SBY. Itu simbol Belanda. Sukarno tidak pernah ke Belanda, Suharto tidak pernah berhubungan baik dengan Belanda. Seolah-olah mau bilang sekarang Indonesia independent, tetapi tetap saja terpurux, karena telah meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan yg kita warisi dari Belanda. SBY? Yg ini juga tidak punya muka pergi ke Belanda. Jadi, seperti anak nakal yg takut digebuk Swarte Piet. Itu yg saya lihat di alam spiritual.
about an hour ago · Like · 1

Ni Nengah Hardiani: Berarti banyak orang indon yg tak kunjung dewasa, tetep aja anak2.
Belanda meninggalkan tata kota yg rapi di kota2 tua di indonesia dan bangunan/sarana umum yg awet & kokoh krn tak dikorupsi waktu bikinnya.
48 minutes ago · Like · 2

Leonardo Rimba II: Pengertian seperti ini tidak datang begitu saja, saudaraku. Saya sudah tahu kisah Sinterklas sejak saya kecil. Saya dibesarkan dalam budaya itu. Tetapi implikasinya terhadap sikap mental dan spiritualitas orang Belanda barulah saya mengerti sekarang ini saja. Baru beberapa hari terakhir ini saja. Subhanalloh.
5 hours ago · Unlike · 3

Leonardo Rimba: Kemarin saya baru dapat pengertian, bahwa ternyata Belanda merupakan simbol dari alam bawah sadar manusia Indonesia. Sama saja seperti Inggris merupakan simbol dari alam bawah sadar AS, maka alam bawah sadar Indonesia adalah Belanda. Makanya kita tidak akan maju-maju kalau tidak mau menarik energi dari simbol Belanda. Itu alam bawah sadar kita sendiri, seperti Spanyol merupakan simbol dari alam bawah sadar Belanda. Dan Arab simbol dari alam bawah sadar bangsa-bangsa Spanyol dan Portugis. Ada alam bawah sadar kolektif, dan semuanya berhubungan. Alam bawah sadar kolektif manusia Indonesia namanya Belanda. Kenapa? Karena Belanda yg membuat ini negara yg akhirnya bernama Indonesia. Itu alasannya. Kalau kita masih mau berputar-putar dan tidak mau mengakui, maka bisa sakit jiwa. Namanya sakit jiwa bangsa. Bangsa yg sakit jiwa karena menolak identitasnya sendiri. Ada identitas fisik pribadi, ada identitas fisik bangsa. Ada identitas spiritual pribadi, ada identitas spiritual bangsa. Identitas spiritual bangsa Indonesia selalu melibatkan Belanda yg berperan sebagai simbol dari segala yg ada di alam bawah sadar bangsa kita.
5 hours ago · Unlike · 3

Akang Sofwan: Oh. Sesuatu bangetz...
4 hours ago · Like · 2

Leonardo Rimba: Di alam spiritual, Belanda letaknya di atas Indonesia. Maksudnya lebih senior. Kita turunan dari Belanda, dan bukan sebaliknya.
4 hours ago · Like · 2

Sati Mahisa Ireng: analisa yang sangat menarik...tapi dimaksimalkan donk..yang lebih extrim gitu lho..kalo banyak yang bilang kurang etis...bukankah etika itu masalah selera...ya nggak mas leo
7 minutes ago · Like · 1

Ni Nengah Hardiani: segini aja udah banyak yg gerah, kebakaran jenggot. udah lumayan pas lah.
6 minutes ago · Like · 1

Leonardo Rimba II: Di note ini saya tuliskan bahwa Belanda adalah simbol dari alam bawah sadar kolektif bangsa Indonesia. Spanyol adalah simbol dari alam bawah sadar kolektif bangsa Belanda. Dan Arab adalah simbol dari alam bawah sadar kolektif Spanyol. - The pertanyaan now, apa yg menjadi simbol dari alam bawah sadar kolektif bangsa Arab? The answer: Yahudi, hohoho...
2 minutes ago · Like

Sati Mahisa Ireng: Itu memang benar..saya tidak punya genetika yahudi,namun ketika orang yahudi dideskriditkan,itu tidak adil...bukankah muhammad banyak belajar dari orang yahudi? apalagi mereka yg tidak bisa membedakan antara yahudi dan zionisnya....
about a minute ago · Like · 1

Leonardo Rimba II: Pada intinya, satu dunia ini berkaitan, saling berikat secara fisik dan secara spiritual. Alam bawah sadar itu aspek spiritual. Tidak terlihat tetapi ada. Bisa dirasakan.
a few seconds ago · Unlike · 1

halusinasi

Berada lama dalam lapisan subconscious memang bisa merugikan. Seseorang bisa dimanfaatkan.
Misalnya, seseorang yang sedang mengalami halusinasi akut intensif berkepanjangan bisa dimanfaatkan oleh orang lain yang mengaku dirinya sebagai 'penyembuh' atau 'dukun'.
Mereka menyebut keadaan seperti itu sebagai 'kemasukan setan'.
Apa yang dilakukan oleh para dukun yang mengaku bisa mengusir 'setan' atau 'jin'? Mereka hanya memanfaatkan situasi.
Orang yang sedang berhalusinasi mempercayai adanya setan. Kepercayaan tersebut menjadi bagian dari subconscious mind-nya.
Dan kepercayaannya itu juga yang mengganggu dia. Lalu yang dilakukan oleh dukun hanya mengembalikan kesadaran orang itu pada conscious mind.
Sesungguhnya jauh lebih banyak informasi yang tersimpan dalam subconscious mind daripada yang disadari oleh conscious mind.
Begitu banyaknya simpanan tersebut dan terus-menerus ditambah, baik yang disadari maupun tidak, selagi manusianya masih hidup dan panca indranya masih berfungsi.
Sehingga dapat diistilahkan sebagai sampah, karena banyak yang tidak bermanfaat, apalagi yang halusinatif, yang mesti dikikis, dibuang, diganti.

1 Des 2011

berbagi

Banyak yg ga berani muncul, ga berani menampilkan potensi dirinya karena takut dimanfaatkan oleh orang lain.
Kekhawatiran yang berlebihan, karena tiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan.
Dalam kelebihannya itu dia berbagi dan dalam kekurangannya itu dia pasti membutuhkan pertolongan orang lain.
Karena jarang berbagi, seseorang bisa jadi cemas sekali karena mengira semua orang pelit seperti dirinya.
Merasa punya kelebihan tapi ngga mau tampil karena takut dimanfaatkan juga indikasi adanya kesombongan. Menghambat perkembangan diri.
Aku kurang suka masuk kelompok yg banyak basa-basi, lambat.

Desember 2011

Berlainan dengan Cina dan Jepang yg memang sudah bersatu dari sononya, Indonesia ini disatukan oleh Belanda. Baru benar-benar tuntas setelah 300 tahun orang Belanda jungkir balik di kepulauan ini. Tidak mudah untuk membawa manusia yg buta huruf dan terbelakang untuk mulai mengerti bahwa bumi ini bulat, bahwa manusia dilahirkan bebas, bahwa tiap orang berhak untuk menjadi dirinya sendiri. Tidak mudah untuk meluruskan salah kaprah, apalagi yg sengaja direkayasa dan dibina. Suka salah kaprah, kesurupan dan latah adalah ciri khas orang Indon. Kita bisa lepas dari ketiganya, kalau mau.

Desember 2011

by Leonardo Rimba on Thursday, December 1, 2011 at 11:06am

Sudah masuk bulan Desember, harusnya perayaan Sinterklaas sudah dimulai di Holland. Puncaknya nanti tanggal 6 Desember, 5 hari lagi. Dulu di Indonesia masih banyak perayaan seperti ini, saya termasuk mengalaminya. Mungkin sekarang sudah makin habis, atau sudah habis total barangkali, walaupun Sinterklaas juga bagian dari warisan budaya kita. Yg sekarang laris manis is Santa Claus dari AS.



Kita memang gampang melupakan budaya. Langsung switched ke Santa Claus, sedangkan di Belanda sendiri Sinterklaas tetap eksis. Dan itu bukan agama, tentu saja. Orang Belanda (dan orang Kristen Indonesia) tidak membedakan agama orang. Perayaan Natal selalu terbuka bagi semua orang dari dahulu sampai sekarang. Itu warisan Belanda yg sangat bagus, gereja-gereja tidak pernah membedakan orang. Tetapi dipaksa untuk menutup diri oleh pemerintah NKRI. Dipaksa untuk menaruh kata-kata "berlaku untuk kalangan sendiri".



Itu pemecah-belah bangsa yg dimulai oleh Rejim Suharto. Aslinya, gereja-gereja tidak seperti itu, dan masih tidak begitu. Semuanya terbuka bagi siapa saja yg mau datang dan partisipasi.



Ini pengamatan kritis dan analitis, tanpa berusaha berpura-pura. Saya lihat di Bali juga seperti itu. Kita bisa ikut serta perayaan-perayaan orang Bali. Bahkan yg dilaksanakan di dalam pura. Orang Bali juga tidak membedakan agama orang. Kalau tertarik dan mau partisipasi, maka bisa ikut serta. Dari dahulu sampai sekarang seperti itu. Buddha juga seperti itu, siapa saja bisa datang dan ikut serta upacara di vihara. Kejawen juga seperti itu. Dan ini semua mulai hancur berantakan ketika pemerintah NKRI di bawah Suharto mulai memaksakan kata-kata "berlaku untuk kalangan sendiri" di dalam undangan yg dikeluarkan gereja-gereja. Subhanalloh, maksiat.



Di seluruh dunia seperti itu situasinya, perayaan Natal selalu terbuka bagi semua orang. Bukan Natal saja malahan, tetapi setiap saat. Kalau kita lihat, di depan gedung gereja selalu terpampang jam-jam kebaktian / misa. Itu waktu ibadah yg terbuka bagi semua orang. Bisa ikut serta kalau mau. Tidak dibatasi untuk orang Kristen saja. Di satu dunia seperti itu situasinya karena lembaga-lembaga agama adalah lembaga terbuka. Tidak boleh bersifat eksklusive / tertutup. Kalau mendaftar sebagai lembaga keagamaan, syaratnya harus terbuka. Harus membuka pintu bagi siapa saja yg tertarik untuk melihat dan partisipasi, walaupun tidak menjadi anggota.



Ini cara yg sangat beradab. Very civilized. Kristen seperti itu dari dahulu. Buddha juga. Hindu juga. Dan Kejawen juga.



Saya sudah sering meluruskan salah kaprah. Ini satu lagi salah kaprah yg perlu diluruskan. Saya bukan anggota gereja, tetapi saya tahu bahwa gereja di satu dunia selalu terbuka. Tidak pernah exclusive dan membedakan orang. Selalu terbuka bagi siapa saja yg mau datang dan melihat langsung. Tidak ada itu "berlaku bagi kalangan sendiri". Kata-kata itu dipaksakan oleh Rejim Suharto, untuk menimbulkan kesan seolah-olah orang Kristen exclusive. Itu pembodohan massal juga. Faktanya, Kristen selalu terbuka bagi siapa saja yg mau melihat mereka punya upacara dan perayaan. Kalau ada perayaan Natal dan bagi-bagi hadiah, semua orang dapat. Tanpa membedakan agama orang.



Dan ini praktek yg sangat manis. Memperlihatkan kemanusiaan kita. Yg seperti ini tidak perlu dimaki-maki sebagai "kristenisasi" karena mereka cuma menjadi diri sendiri saja. Diri sendirinya memang seperti itu.



Memang mengajak orang untuk masuk Kristen juga, tetapi itu soal lain. Itu namanya penginjilan. Kalau soal buka pintu dan bagi-bagi hadiah Natal, itu bukan penginjilan, melainkan tradisi.



Itu tradisi yg diwarisi dari Belanda. Bersikap terbuka bagi semua orang. Dimulai oleh Belanda, dan akhirnya dipraktekkan oleh satu dunia. Bahkan di kalangan orang bulez, Belanda termasuk pelopor. Belanda itu negara paling liberal dari dahulu sampai sekarang. Nomor satu paling liberal, paling manusiawi, paling berperi-kemanusiaan. Bahkan sampai saat ini. Kita rugi besar apabila meninggalkan tradisi yg diwariskan Belanda karena nilai-nilai kemanusiaannya tidak tergantikan. Bahkan semakin relevan. Bahkan semakin liberal. Seharusnya kita mengikuti Belanda yg bergerak terus.



Negara ini disatukan oleh Belanda, energinya berasal dari simbol Belanda. Dan simbol itu berarti keterbukaan, pemikiran rasional, kejujuran, dan segala macam yg positif. Tetapi Rejim Suharto dan mungkin banyak orang Indon dari kampung-kampung juga yg salah kaprah, mengira tradisi Belanda adalah Setan. Pedahal yg Setan adalah tradisi pribumi. Korupsi, nepotisme, basa-basi... itu tradisi pribumi. Yg dari Belanda kebalikannya.



Saya berkesimpulan, kalau ada kelompok orang yg merasa ditekan di masa kolonial Belanda, maka mereka ditekan oleh pemimpin-pemimpin mereka sendiri. Oleh para priyayi pribumi. Belanda justru mau membebaskan agar orang Indon merasa sederajat. Tetapi otak kawula negara kolonial Hindia Belanda tidak nyampe. Yg nyampe melihat itu cuma orang terdidik seperti M. Hatta. Bahkan Hatta ditawarkan untuk menjadi anggota parlemen Belanda di Den Haag. Tetapi Sukarno kebakaran jenggot. So, ada konspirasi disini. Ada pertentangan antara Sukarno yg melihat ke belakang, cupat dan arogan. Dan Hatta yg melihat ke depan, berpandangan luas, rasional dan manusiawi. Kalau anda selama ini sudah mengambil spirit dari Sukarno, cobalah sekarang ambil dari Hatta.



Jangan dianggap M. Hatta cuma pendamping Sukarno. Tidak begitu. Sukarno harus pegang Hatta karena Hatta adalah prototype manusia terdidik. Manusia internasional. Diterima dimana-mana. Tidak kesetanan.



Tetapi segalanya menjadi amburadul ketika Sukarno menunjuk dirinya sendiri menjadi presiden seumur hidup. Ada konsep Demokrasi Terpimpin yg disempurnakan di jaman Orde Baru dengan nama Demokrasi Pancasila. Sekarang masa jahilliyah itu sudah lewat, tetapi kita masih bingung. Kita kehilangan tradisi kita. Kita lupa, bahwa kita mewarisi tradisi demokrasi dan liberalisme dari Belanda. Yg menyatukan Sabang sampai Merauke adalah Liberalisme, perdagangan bebas, penghormatan terhadap hak-hak individu. Dulu cuma sedikit demi sedikit bisa diperkenalkan oleh Belanda karena masyarakat kita masih terlalu terbelakang. Sekarang, kalau mau, kita bisa mengunyah sendiri semuanya. Belajar sendiri.



Lihatlah ke Belanda. Mereka konsisten dari dahulu sampai sekarang. Tidak ada rasisme, tidak ada diskriminasi. Beda jauh dengan salah kaprah yg dipaksakan kepada kita. Belanda tidak seperti itu, tidak sejahilliyah itu. Yg jahilliyah adalah leluhur kita sendiri. Belanda membebaskan semuanya sehingga kita siap bergabung dengan satu dunia beradab. Tidak langsung tentu saja, tetapi sedikit demi sedikit.



Semakin lama kita semakin mengerti bahwa kita sudah dipersiapkan. Kita sudah jadi seperti orang Belanda 200 tahun lalu, mungkin. Tahun depan kita akan jadi orang Belanda 100 tahun lalu. Tahun depannya lagi kita jadi orang Belanda 50 tahun lalu. Dan tahun depannya lagi kita akan jadi seperti orang Belanda saat ini, Desember 2011.

subconscious mind

Semua stimulus yang sempat tertangkap oleh panca indra, menjadi aliran bio-electric, baik yang ditangkap secara sadar, maupun yang ditangkap secara tak sadar.

Yang ditangkap secara sadar adalah yang melibatkan conscious mind. Ini adalah stimulus-stimulus yang berkaitan dengan kebutuhan instink-instink dalam diri manusia.

Yang ditangkap secara tidak sadar tidak melibatkan conscious mind, karena tidak berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan instink dalam diri manusia.

Kendati demikian, semua stimulus tersebut, baik yang disadari maupun tidak disadari, akan tetap terkumpul, tersimpan, dan tersusun sebagai medan energi bio-electric. Ini yang disebut subconscious mind.

Intensitas pikiran bisa membuat seseorang melampaui conscious mind dan memasuki subconscious mind. Namun ketika intensitasnya menurun, ia pun kembali pada conscious mind.

Isi subconscious mind itu bisa macam-macam. Misalnya seseorang sedang dalam perjalanan dari kota A ke kota B, maka apa pun yang yang ada akan terekam dalam subconscious mind. Padahal, banyak hal yang tidak berkaitan dengan kebutuhan instink dalam dirinya.

Misalnya, jumlah tiang listrik yang ada antara kota A dan kota B sudah jelas tidak berkaitan dengan kebutuhan instinknya, tetapi tetap juga terekam. Jadi bukan iklan makanan, iklan kondom(inium), dan iklan tempat peristirahatan saja yang terekam.

Dalam keadaan dihipnotis seseorang bisa menyebut jumlah tiang tersebut dengan tepat. Mengambil data dari subconscious mind.

Berarti, selama ini subconscious mind kita banyak menyimpan sampah juga. Termasuk filsafat.

Jika apa yang kita baca hanya dijadikan konsumsi otak, maka akan menjadi sampah dalam 'tong subconscious'. Kemudian kita akan mencocok-cocokkan apa pun yang kita baca dengan 'sampah referensi' yang sudah ada dalam 'tong subconscious' itu.

Jadi kita tidak bisa menerima 'apa adanya'. Kita akan selalu membandingkan dengan 'apa yang sudah ada' dalam referensi kita. Kesalahpahaman, pertikaian, dan perang antar-agama -- semuanya terjadi karena itu.