27 Nov 2011

jawa

Leonardo Rimba:

Malam 1 Suro, apa yg bisa saya berikan? Mungkin cuma ini, doa saya agar Jawa terbebaskan dari pembodohan massal yg sudah berlangsung ratusan tahun. Sejak sebelum orang bulez datang ke kepulauan ini. Masyarakat Jawa memang didisain untuk melestarikan perbudakan. Belief systemnya seperti itu. - Semoga semakin tahun semakin putus segala macam keterikatan astral dengan masa lalu, semoga sikap gila hormat di masyarakat Jawa semakin pupus, semoga spirit America the Beautiful hidup dan berkembang disini.


http://www.youtube.com/watch?v=AlYpjTSqMHs&feature=related



Bon Jovi - America The Beautiful (Live In Tokyo, 11/09/2002)

www.youtube.com

Bon Jovi - America The Beautiful (Live In Tokyo, 11/09/2002) ZEPP TOKYO

Unlike · · Unfollow Post · Share · 23 hours ago



You, De Kafirun King, Arjun Gomo, Bambang Parikesit and 37 others like this.

Leonardo Rimba: Kalau tidak berbakat memperbudak orang, artinya anda sudah tercerahkan. Kalau masih suka membanggakan kejawaan, anda termasuk budax. Merasa diri berspiritual tinggi, tetapi sampah.

23 hours ago · Like · 8



Leonardo Rimba: Jawa artinya penipuan diri sendiri. Semakin mahir anda menipu diri sendiri, anda semakin Jawa.

23 hours ago · Like · 4



Leonardo Rimba: So, wong Jawa kari separoh sebenarnya bagus. Itu sudah kemajuan. Sekarang tinggal pertanyaan, separuhnya lagi kapan habis. Kalau semuanya sudah habis, artinya sudah bebas. Sudah tercerahkan. Sudah jadi manusia modern, bukan budax.

22 hours ago · Like · 4

Mas Iman Brahmantia: waduh jawa mana mas ,timur,tengah ,barat.................

22 hours ago · Like · 1



Leonardo Rimba: Oh (semuanya, ini umum saja)

22 hours ago · Like · 2

Leonardo Rimba: Oh (itu Bon Jovi, manusia bebas, bukan budax)

22 hours ago · Like · 1



Mas Iman Brahmantia: LIFE FREE OR DIE....................

22 hours ago · Like



Leonardo Rimba: Stop Press ... http://regional.kompas.com/read/2011/11/26/17021438/Jembatan.Kutai.Kartanegara.Runtuh ... Kalau di AS, ada emergency seperti ini pemerintah akan langsung turun tangan, masuk rapat non stop di Situation Room. Di White House dan di negara bagian. Tetapi karena ini di Indonesia, maka tenang-tenang saja. Masih pesta-pesta dulu. Maklum budaya Jawa, budaya bedzatz.



Jembatan Kutai Kartanegara Runtuh
regional.kompas.com

Jembatan terpanjang di Kalimantan, Jembatan Kutai Kartanegara yang menghubungkan Tenggarong dengan Tenggarong seberang, ambrol.

22 hours ago · Like · 10 ·



Cipta Dewangga: Awalnya harus ada revolusi pemikiran dari setiap individunya...!:)

22 hours ago via mobile · Like · 1



Portgas D Satria Pacifista: Tradisi org jawa, ditampar pi2 kiri kasih pi2 kanan, manut2 wae,

18 hours ago via mobile · Like

Ni Nengah Hardiani: Semua yg dikatakan leo benar. Dia tidak tega lihat manusia diinjak2 dan ditipu. Terpaksa bicara juga, dgn resiko dimaki2 oleh para budak yg tak sadar sedang jadi korban penipuan.

14 hours ago via mobile · Like · 1



Ni Nengah Hardiani: Alam tidak bisa ditipu, dia jujur dan adil, tidak seperti pengadilan manusia yg bisa dimanipulasi.

14 hours ago via mobile · Like · 1



Ni Nengah Hardiani: Aku tinggal di bali, punya tetangga jawa, tentu dia selalu berwajah manis dan tersenyum, tapi buang sampah sembarangan di saluran air, bangsat!

14 hours ago via mobile · Like



Ni Nengah Hardiani: Alam tidak bisa ditipu. Di denpasar ada wilayah relatif baru yg sering banjir, itu di daerah sekitar mesjid.

14 hours ago via mobile · Like



Ni Nengah Hardiani: Aku lihat dgn mata kepalaku sendiri orang jawa itu buang sampah di saluran air di sawah. Petani orang bali yg memakai saluran air dan kakakku rutin bersih2 itu di saluran air. Orang2 yg tinggal di sekitar mesjid itu orang jawa dgn pemukiman kumuhnya.

14 hours ago via mobile · Like · 2

Ni Nengah Hardiani: Aku tidak bermaksud saling ledek antar suku. Cuma mengungkap fakta apa adanya. Kalau orang jawa di bali bertingkah keterlaluan, alam tak bisa ditipu, dia akan membalas setimpal, sesuai dgn perlakuan yg diterima olehnya.

13 hours ago via mobile · Like · 1

Ni Nengah Hardiani Saya bukan budak siapa2. Kalau kata2 manusia yg tulus dan jujur tidak diindahkan lagi, maka alam sendiri yg akan berbicara, tunggu saja.

12 hours ago via mobile · Like · 1

Leonardo Rimba II: Saya tidak merasa connect dengan Suro. Orang bilang ada jin-ny, ada khodam-nya, saya bilang kosong. Makanya saya tidak mau merayakan Suro, saya bukan budax.

9 minutes ago · Unlike · 1

Spiritual itu tentang kejujuran

Ni Nengah Hardiani:

Spiritual itu tentang kejujuran, bukan tipu-tipu untuk mendapatkan pengikut (budak).



Like · · Unfollow Post · 13 hours ago via mobile





Lilik Nathan, Kristina Natazia, Dedo Brintiq Dedo and 7 others like this.






Dvb Deasy: Tipu tipu untuk mendapatkan pengikut atau budak??
Ohh... no!!! Itu benar2 kedogolan yang nyata ....

12 hours ago · Like



Dia Raka JOe: jujur aku menipu diriku sendiri kalau aku ganteng heheheh....

12 hours ago · Like · 1



Ni Nengah Hardiani: Apa pun kemasannya, hubungan budak dan tuan adalah suatu hubungan dimana si budak dihambat perkembangannya sehingga bisa terus-menerus dimanfaatkan oleh tuannya.

12 hours ago via mobile · Like · 2



Ni Nengah Hardiani: Ganteng atau tidak itu tergantung selera yg melihat.

12 hours ago via mobile · Like · 1



Dia Raka JOe: kalau lihat sendiri ngerasa sendiri terlalu narsis diriku sista.....

12 hours ago · Like · 1



Dvb Deasy: Budak dan tuan hanya menghasilkan pembelengguan yg membuat jalannya otak tersumbat hingga akhirnya dogol permanent ...

12 hours ago · Like · 2



Ni Nengah Hardiani: Itu karena kamu terlalu membandingkan dgn orang lain, jadi diri sendiri saja. Kalau ngga ada yg memuji juga gpp, ga usah maksa. Kalau ada yg menjelekkan ada 2 kemungkinan, pertama selera dia beda, kedua mungkin dia lagi bt.

12 hours ago via mobile · Like · 2

Ni Nengah Hardiani: Hidup memang bahaya, kalo mau aman, mati saja, tidur di kuburan, aman dah.

9 hours ago via mobile · Like

Julius Disain Arch: Pemimpin agama dilingkungan masyarakat BOTOLsring melakukan pembodohan massal pd umatnya krn dr situlah dia mendapatkan nafkah,tp krn dia jd pmuka masyarakat dia sgt terhormat,bebas dr jerat hukum,.....!

9 hours ago · Like



Ni Nengah Hardiani: Karena aku tak suka judi seperti yudistira, yg jadi idolaku krishna aja.

8 hours ago via mobile · Like

Ni Nengah Hardiani: Krishna mengambil wujud sebagai manusia dan memilih mati sebagai manusia biasa juga.

8 hours ago via mobile · Like

26 Nov 2011

acara tv

Ni Nengah Hardiani:

Terlau banyak acara tv yg tdk mendidik/mencerdaskan masyarakat, mereka menyebarluaskan pembodohan, melestarikan kebodohan, demi keuntungan komersil jangka pendek.



Like · · Unfollow Post · 8 hours ago via mobile





Lilik Nathan, Ibnu Tirto, Freya Swift and 8 others like this.




Ni Nengah Hardiani: Tayangan kekerasan diulang-ulang beberapa kali sehari dlm bentuk siaran berita, sungguh tdk sehat bagi mental masyarakat.

8 hours ago via mobile · Like



Ki Mansu: para pemilik media tidak peduli bangsa ini mau mau maju atau mundur, yg penting dapat rating tinggi

8 hours ago · Unlike · 1



Arby Yasa: apa yg ada didepan mata memang tidak selalu sesuai dg keinginan kita. inilah kenyataan. tidak semua yg kita anggap buruk itu jelek. seperti fonomena kekerasan itu ada dan memang harus diketahui masyarakat. hal mendidik atau tidak tergantung kita menilainya dari sisi mana dan bgmana menyikpinxa ? kalau pun tayangan tsb diulang2 itu karna banyaknya stasiun TV 《coba kalo cumaTVRI saja》 dan seringnya/lamanya kita ntn tv. jadi intinya jangan terlalu apriori thdp segala sesuatu yg tdk sesuai dg kehendak kita.

8 hours ago via mobile · Like



Ni Nengah Hardiani: Kalau tidak pandai memilih dan memilah informasi yg masuk maka akan berpengaruh pada kesehatan mental.

7 hours ago via mobile · Like



Ni Nengah Hardiani: Seperti halnya makanan untuk badan fisik. Informasi yg masuk melalui telinga dan mata adalah makanan bagi psikis.

7 hours ago via mobile · Like



Hartoyo Gondomulia: Tayangan yg diulang-ulang sebenarnya merupakan salah satu teknik yg efektif utk menanamkan suatu konsep/ide/wacana/persepsi/pendapat, shg org yg selalu menonton/mendengar tayangan tsb secara tdk sadar mempercayai isi tayangan tsb sbg suatu kebenaran, padahal umumnya hanyalah utk kepentingan pihak yg menayangkan/menyuruh utk menayangkan... Contohnya gerakan Nasional Demokrat yg ditayangkan berulang-ulang setiap jeda sepanjang hari selama berbulan-bulan, yg kemudian setelah mendapat dukungan yg cukup berubah ke bentuk aslinya, yaitu kampanye terselubung dari Partai Nasional Demokrat.

7 hours ago · Unlike · 1



Agung Pindha: apalagi di Indonesia , di negara negara majupun censorshipnya saru.. brain washing square box , TV dibuat untuk mempermudah control , biar manusia ga mikir jauh , biar otak manusia kotak kotak kayak tv.

7 hours ago · Unlike · 1





Gondo Kusumo: Memang qta tdk blh apriori, tp posisi berbanding lurus dg tanggungjwb.

Maka sudah semestinya pemerintah jg media mempertimbangkan isi dr siaran media, krn ini berkaitan dg pembentukan mental ank Bangsa.
Qta tau bhw tdk smua org tua bs mendampingi putra-putrinya saat nontot tv

4 hours ago via mobile · Unlike · 1

Saya Sebut Motivasi sebagai Aliran Tipu-menipu Juga

by Leonardo Rimba on Saturday, November 26, 2011 at 9:00am

Mau tidak mau harus saya ungkapkan juga, bahwa sejujurnya budaya Indonesia, terutama yg ada di Jawa, adalah budaya perbudakan. Apapun agamanya, kalau budayanya masih budaya budak, tidak akan membawa perubahan. Cara tercepat dan terampuh menghapuskan budak di dalam diri anda adalah dengan kawin campur. Kawin campur dengan manusia-manusia yg bukan budak. Itu dilakukan di masa lalu (dan masa sekarang) oleh orang Indon yg menikah dengan orang luar. Terutama dengan bule. The ciri-ciri budak langsung hilang di keturunannya. Bahkan di orang yg menikah dengan the bules. Biasanya perempuan only, karena lelaki Indon as a rule tidak laku sama bule. Pasaran sepi.



Itu ratusan ribu orang Indo di Belanda adalah keturunan Indonesia. Sekarang sudah menyebar di seluruh dunia. Jutaan Peranakan Cina adalah keturunan Indonesia, sudah menyebar juga ke seluruh penjuru dunia. Secara prinsip, Indo-Belanda dan Peranakan Cina bukanlah budak. Mereka termasuk orang-orang keturunan Indonesia yg pertama-tama melepaskan ciri-ciri perbudakan. In this case, dengan cara kawin campur. Ada juga yg bisa melepaskan diri dari perbudakan walaupun tanpa kawin campur. Tapi harus operasi otax, antara lain melalui meditasi di cakra mata ketiga. Tanpa your mata ketiga di-upgrade, anda akan tetap menjadi budax, dan tidak mengerti bahwa istilah Indon sangatlah beradab. Daripada anda disebut Jawa Kowek seperti your nenek and kakek buyut, mendingan disebut orang Indon. Itu istilah paska modern. Netral.



Pada pihak lain, saya juga setuju dengan orang Malaysia yg memandang rendah orang Indonesia dan menyebutnya sebagai Orang Indon. Alasannya karena the manusia Indon is very goblox. Indon artinya goblox. Saya setuju itu. Fakta memperlihatkan bahwa sebagian besar orang Indon masih goblox. Sebagian kecil, termasuk anda dan saya, sudah tercerahkan. Sudah tidak goblox lagi.



Goblox or not, tercerahkan or not, saya prefer menggunakan istilah Indon. Menyebut istilah orang Indonesia terlalu panjang. Panjang banget, kayak kontol.



Budaya perbudakan adalah menempatkan diri sebagai budak. Memuja-muji agama, memuja-muji budaya luhur, memuja-muji Atlantis yg katanya ada di Jawa. Semuanya penipuan diri sendiri. Orang Indon, terutama yg ada di Jawa, menempati ranking teratas dalam penipuan diri sendiri. Mending menipu diri sendiri untuk maju. Ini menipu diri sendiri untuk jadi budax. Slave. Budak dari halusinasinya sendiri. Susah maju.



Sekali lagi saya ulangi, agama apapun yg dianut orang Indon, atau tanpa agama sekalipun, kalau mentalnya tidak berubah, tetap saja akan jadi budak. Cara termudah, kawin campur. Kalau anda keturunan macam-macam orang, anda akan kehilangan cara pandang Indon (Jawa) yg sangat degil itu. Punya jin perbudakan.



Pada pihak lain, cara pandang Indon ala Jawa juga tidak homogen. Macam-macam. Ada yg megalomaniak, menganggap diri keturunan Semar, Bagong dan berbagai konco-konconya. Ada yg menganggap diri keturunan bangsa paling berbudaya di satu dunia, sehingga orang Londo harus datang ke Jawa dan belajar toto kromo, things like that. Ada yg menganggap dirinya harus berkiblat ke Timur Tengah mengikuti jejak Iskandar Zulkarnain yg masuk Islam (sic!). Ada juga yg tergila-gila sama Yesus. Tapi yg terakhir ini termasuk delusi kelas rendah karena kalau sudah bosan sama Yesus, mereka tidak akan dikejar-kejar. Jawa yg Kristen masih mending, karena sudah dekat dengan agnostisme.



Apapun kasusnya, saya cuma mau ungkapkan fakta yg ada, seperti yg saya lihat. Anda masih mau tetap menipu diri sendiri tentu saja saya tidak akan perduli. Urusan orang, bukan urusan gue.



-



Untuk anda yg belum tahu, mitos Indonesia mau jadi mercusuar dunia dipopulerkan oleh Bung Karno dengan proyek-proyek mercusuarnya, al: Gelora Bung Karno, Hotel Indonesia, Toserba Sarinah, Hotel Samudera Beach, Hotel Sanur Beach, dan Tugu Monas. Tugu Monas itu simbol dari Indonesia secara keseluruhan, dan bukan lambang kota Jakarta saja. Beberapa bulan lalu saya memperoleh penglihatan Tugu Monas jatuh. Bukan runtuh, tetapi jatuh. Jatuh terbalik ke arah Selatan. The mercusuar fisik sudah jatuh. Di alam spiritual seperti itu kelihatannya. So, mercusuar yg didirikan Bung Karno means nothing. Yg berharga adalah manusia, dan bukan mercusuar-mercusuaran. The real mercusuar are people. You, me, and the rest of us.



Saya tidak percaya Indonesia akan kembali bisa menjadi pemimpin di ASEAN. Kemungkinan besar, mulai saat ini sampai entah kapan Indonesia akan menjadi buntut Australia (yg letaknya memang di Selatan). Walaupun cuma berpenduduk 22 juta orang, Australia adalah partner abadi AS di kawasan ini. Indonesia cuma mampu jadi buntut karena pemimpin-pemimpinnya semuanya menjual diri. Mereka mempertaruhkan diri demi pelestarian pembodohan massal. Semakin bodoh penduduk Indonesia, semakin lestarilah kedudukan mereka. Terimalah nasibmu, saudaraku.



Mercusuar dunia adalah negara-negara yg penduduknya menggunakan otak. AS, Inggris, Jerman, Perancis, Jepang, Belanda, Australia, Cina, ... - Jangan harap anda akan jadi mercusuar dunia dalam sekejap begitu Sabdo Palon muncul kembali. Sabdo Palon itu simbol, bukan orang yg datang terbungkuk-bungkuk dengan tongkat dan blangkon. Yg akan mengubah ini negara miskin menjadi mercusuar hanya dengan mengucapkan kulonuwun or things like that. Tidak begitu saudaraku. You have to use your otax.



Secara spiritual, Indonesia tidak punya pemimpin sejak Bung Karno keluar dari istana. Semua gubernur jendral Belanda tinggal di istana. Bung Karno juga tinggal di istana. Sejak Bung Karno, tidak ada lagi yg berani tinggal di istana. Istana Merdeka dan Istana Bogor ternyata angker. Cuma pemimpin Indonesia yg asli yg berani tinggal disana. Bung Karno berani, sama seperti para gubernur jendral Belanda. They were leaders, but those who came after them not. They were impostors. Think about it!



Sedikit koreksi teman-teman. Sejak Indonesia utuh terbentuk oleh Belanda pada awal abad ke 20 M, dengan nama resmi negara kolonial Hindia Belanda, hanya para gubernur jendral Belanda plus 2 (dua) orang pemimpin Indonesia yg berani tinggal di istana. Bung Karno dan Gus Dur saja. Yg lainnya takut. Mereka tahu diri, mereka bukan pemimpin.



Yg paling subhanalloh adalah Megawati Sukarnoputri yg harus dikontrakkan satu rumah khusus selama menjadi presiden. Dikontrakkan rumah karena dia tidak mau tinggal di istana. Takut setan-setan.



-



Saya tidak tahu bagaimana pendapat teman-teman, tapi bagi saya sendiri mereka yg mengiklankan diri sebagai motivator tampak sangat memuakkan. Kesan saya, mereka manusia palsu. Penuh kepalsuan. Pikiran saya bilang, kalau terhadap dirinya sendiri saja sudah menipu, bagaimana pula terhadap orang lain? Menyebut diri sendiri sebagai motivator adalah penipuan. Motivator bagi siapa? Bagi orang lain? Apa pantas ? Apa bisa?



Kejujuran menuntut kita mengakui bahwa yg memotivasi kita adalah diri kita sendiri. Bukan orang lain. Kalau saya menyebut diri saya seorang motivator yg bisa memotivasi anda, maka rasanya saya seperti menjadi penipu. Makanya saya tidak mau. Kalau lihat foto-foto atau penampilan para motivator, rasanya saya mau muntah saja. Saya bilang, mereka manusia palsu yg terlalu gamblang kepalsuannya.



Tentu saja aliran motivasional masih mendingan dibandingkan aliran agama, karena tidak pakai dogma-dogma. Asalnya dari AS, bermula dari aliran positive thinking yg dikembangkan oleh Norman Vincent Peale, seorang pendeta Kristen. So, bahkan motivasional pun asalnya dari Kristen. Tapi sekarang boleh bilang sekuler, dan tujuannya untuk membentuk anda menjadi robotz. Robotz yg termotivasi.



Yg saya heran, ada orang yg tidak malu menyebut dirinya sebagai motivator. Sama herannya saya dengan orang yg tidak malu menyebut dirinya sebagai ulama. Ini dua profesi yg melibatkan penipuan manusia.



So, aliran motivasi dengan para praktisinya yg disebut, dan menyebut diri, sebagai motivator merupakan kelanjutan langsung dari agama Kristen. Itu cabang sekuler dari Kristen. Kita bahkan bisa telusuri asal-usulnya dari Pendeta Norman Vincent Peale, yg lalu diikuti oleh Dale Carnegie. Mungkin bisa ada hasilnya juga sampai taraf tertentu, terutama apabila pikiran anda tidak digunakan. Apabila anda rela dihipnotis dan menghipnotis diri. Ada penggunaan alam bawah sadar juga. Tetapi, karena banyak yg disembunyikan, maka saya sebut motivasi sebagai aliran tipu-menipu juga.



Saya tidak bilang salah lho. Saya cuma bilang motivasi is aliran tipu-menipu. Ada manfaatnya juga, sampai batas tertentu.



Bedanya dengan saya, saya tidak bermain slogan. Tidak menjerit DAHSYAAAT.



Paling jauh saya mendesis "bangsat".



Aliran motivasional sudah banyak makan korban karena orang dianggap robotz. Disuruh menjerit-jerit dahsyat sampai kontolnya bener-bener gak bisa ngacengz. Pedahal tadinya masih bisa ngacengz, walaupun sedikit.



Saya mengerti teknik motivasional yg dibawakan dalam seminar. Asalnya dari teknik-teknik cuci otak di gereja-gereja Kristen. Lalu digunakan oleh Dale Carnegie dalam training-trainingnya. Secara besar-besaran digunakan oleh AMWAY, yg lalu ditiru oleh MLM lainnya di seluruh dunia. Kalau orang mau jadi robotz, tinggal memprogram dirinya saja. Tinggal ikuti the manualz. Kalau mau tentu saja bisa, dan boleh. Tidak ada yg larang. Aspek yg satu ini sama seperti agama. Merupakan pilihan. Kalau orangnya mau, maka bisa. Bisa dijalankan. Bedanya dari agama, motivasional tidak memaksa. Kalau orang BT bisa keluar, tidak jadi kapir. Mana ada drop out training motivasi dibilang kapir?



Bahkan pelatihan ESQ, walaupun pakai istilah Allah, merupakan copas langsung dari teknik-teknik gereja Kristen yg memang canggih. In this case, Kristen dari aliran evangelical yg memang rajin menobatkan orang (istilahnya memenangkan jiwa-jiwa untuk Yesus).



Sampai taraf tertentu aliran motivasional masih oke. Masih bisa membantu sebagian orang. Tetapi tentu saja ada batasnya. Ada satu saat dimana orang akan sadar dan dihadapkan kepada pilihan, tentang apakah mau melepaskan diri dari segala macam program yg ditanamkan dari luar itu?



So, kita bisa jadi robotz untuk beberapa saat. Sebagian orang (mungkin sebagian besar) menjadi robotz seumur hidup. Tetapi ada yg lebih dari itu. Life is more than that. Lebih dari sekedar membentuk diri menjadi robotz, baik robotz agama maupun robotz motivasional.

Raymond Agung Susilo: masih laku yah aliran ini, sayangnya...
8 hours ago · Like · 1

Leonardo Rimba: Saya tidak bilang salah lho. Saya cuma bilang motivasi is aliran tipu-menipu. Ada manfaatnya juga, sampai batas tertentu.
8 hours ago · Like · 2

Ni Nengah Hardiani: Istana (alam semesta) tidak bisa ditipu. Dia akan menghantui pemimpin gadungan.
8 hours ago · Like · 2

Raymond Agung Susilo: iya sih, tapi sangat mungkin untuk menyetir orang2 ini jadi terlalu receptive sehingga mereka bisa dicuci otak hingga diperas habis saripatinya (uang, susu, peju, just as u said Leo) hingga kering kerontang.
8 hours ago · Like · 1

Raymond Agung Susilo: contohnya MLM
8 hours ago · Like · 1

Rudi Cool: panjang amat nih :) Leonardo ! semakinaa alama orang semakin pandai saja membuat kemasan spiritual agar tampak indah terlihat bungkusnya. Saat ini sdh seharusnya otak yg hrs di gunakan dari pada ajaran buku kuno :D
8 hours ago · Like · 1

Santo Paijo Al-Kafir: Bila anda merasa diberkati, kirimkanlah donasi anda ke rekening hamba awloh di Bank Central Awloh no.666. Puji Tuhan. Haleluya 77777777777777 kali.
8 hours ago · Like

Xavient Obbie Saint: Mas Leo,boleh tau batas tertentunya sampai mana? :)
7 hours ago · Like · 1

Leonardo Rimba II: Oh (sampe bosen)
7 hours ago · Like

Ki Mansu: pantesan motivator menembak sasaran pada corporate, agar para karyawannya termotivasi untuk menjadi budak
7 hours ago · Like · 3

Xavient Obbie Saint: Apalagi motivator MLM,sungguh menjijikkan sekaligus menggelikan.Jingkrak2 sana sini sambil treak2 kesetanan,disambut standing applaus para fans and kacung2nya,wkwkwk..bener2 mirip dagelan sotoy.
7 hours ago · Like · 3

Ajeng Rusty: kalo aq merasa lebih nyaman bergaul dgn hewan2 peliharaan drpd dgn para motivator2 itu.. ga sefrekwensi....... :))
7 hours ago · Like · 2

Nugraha Adi Pratama:
jadi marilah kita beralih program, dari program diri ke program untuk melepaskan diri dari segala macam program. di sisi lain secara subyektif setiap orang punya pemahaman kebutuhan dan growth process yg ngga bisa dipatok pasti. dari pengertian ini dan sebagai makhluk sosial pada mulanya manusia perlu motivator untuk memotivasi dirinya sendiri. karena perlu ada external images untuk stimulate internal response. mau komplain atau ngotot sebagaimana pun itu bagian dari dinamisme sebagai spesies. nature is also a program we are bathing in, alamiah, namun bagaimana dan utk apa kita menggunakannya itu hal selanjutnya. dari pengalaman, 'pelepasan program' juga bisa jadi kontra produktif dan saat hasil dari kontra produktifitas ini dialami dalam konteks lingkungan dan berbagai macam variabelnya, dari sini timbul rasa perlunya program itu. karena kita tidak bisa sustain kalau total tanpa program. sebagaimana Ustadz Leo mengemukakan pendapatnya di tulisan ini juga adalah pengunaan suatu program. bkn dlm arti mekanistik seperti robot, tapi fluid direct experience of reality. some of us need to consciously make up stories to move on with life otherwise remaining in a state of directionless rapture.
6 hours ago · Like · 1

Leonardo Rimba II: Oh (rapture)
6 hours ago · Like

Noni Rafael:
Wkwkwkk ngommongin mlm jadi keingetan pernah diajak sodara ke acara salah 1 asuransi terbesar di indo...
Acaranya yah, cuma gitu2 doank, mereka yg "katanya" adalah pemegang "level atas" cerita mereka udah jalan kemana aja, mereka dapet berapa tiap bulannya.

Terus ada sesi dimana mereka nyanyi2 lagu kebangsaan mereka dengan penuh semangat en perjuangan terus teriak yel2...

Yap, acara gitu kurang lebih mirip kaya acaranya para motivator, en aku ga tertarik...

Aku suka bertanya2 sendiri, kok orang bisa nikmatin acaranya motivator di tv?ato kok orang bisa nikmatin acara di asuransi or mlm? Tapi aku anggep itu semua sangat gak penting..annoying, cuma bikin muak..
Hmm...
2 hours ago · Like · 1

Leonardo Rimba: Saya tidak bilang salah lho. Saya cuma bilang motivasi is aliran tipu-menipu. Ada manfaatnya juga, sampai batas tertentu. Terutama untuk orang yg tidak mau berpikir.
9 hours ago · Like · 2

Rizal Sastrapraja: lah emang gak merasa disalahin kok....wkwkwk
9 hours ago via mobile · Like

Vicky Cakra Laxmana: Tipu menipu = bohong membohongi diluar kesadaran mempermainkan / hati dan akal,dimana sikorban tak berdaya dibuatnya hingga terlelap manggut manggut....xixixi
8 hours ago via mobile · Like · 2

Rizal Sastrapraja: leo jadi masalah adalah kebanyakan masyarakat kita itu memang jarang pake otak , saya bukan motivator tapi sy tau betul manusia butuh pemicu agar termotivasi ya salah satu pemicu itu kan bisa dari motivator juga leo...
8 hours ago via mobile · Like · 2

Rizal Sastrapraja: nah leo , saat anda mengajak anggota di group ini utk menggunakan otak bukankah itu semacam motivasi juga artinya anda juga termasuk motivator loh....
8 hours ago via mobile · Like · 1

Leonardo Rimba: Oh (kaget)
8 hours ago · Like · 1

Leonardo Rimba: Bedanya dengan saya, saya tidak bermain slogan. Tidak menjerit DAHHHSSSSYYAAATTTT
8 hours ago · Like

Rizal Sastrapraja: leo , hayoo ngaku ! anda masuk juga kan dalam kategori moivator...?!
8 hours ago via mobile · Like

Leonardo Rimba: Paling jauh saya mendesis "bangsat".
8 hours ago · Like

Leonardo Rimba: Aliran motivasional sudah banyak makan korban karena orang dianggap robotz. Disuruh menjerit-jerit dahsyat sampai kontolnya bener-bener gak bisa ngacengz. Pedahal tadinya masih bisa ngaceng, walaupun sedikit.
8 hours ago · Like

Rizal Sastrapraja: huahahahahhaha...... oke leo anda tidak teriak dahsyat tapi anda teriak OH ..... iya kan termasuk teriak preett...
8 hours ago via mobile · Like

Vicky Cakra Laxmana: Ngemeng ngemeng masalah otak....dalam bernegosiasi manusia berbicara otomatis memakai otak karena siotak adalah tempat bersarangnya akal yg difungsikan memilah memilih dan menyelaikan sebuah permasalahan....jikalau tidak pakai otak berarti memakai tanduk....xixixixi
8 hours ago via mobile · Like

Leonardo Rimba: Saya tahu teknik motivasional yg dibawakan dalam seminar. Asalnya dari teknik-teknik cuci otak di gereja-gereja Kristen. Lalu digunakan oleh Dale Carnegie dalam training-trainingnya. Secara besar-besaran digunakan oleh AMWAY, yg lalu ditiru oleh MLM lainnya di seluruh dunia. - Kalau orang mau jadi robotz, tinggal memprogram dirinya saja. Tinggal ikuti the manualz.

Kalau mau tentu saja bisa, dan boleh. Tidak ada yg larang. - Aspek yg satu ini sama seperti agama. Merupakan pilihan. Kalau orangnya mau, maka bisa. Bisa dijalankan. - Bedanya dari agama, motivasional tidak memaksa. Kalau orang BT bisa keluar, tidak jadi kapir. Mana ada drop out training motivasi dibilang kapir?
8 hours ago · Like · 1

Rizal Sastrapraja: hahahahaha okelah leo anda bukan motivator gmna kalo motivatol..?? haha
8 hours ago via mobile · Like

Leonardo Rimba: Bahkan pelatihan ESQ, walaupun pakai istilah Allah, merupakan copas langsung dari teknik-teknik gereja Kristen yg memang canggih. In this case, Kristen dari aliran evangelical yg memang rajin menobatkan orang (istilahnya memenangkan jiwa-jiwa untuk Yesus).

Sampai taraf tertentu masih oke. Masih bisa membantu sebagian orang. Tetapi tentu saja ada batasnya. Ada satu saat dimana orang akan sadar dan dihadapkan kepada pilihan, tentang apakah mau melepaskan segala macam program dari luar itu?

So, kita bisa jadi robotz untuk beberapa saat. Sebagian orang (mungkin sebagian besar) menjadi robotz seumur hidup. Tetapi ada yg lebih dari itu. Life is more than that. Lebih dari sekedar membentuk diri menjadi robotz, baik robotz agama maupun robotz motivasional.
8 hours ago · Like · 2

Rizal Sastrapraja: hmmm... menurut saya ESQ itu tdk beda jauh dengan ceramah ke agamaan dan memanfaatkan hysteria massal semata.... sebenernya sama juga hsyterianya seperti hysteria orang-orang yg menemukan group ini...wkwkwk
8 hours ago via mobile · Like

Handhy Dwi Maxmoro: Waktu ikut MLM juga dijejali banyak buku motivasi. Setelah baca.... sebenarnya pengalaman atau kata2 manis motivator itu ada juga dan tentunya bisa kita alami sendiri dgn menemukan simpul2 pengalaman hidup yg "SUPERRRRRRRRRR". Cuma karena beban hidup atau kesibukan hidup kita membuat kita nggak ngeh dengan pengalaman hidup sendiri. Orang2 bilan "DASHYAT" "SUPER" atas kata2 manis motivator karena mereka bisa menyimpulkan pengalaman hidup kita yg kita tidak ngeh. Waktu kita dengar dan ternyata maching sama pengalaman kita maka kita bisa dengan meudah menangkapnya sebagai sesuatu yg indah dan sesuatu banget. So banyaklah meditasi dan refleksi maka anda bisa jadi motivator. at least untuk diri sendiri. Preeeet.
8 hours ago · Unlike · 3

Ki Mansu: untuk menjadi diri sendiri butuh proses, seminar2 motivasi salah satu proses yg harus dilalui
8 hours ago · Like · 1

Eric Siregar: Motivasi dalam MLM emang disusupi misi membuat kacamata kuda agar para member loyal, dulu dari thn 2005-2008 sy membantu acara2 begitu hingga sampai jd asistan motivator thn 2008 nya...seharusnya motivasi itu bkn mengikat justru memberi masukan yg baik agar seseorang mampu mengEMPOWER dr dalam, So selain negatif ada manfaat positifnya, salah satu pengembangan diri sy dibentuk drsana dan saat ini byk bekal yg bs dibawa trutama utk public speaking (training/workshop hypnosis) & terapi massal ^_^
8 hours ago · Like · 2

Tia Ningsih ‎: skdar share, aku punya temen didunia nyata, seorang motivator dan pelatih ESQ, sy pnh ikuti pelatihannya ..Terkesan religius dan bnr2 suci. Tp sy jg tau khdupan nyatanya, hemm ceweknya bnyk, anak2 SMA dan kuliahan.. hehehe.. *bgtulah adanya, sama aja, y udh, sy ambil yg bs sy manfaatkan bg sy aja*
7 hours ago via mobile · Like · 2

Eric Siregar: Mbak Tia Ningsih ya begitulah tantangan seorang public figure terkadang dibutuhkan penguasaan diri yg lebih baik, krn energy mereka bs menarik org utk mengaguminya tak jarang dipakai ke hal2 yg tdk sesuai, mrk memiliki daya hipnotis yg kuat ^_^
6 hours ago · Like

-Leny Dhamayantie-: Jadi ingat si edi badai motivator peeak, hihihi
6 hours ago · Unlike · 1

Budi Setyawan: Bisnis tanpa 'after sales service'
12 minutes ago · Like

Arjun Gomo: Realitanya sih, meski tipu tipu sugesti, lebih banyak manfaatnya dong keberadaan seorang motivator di suatu lingkungan dari pada tidak ada ! Terus gimana dong kesimpulan finalnya ?
about a minute ago via mobile · Like

Ni Nengah Hardiani: kalau masih suka ditipu dan dihipnotis, pakailah motivator.

Leonardo Rimba II: Motivasi datang dari dalam diri anda sendiri. Anda tidak perlu orang lain untuk memotivasi anda, untuk membawa-bawa Allah, untuk menawarkan Surga dan mengancam dengan Neraka. Anda manusia dewasa, punya otax, bisa berpikir. Bukan anak kecil lagi.
5 minutes ago · Unlike · 2

Lilik Wysa Hypnotis: ‎@mas Leo: kerennn... Ini nyata, realita yg terjadi. @ all: Motivasi hanya dibutuhkan ke orang2 bodoh yg tidak mau berfikir, semoga kita masuk kekategori orang yg mau berfikir, sehingga di dalam Joyo boyo di sebutkan "wong bodo dadi pangane wong pinter" (orang bodoh jadi makanan orang2 pinter).
a few seconds ago via mobile · Like
a few seconds ago · Like

25 Nov 2011

rumah tangga

Ni Nengah Hardiani:

Berdasarkan pengamatanku perempuan2 menikah yg 'awet' menerima kekerasan dlm rumah tangga adalah yg terbiasa hidup dlm 'sangkar', kurang membumi.



Like · · Unfollow Post · 4 hours ago via mobile





Musa Halem, Wiriantini Justine, Etty Saharjz and 2 others like this.




Ni Nengah Hardiani: Banyak para pria bekerja yg mengeluhkan istrinya yg ibu rumahtangga tidak tahu susahnya mencari uang, maunya terima saja, suami menjadi kesal, ini memicu konflik yg bisa jadi kekerasan fisik juga.

4 hours ago via mobile · Like



Ni Nengah Hardiani: Punya anak banyak ga kira2, padahal penduduk banyak, jadi persaingan ketat. Beban hidup tambah berat. Suami-istri stress, anak2 kacau.

4 hours ago via mobile · Like



Ichsant Sopian: banyak faktor suami atau istri mengeluh, so komunikasi kali yak..

4 hours ago · Like



Ni Nengah Hardiani: Banyak juga perempuan muda yg sangat naif, dia kira dgn modal kecantikan saja segalanya beres, lelakinya akan tunduk dan lengket selamanya.

4 hours ago via mobile · Like



Ni Nengah Hardiani: Padahal kecantikan waktu muda itu bisa jadi langsung berubah/pudar begitu punya anak. Karena kesibukan mengurus anak dan suami juga karena malas merawat badan.

4 hours ago via mobile · Like



Ni Nengah Hardiani: Dikira begitu berhasil menggaet pria mapan urusan bisa beres selamanya. Karena dalam karir dan pekerjaan bisa terjadi pasang surut.

4 hours ago via mobile · Like



Ni Nengah Hardiani: Mengembangkan diri sendiri itu penting, tidak bisa terlalu tergantung pada faktor fisik (kecantikan) dan faktor luar (laki2).

4 hours ago via mobile · Like



Ni Nengah Hardiani: Banyak ibu rumahtangga yg tak bekerja, terpaksa mau menerima perlakuan semena2 dari suami krn tergantung secara ekonomi dan punya anak (banyak).

4 hours ago via mobile · Like · 1



Ni Nengah Hardiani: Mengenai jumlah anak, menurutku sebagai wanita yg tak mungkin tega anak terlantar, jangan punya lebih dari satu, kecuali punya warisan banyak dari ortu.

4 hours ago via mobile · Like



Ni Nengah Hardiani: Krn kalau cerai dari suami supaya tak terlalu terbebani secara ekonomi, andaikata pas apes banget dapet laki yg ga mau tanggung jawab secara ekonomi pd anak.

4 hours ago via mobile · Like · 1



Ni Nengah Hardiani: Walaupun sudah hidup mapan secara ekonomi krn suami, hendaknya tak terlalu terbuai dgn hal itu krn dlm hidup tak ada yg pasti dan ajeg selamanya.

4 hours ago via mobile · Like · 1



Ni Nengah Hardiani: Krn bisa saja tiba2 karir suami jatuh atau tiba2 suami punya wanita lain.

4 hours ago via mobile · Like · 1



Ni Nengah Hardiani: Penting walaupun sudah hidup mapan terutama karena harta suami, untuk tetap mengikuti kegiatan2 yg berhubungan dgn usaha/keterampilan yg bisa jadi sumber penghasilan, jaga2 kalau ada apa2 dgn suami.

4 hours ago via mobile · Like · 1



Ni Nengah Hardiani: Mengikuti kursus2, seminar, kegiatan2 pengembangan diri atau buka usaha kecil-kecilan, tentu tidak mengabaikan tugas pokok mengurus rumah tangga. Penting agar tak terlalu tergantung pd pasangan.

4 hours ago via mobile · Like · 1



Ni Nengah Hardiani: Kalau tidak terlalu tergantung pada pasangan, tentu tak akan diperlakukan semena-mena.

4 hours ago via mobile · Like · 1



Ichsant Sopian: ini kejadian kalau kita tidak mengenal si pasangan dengan baik kali kah?

4 hours ago · Like



Ni Nengah Hardiani: Pengalaman pribadi dan dengerin curhat temen2 terutama perempuan.

4 hours ago via mobile · Like



Ni Nengah Hardiani: Walaupun pernah merasa kenal baik dgn pasangan, orang kadang bisa berubah.

4 hours ago via mobile · Like



Ichsant Sopian: jangankan orang mbak, batu aja bisa berubah kan

4 hours ago · Like



Saidi Doang: Waw...
Pelajaran yg berharga...

4 hours ago via mobile · Like



Ni Nengah Hardiani: Iya makanya, begitu menikah biasanya orang merasa pasangannya tetap bersamanya selamanya ga mungkin lirik2 cewek lain, banyak perempuan masih berpandangan naif seperti ini.

4 hours ago via mobile · Like



Ni Nengah Hardiani: Sering juga aku melihat wanita yg seperti terjebak. Gagal di pernikahan pertama punya anak, trus menikah lagi, punya anak lagi, dapat tipe pria yg sama lagi, tak bahagia. Karena dia terus-menerus mencari saja, tak mau intropeksi.

3 hours ago via mobile · Like



Wiriantini Justine: Ibu aku juga mengalami hal yg ibu tulis,,,

3 hours ago · Unlike · 1



Ni Nengah Hardiani: Itulah pentingnya bergaul. Ikut di kegiatan sosial. Jangan bergaul di kalangan terbatas saja. Sudahkah kita tahu bagaimana kehidupan pedagang dan petani yg sayurannya kita nikmati tiap hari di meja makan?

3 hours ago via mobile · Like · 1



Ni Nengah Hardiani: Kalau tahu kita tak akan ketakutan tak bisa makan, hanya karena suami tak mau lagi memberi uang bulanan.

3 hours ago via mobile · Like · 2



Semedi Asmo: kalau ada kasih sayang dan saling membutuh, dan tahu tugasnya masing2 ,..bisa awet kok..

3 hours ago · Unlike · 1



Ni Nengah Hardiani: Aku kadang2 ngobrol lama dgn petani yg menggarap sawah di samping rumah dan pedagang sayur keliling yg setiap hari datang.

3 hours ago via mobile · Like · 1



Semedi Asmo: ada cerita menarik juga Ni Nengah Hardiani, ada tkw di daerah jawa timur selatan, yang kebanyakan bekerja di asia timur, bercerai dengan suaminya lantara suaminya "bau tanah' atau petani..karena biasa hidup dikota besar..ada ada saja

3 hours ago · Unlike · 1



Ni Nengah Hardiani: Aku sering menjumpai pernikahan semu semacam itu. Biasanya karena faktor ekonomi, suami istri mesti tinggal terpisah. Bisa jadi salah satu atau dua2nya punya pacar di lokasi masing2. Perceraian akhirnya melegalkan perpisahan suami-istri tsb.

about an hour ago via mobile · Like

Iin Indah: Tapi tdk mesti nunggu 35 tahun dulu kan untuk mengerti hal tsbt..?

buat cewek (khususnya) yg masih muda baca tuh kata2 ni nengah h .

Apa yg dimaksud dengan indra keenam itu ?

Apa yg dimaksud dengan indra keenam itu ?

by Leonardo Rimba on Friday, November 25, 2011 at 12:24pm

T = Apa yg dimaksud dengan indra keenam itu ?



J = Apa ?



T = Sewaktu kita sekolah, kita mendapat pelajaran biologi mengenai penginderaan manusia, dimana manusia hanya memiliki 5 indra, yaitu: indra penglihat (mata), indra pendengar (telinga), indra penciuman (hidung), indra pengecap (lidah) dan indra perasa (kulit). Kelima indra indra tersebut kita pakai dalam keseharian kita untuk memastikan bahwa sesuatu itu benar-benar ada dan kita dapat memverifikasikannya secara ilmiah. Misalnya: kita bisa merasakan gula itu manis sewaktu kita kecap, hal ini dapat diverifikasi dan diidentifikasi secara ilmiah, begitu juga bila di lingkungan kuburan yg lebat pepohonannya dan lembab, kita bisa merasakan udara di sekitar itu dingin dan lembab dengan indra perasa kita sehingga bulu kuduk berdiri karena dingin dan lembabnya udara sekitar situ.



J = Ya, benar.



T = Akan tetapi ada kejadian-kejadian tertentu yg kadang-kadang tidak dapat dirasakan dan dianalisa oleh kelima indra kita tersebut atau di luar kemampuan nalar manusia kita untuk memverifikasinya, Misalnya kita mempunyai perasaan sesuatu akan terjadi di masa yg akan datang baik dalam waktu dekat maupun dalam waktu yg agak lama, dan sesuatu itu benar-benar terjadi. Padahal secara ilmiah kita tidak mempunyai bukti-bukti ilmiah untuk memperkokoh perasaan kita tersebut. Bagaimana kita mengetahuinya akan kejadian itu ? Kemampuan inilah yg sering disebut dengan “intuisi” atau juga disebut dengan “indra keenam”.



J = Ya.



T = Ada juga orang yg mampu membaca pikiran orang lain, mampu menemukan benda yg orang lain tidak mampu dalam keadaan normal, mampu memindahkan benda tanpa menyentuh, mampu menyalakan api hanya dengan sebuah tatapan, ada yg mampu mendengar suara-suara yg tidak dapat didengar oleh indra pendengar dalam keadaan normal, atau mampu melihat sesuatu yg tidak dapat dilihat oleh indra penglihatan dalam keadaan mata normal. Hal-hal yg terjadi pada diri manusia secara abnormal dan keadaan tersebut tidak dapat diidentifikasi oleh indra manusia yg normal. Indra keenam pada zaman ini disebut juga ESP (Extra Sensory Perception), jadi istilah indra keenam, intuisi, dan ESP memiliki arti yg sama.



J = Ok.



T = Pernahkah kita merasa ragu dalam melangkah, seperti pada hari-hari libur, apakah ingin keluar rumah atau tidak. Sering terjadi yg tadinya niat kita menggebu ingin keluar rumah misalnya: piknik, berbelanja atau ke rumah saudara menjadi batal di saat-saat terakhir, karena kita menjadi merasa ragu, tidak nyaman, atau merasa keperluan keluar rumah tersebut sebenarnya dapat ditunda. Orang-orang tua kita sering mengatakan keadaan ini semacam “firasat”, yg pada umumnya banyak menghinggapi kaum perempuan. Jadi apakah intuisi (indra keenam) itu ? Bagaimana kita dapat mempergunakannya dengan lebih baik? Intuisi adalah kekuatan yg dengan cepat menyadari bahwa sesuatu itu adalah “kasusnya”, hal tersebut dilakukan tanpa intervensi dari berbagai proses yg masuk akal, tidak ada langkah-langkah deduktif atau induktif yg masuk akal, tidak ada analisa yg wajar dari situasi tersebut, tidak ada bantuan dari imajinasi, hanya sekilas tiba-tiba muncul dan kita hanya tahu ada yg tidak sesuai. Sebagian orang ada yg membedakan anatara intuisi dan indra keenam, terutama hubungannya dengan dunia supranatural, tetapi ada juga yg menganggap keduanya sama, kalau menghubungkannya dengan dunia nyata. Namun kedua-duanya sama-sama menggunakan ketajaman rasa (feeling). Intuisi kita adalah sebuah jalan pintas untuk mencapai produktivitas, pengertian yg mendalam, pengetahuan, inovasi dan pengambilan keputusan. Jadi bagaimanakah mengeksplor intuisi agar bisa bekerja untuk kita ?



J = Bagaimana ?



T = Pernahkah kita melihat suatu masalah dan kemudian mengenal penyebab utama sekaligus solusinya dengan seketika tanpa penelitian terlebih dahulu ? Sebetulnya manusia telah diberikan bakat oleh Tuhan untuk mencurigai suara hatinya yg dalam, kemudian, seringkali dengan pembuktian secara empiris intuisi kita ternyata benar. Misalnya: pada pertandingan bola antara Indonesia vs Malaysia yg kemaren, satu hari sebelum pertandingan saya sering bertanya dalam hati siapa yg akan menang ya ? Akhirnya saya coba merenung sebentar untuk merasakan intuisi saya, dimana saya seolah olah datang ke stadion GBK jam satu malam setelah pertandingan selesai dan banyak sampah berserakan yg lagi disapu sama tukang sapu, saya melihat kepadanya dan ke stadion dan bertanya dalam hati siapa tadi yg menang ya… Tiba-tiba saya merasakan sesuatu bahwa yg menang tadi adalah Malaysia. Sewaktu melihat pertandingan langsung di tv saya tetap membilang Malaysia yg akan juara walaupun awalnya Indonesia menang dan pertandingan begitu alot berjalan, bahkan intuisi saya membilang Malaysia akan menang dalam adu penalti itu datang pada saya sewaktu nonton babak pertama pertandingan… ehh ternyata semuanya terjadi pada akhir pertandingan… begitulah kuatnya intuisi bila sudah bekerja untuk kita.



J = Ok.



T = Kita mempunyai kemampuan untuk memecahkan permasalahan dengan seketika jika kita mempercayai diri sendiri. Kita semua pasti seperti itu, namun seringkali peringatan itu seperti tidak datang lagi, kenapa demikian ? Bagaimana kita mengeksploitasi kekuatan batin itu yakni suara batin yg mengabaikan semua kebohongan, manipulasi, dan tipuan, serta mengatakan kepada kita hal yg sebenarnya ?



J = Bagaimana ?



T = Ada enam cara untuk mempertajam intuisi/ indra keenam kita (dari berbagai catatan) sebagai berikut:



1) Pergunakanlah empati alami kita sesering mungkin ::: Bayangkan diri kita pada posisi orang lain, atau dengarkan pengalaman-pengalaman orang lain dan rasakan bagaimana mereka merasakannya pada saat itu. Rasakanlah penderitaan batin mereka, semakin dalam perasaan kita terlibat, maka semakin memperkuat intuisi kita, dengan kata lain semua pengalaman buruk orang lain bisa memperkuat intuisi kita, tanpa kita harus mengalaminya sendiri.



2) Biarkan diri kita merasa takut dan mengalirlah melewatinya ::: Kita semua tidak menyukai rasa takut bukan ? Tetapi rasa takut adalah instink dasar yg diberikan Tuhan agar kita bisa survive di dunia ini, kita harus menyesuaikan diri dengannya dan menemukan suatu cara untuk menjadikannya teman kita, bukan sebagai musuh, kecuali jika kita adalah superman dan sudah melampaui rasa takut itu. Membiarkan diri kita untuk merasakan ketakutan akan memperkuat intuisi karena hal itu memberikan pengajaran kepada kita untuk mendengarkan suara dari lubuk hati dan menerima rasa takut apa adanya, alih-alih kita bertempur melawannya.



3) Berhubunganlah dengan orang lain secara emosional ::: Ketika kita terlibat dengan orang lain, seperti bertatap muka, berbicara di telepon, atau online, cobalah untuk membaca emosi mereka. Beri nama emosi-emosi mereka, apakah kedengarannya seperti bunyi marah, berbahagia, penuh harapan, gembira, tertekan, atau sedih ? Semakin banyak kita berhubungan dengan emosi orang lain semakin dalam pemahaman kita akan situasi-situasi sosial dan semakin baik intuisi kita akan berfungsi. Mengidentifikasi dan memberi nama emosi di dalam diri kita dan orang lain adalah sebuah latihan yg membutuhkan banyak energy.



4) Hentikan penilaian-penilaian pribadi (judgments) ::: Ketika kita menghakimi seseorang atau sesuatu termasuk diri kita sendiri, itu bukan intuisi, tetapi energy negative yg menghalangi intuisi. Ketika kita mendengar suara keritik di dalam benak kita yg berkata ”dia bodoh”, ”dia jahat”, ”aku akan kalah”, maka hentikanlah berpikir dan berkata seperti itu, dan berusahalah untuk merubah menjadi yg positip dan berpikirlah; kenapa aku berpikir seperti itu ? Begitu kita mulai menanyakan pertanyaan positip, maka pikiran alam bawah sadar kita akan mulai menanganinya dengan memberikan solusi-solusi dalam wujud intuisi.



5) Temukan keheningan ::: Cara terbaik adalah meditasi, jadwalkan sedikitnya tiga puluh menit dalam sehari untuk menghabiskan waktu sendirian dengan pikiran kita, merenung dan tafakur. Belajar untuk mendengarkan diri kita di dalam keheningan akan memberikan kita kesempatan untuk mendengarkan suara bagian dalam diri ketika kita sedang bersama orang lain dan pekerjaan kita, juga akan membimbing kita untuk menangkap ide-ide intuitif yg benar dan tangguh di saat kita memerlukannya.



6) Ajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya ::: Ini adalah yg disebut pembangunan tubuh dari intuisi, tanya-jawab adalah cara terbaik untuk menciptakan intuisi-intuisi yg lebih kuat. Intuisi-intuisi kreatif yg paling kuat akan datang kepada kita setelah sesi-sesi tanya jawab yg lama. Itu makanya saya paling tidak suka melihat sesi-sesi tanya jawab yg hanya melahirkan sifat-sifat yg skeptic dan pem-blokan dan merasa paling benar sendiri dan harus diakui hasil jawabannya oleh si penjawab maupun si penanya, itu very dangkal manfaatnya buat keberhasilan tubuh intuisi kita dan perlu dibuang ke tong sampah karena tidak bermutu, hanya berbau emosi dan ke-egoisan semata, karena sesi-sesi tanya jawab itu adalah salah satu usaha untuk membangun tubuh intuisi kita yg kuat, kecuali sesi-sesi tersebut sudah mengarah kepada SARA dan pelecehan memang harus segera diberhentikan. Bentuklah sebuah kelompok diskusi dengan orang-orang yg mempunyai rasa curiga tinggi dan diskusikan isu-isu kompleks, seperti filsafat, politik, sains dan teknologi, dan topik-topik lain yg menantang. Kebanyakan kekuatan datangnya bukan dari jawaban-jawaba tetapi dari pertanyaan-pertanyaannya, akan membawa kita kepada alur-alur yg belum dipertimbangkan, mendatangkan pertanyaan baru dan mendatangkan lebih banyak lagi jawaban. Tidak ada cara yg lebih baik untuk melatih intuisi kita dibandingkan dengan sesi-sesi tanya jawab yg berkembang, sebagian orang mengatakan intuisi itu tidak ilmiah dan tidak beralasan, pendapat itu benar dan juga salah. Gagasan yg intuitif kreatif memang tidak ilmiah hingga kita dapat membuktikannya, karena bagaimanapun semua ilmu pengetahuan dimulai dari sebuah hipotesa, dan sebuah hipotesa berasal dari mana ? Hal-hal yg baik, kreatif, dan orisinil, itu datang karena intuisi kita, sebuah kilatan jiwa, cahaya dari Tuhan. (Sumber: dari berbagai catatan, dan tulisan Wisnawan Pamungkas).



J = Ok.





Unlike · · Unfollow Post · Share

You, Abdul Haris Bowta, Ahmad Hanif Koto, Iskandar Effendi and 12 others like this.
5 shares
Tedianto Soek: ‎... mohon ijin copas bro ...
5 hours ago · Like · 1

Ni Nengah Hardiani: Notes ini menjawab pertanyaanku beberapa hari yg lalu. Banyak hal ttg mempertajam instuisi itu sudah lama aku lakukan.
5 hours ago · Like · 1

Leonardo Rimba: Bisa anda perhatikan, ini note jenis baru, yg bertanya adalah yg menjawab. Judul yg lebih tepat: "Kau yg Bertanya, Kau yg Menjawab" - Dan, seperti anda bisa lihat sendiri, it's possible. Very possible.
4 hours ago · Unlike · 4

Vat Budhiardjo T: ijin copy
3 hours ago · Like

Marihot Sumbayak: note yg membuat mangut2 saja...karena ditanya dan dijawab sendiri rupanya...hahahaha
3 hours ago · Unlike · 1

Sutarno Santosa: Ulasan yg bagus Mas Leo . . . memang itu fenomenanya . . . kunci awalnya hanya : jika pikir/aku diam, maka intuisi akan terbangunkan . . . bila pikir/aku aktif, maka intuisi akan diam/tidur . . . . rahayu . . .
2 hours ago · Like · 1

Misdawati T. Alie: Izin share ya... Thanks
2 hours ago · Like

Gunawan Suryana: idem ijin share juga yah.
2 hours ago · Like

Dianna Firefly: yang nanya malah jawab. Yang jawab kayak orang bodoh, yang bertanya sinting. Tapi ini note yg bagus.
Aku sering mengetahui sesuatu yg akan terjadi di masa depan, misalnya ketika aku merasa bhwa seniorku tdk lama lg akan mninggal, trnyata benar ia tewas dlm kecelakaan.

dan sering jg dejavu. Tapi kuanggap sbg kebetulan.
2 hours ago · Like

Dianna Firefly: dan satu hal,
aku 'berbakat seperti itu' ketika aku dekat dgn Tuhan, rajin ke Grja n brdoa,

tp ketika aku jauh sprti skrg ini, kemampuan itu mjd tumpul.
2 hours ago · Like

Ni Nengah Hardiani: apakah perlu tinggal di gereja, supaya tajem terus?
5 minutes ago · Like

24 Nov 2011

fungsi otak

Penjelasan fungsi otak, dari segi medis. Dalam otak kita sesungguhnya ada beberapa sistem yang sedang bekerja. Yang pertama adalah Sistem Sensoris yang berkaitan dengan sel-sel saraf yang menerima rangsangan dari luar. Rangsangan-rangsangan itu sendiri ditangkap oleh apa yang kita sebut sebagai panca-indra – penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan pencecap.
Kedua Sistem Motorik yang terdiri dari sel-sel saraf yang memerintah dan menggerakkan bagian-bagian atau organ-organ tubuh seperti kaki, tangan dan lain-lain.
Dalam yoga dan tantra kita mengenal pusat-pusat energi yang berkaitan dengan lapisan-lapisan kesadaran manusia. Ini yang biasanya disebut 'chakra'. Salah satu 'chakra' – yaitu Chakra Keenam atau Agya Chakra berkaitan dengan otak. Dan, agya berarti 'komandan' – yang memerintah.

Banyak tulisan tentang yoga, kundalini, dan chakra, tetapi hampir setiap kali dikaitkan dengan mistisme. Misalnya 'pembukaan' chakra oleh seorang guru dan sebagainya. Padahal, sebenarnya, mekanismenya tidak demikian.
Sayang sekali banyak yang menyalahartikan istilah-istilah tersebut, padahal peningkatan kundalini berarti peningkatan kesadaran. Dan dengan terjadinya peningkatan kesadaran, terjadi pula perubahan-perubahan anatomis, yang dapat dijelaskan secara ilmu kedokteran.
Kemampuan untuk melakukan perubahan atau modifikasi ini yang dalam ilmu medis disebut Plastisitas Otak.
Mekanismenya begini: misalnya, sel-sel saraf pada salah satu indera kita menerima rangsangan atau stimulus dari luar. Stimulus tersebut akan diteruskan kepada sel berikutnya dan seterusnya – sampai pada sel-sel otak. Kemudian, stimulus tersebut akan 'diolah' secara integratif, koordinatif, dan asosiatif dengan simpanan pengalaman dan keinginan yang telah ada. Lalu, diputuskan respons apa yang harus diberikan.
Antara satu sel saraf dan sel saraf berikutnya ada sambungan. Dan sambungan ini disebut synap. Synap itu sendiri memiliki dua bagian. Satu yang meneruskan atau memancarkan rangsangan atau stimulus dari luar yang diterima oleh panca-indra. Satu lagi, yang menerima rangsangan atau stimulus tersebut. Bagian yang menerima rangsangan atau stimulus itu disebut reseptor. Dan reseptor atau penerima rangsangan sudah menjadi bagian dari sel saraf berikutnya. Semacam mata rantai.
Sel saraf penerima stimulus sekaligus menjadi penerus atau pemancar stimulus. Dengan kata lain, reseptor sekaligus menjadi transmiter atau pemancar.