26 Jan 2012

Sistem pendidikan kita saat ini

Seharusnya pendidikan kita mampu membuka wawasan, menjadikan anak didik kritis, dan memberdayakan mereka untuk menemukan jalur hidup mereka masing-masing. Seharusnya pendidikan membuat kita menjadi 'paham' atau 'mengerti'. Kemudian dengan pemahaman dan pengertian itu kita menciptakan sebuah sistem kepercayaan bagi diri sendiri, entah kepercayaan pada Diri dengan 'D' besar, Sang 'Aku' dengan 'A' besar atau pada Gusti Allah, Tuhan – tergantung pada diri kita, sosok dan sebutan apa yang kita sukai. Barangkali ada yang lebih suka dengan sebutan beraroma ilmu pengetahuan seperti 'energi yang maha', terserah selera masing-masing orang. Tetapi sayangnya saat ini bukanlah seperti itu yang terjadi. Keadaan kita saat ini justru sebaliknya.
Sejak lahir, kita berhadapan dengan kepercayaan. Bukan pendidikan tapi kepercayaan. Bukan pula pendidikan tentang kepercayaan-kepercayaan tetapi dogma dan doktrin dengan salah satu kepercayaan yang sudah baku. Sudah tidak ada tawar-menawar lagi. Sejak lahir, seorang anak sudah diberi cap agama tertentu. Ia tidak diberi kesempatan untuk memilih dan harus menerima apa yang sudah ditentukan oleh kedua orangtuanya baginya. Hak pilih kita sudah dirampas sejak kelahiran kita.

(Neospirituality & Neuroscience, Anand Krishna – Dr Bambang Setiawan, Gramedia, 2010)

24 Jan 2012

Piramida-maniacs.. Piramida-maniacs..

by Leonardo Rimba II on Sunday, January 22, 2012 at 2:16pm

You know what? Saya tidak suka orang spiritual yg berbakat menipu, dengan bilang ada kiriman batu perhiasan atau keris dari leluhur. Itu trick. Tipuan. Untuk apa menipu? Kita mau jadi orang pinter, atau mau jadi orang dogol? Think about this. Tidak perlu cocologi. Tidak perlu tricks. Kita berbagi saja. Yg rasional saja. Kita semuanya sudah berpendidikan, at least S 1. Bukan lagi orang di kampung dan di atas gunung yg bisa percaya segala macam setan dhemit. Change... Change... change... Berubahlah. Jangan jadi bahan tertawaan orang. You are worth more than you imagine you are.



Di negara-negara beradab, termasuk di Belanda dan AS, menyatakan diri ateis adalah hal lumrah, biasa saja. Mengajak orang menjadi ateis sama saja nilainya dengan mengajak orang menganut agama. Jadi, semuanya berada di jalur pasar bebas. Bebas jualan apa saja, bebas jualan agama, bebas jualan ateisme. Yg tidak boleh adalah melakukan pengrusakan atas harta benda maupun tubuh fisik orang lain. Kalau pengrusakan itu sudah dilakukan, seperti yg kita semua tahu bersama, maka yg bersalah adalah yg melakukan pengrusakan itu. So, jangan ada lagi orang yg sok tahu hukum, dan bilang seolah-olah masyarakat di negara-negara beradab di Barat segoblok masyarakat di Indonesia. Seolah-olah disana orang ateis juga dibungkam seperti di Indonesia. Tidak begitu. Ateisme itu sama nilainya seperti agama di negara-negara Barat. Sama-sama sistem kepercayaan. Boleh dijual dengan bebas. Orang bebas beli, bebas tidak beli. Yg tidak boleh adalah pengrusakan harta benda milik sesama pedagang. Pedagang agama tidak boleh merusak milik pedagang ateisme, and vice versa.



Kalau kita sudah mengakui kegoblokan kita, maka artinya kita sudah mau maju. Sudah mau berubah. Sudah mau membuka mata, bahwa ini semuanya soal jualan. Ada yg jualan agama, ada yg jualan ateisme. Haknya sama, sama-sama berhak berjualan. Itu saja anda coba mengerti, kalau mau berubah, menjadi sedikit lebih pintar. Tanpa perlu mengusir-ngusir orang ateis. Mengusir orang lain yg anda anggap tidak bertuhan. Ini negeri juga didirkan oleh orang-orang ateis, dan yg bikin pengrusakan dimana-mana adalah orang bergama. Yg menista agama lainnya adalah orang-orang beragama juga. Dimana-mana penistaan agama dilakukan oleh orang beragama. Dan itu boleh saja. Lumrah, namanya jualan agama. Walaupun dengan cara menjelek-jelekkan agama tetangga. Yg tidak boleh adalah melakukan pengrusakan fisik. Dan itu juga sudah dilakukan. Ini semuanya kebejatan, saudaraku. Indonesia memang bejat, saya akui, saya warga dari negara bejat.



-



Penistaan agama berlaku terhadap semua sistem kepercayaan yg diyakini orang. Kalau anda menista ateisme, berarti anda melakukan penistaan agama. Ateisme itu statusnya sama seperti agama, sistem kepercayaan pribadi per pribadi. Anda bisa saja termasuk teis (beragama), bisa juga ateis (tidak beragama), merupakan HAM (Hak Asasi Manusia) bagi anda untuk menjadi teis ataupun ateis. HAM itu hak, bukan kewajiban. Anda berhak: berhak beragama, berhak tidak beragama. Agama anda sendiri bisa apa saja, bisa tanpa agama, yg dalam hal ini disebut ateisme. Agama dan ateisme statusnya sama. Kalau anda menista ateisme, artinya anda menista agama juga. Dan itu tidak apa, namanya HAM juga, yaitu HAM Kebebasan Berpendapat. Pendapat anda pribadi. Yg tidak boleh adalah melakukan pengrusakan fisik terhadap harta benda maupun diri pribadi orang lain. Pengrusakan itulah yg kriminal. Pidana. Tapi orang Indon tidak mengerti ini. Dikira ateisme bukan agama, pedahal itu agama juga, dan manusianya dilindungi. Dilindungi oleh satu dunia beradab, dan didzolimi oleh bagian dunia yg belum beradab atau masih setengah beradab seperti Indonesia.



Indonesia ini takabur, jadi orang Indon merasa sudah sangat tercerahkan karena ini negara mengakui 6 (enam) agama resmi, dan di luar itu adalah agama-agama liar. Pedahal jumlah agama tidak terhitung. Ateisme itu termasuk agama juga karena mempunyai belief system tertentu. Mereka mempunyai semacam dogma juga, yaitu tidak mau percaya dogma-dogma yg dibuat oleh agama-agama sebelumnya.



So, di negara-negara beradab, tidak ada itu yg namanya umat Islam merusak rumah ibadah milik orang Ahmadiyah. Kalau ada, maka artinya perbuatan kriminal tingkat berat. Itu pidana berat, sama sekali tidak bisa ditoleransi. Kalau di Indonesia, haha.. Sedangkan yg namanya hate crime adalah penistaan-penistaan itu. Omongan di belakang pintu. Kalau masih dilakukan untuk kalangan sendiri, dan tidak menjadi perbuatan pengrusakan secara fisik, maka masih bisa ditolerir, artinya Free Speech (Kebebasan Berbicara). Kalau sudah bernada mengancam, seolah-olah mau melakukan pengrusakan fisik, maka barulah bisa ditangkap. Diberikan peringatan saja. Dan kalau sudah berupa tindakan fisik, maka bukan hate crime lagi, tetapi sudah crime. Kriminal asli.



-



Outside of hate crime, saya rasa sudah cukuplah pula kegilaan cocologi para piramida-maniacs itu. Jangan bikin malu pendukung budaya. Orang Perancis buat piramida di Museum Louvre, di kota Paris, dengan arsitek Cina-Amerika, I. M. Pei. So, daripada kita di Indonesia bongkar gunung tak bersalah, yg kita tahu isinya tanah dan batu biasa, lebih baik buat piramida saja. Saya rasa cocok sekali buat piramida di Pelataran Monas. Tanahnya masih ada, masih cukup.



Yg lebih lucu, the piramida-maniacs mengaku-ngaku keturunan orang Atlantis. Gak mungkinlah. Orang Atlantis were very genius. Tidak mungkin orang Indon keturunan Atlantis. Dari penampakan hasil kerja otaknya saja sudah terlihat tidak nyambung. Jauh panggang dari api. Jauh.. jauh..



Saya rasa mereka terkena gejala minder, rendah diri, mau membuktikan diri sebagai keturunan manusia berperadaban tinggi which, in this case, manusia Atlantis. Kenapa minder? Karena di masa kini terbukti mereka punya budaya melempem. Bisanya sesumbar berbudaya tinggi, tapi ternyata orang-orangnya memble. Budaya tinggi cuma di bibir saja, secara praktek orang-orangnya memble, mental tempe. Maka dicarilah kambing belang which in this case is piramida Atlantis. Disebarkanlah desas-desus seolah-olah orang Indon adalah keturunan Atlantis.



So, mendukung budaya is ok. Tapi kalau sudah mencapai taraf kegilaan, yg jadi bukan bagus lagi. Tapi memuakkan. Sama memuakkannya seperti cocologi yg dilakukan orang agama. Dicocok-cocokkan. Tapi tetap saja tidak cocok. Tidak nyambung. Yg nyambung cuma satu, yaitu kegilaannya.

Siklus Energi, Alat Pemecah Partikel dan Gelombang Vibrasi

AS:
Sehebat apa pun orang pasti tidak akan bisa meramalkan dengan tepat sebuah kejadian yang akan datang, tepat dengan Tanggal Bulan Tahun hingga jam dan menitnya.
Fenomena yang mendukung kejadian ini yang banyak ditemukan oleh orang-orang dari jaman dulu hingga sekarang. Itu sebabnya makanya dari dulu banyak orang yang selalu merasakan adanya tanda-tanda akan sebuah kejadian alam, dan bahkan ada yang mengatakan sebagai kiamat atau hari kehancuran Bumi. Mengapa bisa demikian ?
Jauh sebelum peradaban manusia ada, bumi ini sudah berkali-kali menghadapi banyak kejadian alam yang bisa dibilang goncangan, misal : gempa bumi, badai, tsunami, letusan gunung api, dan sebagainya. Dan setiap dari kejadian tersebut memiliki energi yang tersimpan di alam. Energi ini tidak dapat dimusnahkan, juga tidak terciptakan, melainkan hanya berubah bentuk. Energi ini bisa diakses dan dirasakan oleh siapa saja penghuni alam semesta termasuk manusia.
Energi ini merupakan bagian dari sebuah siklus yang berulang. Perulangan itu tidak hanya dalam hitungan tahun, namun bisa ratusan, ribuan, puluhan ribu, bahkan jutaan tahun.
Maka sebab itu, apa yang terjadi ribuan atau jutaan tahun yang lalu, sangat berkemungkinan untuk kembali terjadi saat ini atau ribuan bahkan jutaan tahun yang akan datang.
Yang diakses oleh manusia adalah siklus energi tersebut. Maka itu manusia bisa meramalkan akan adanya kejadian ini dan itu, namun hanya sebatas itu, tidak dapat memprediksi dengan tepat kapan tanggal bulan hari tahun atau jam hingga menit akan terjadi nya.
Di jalan tol, anda sedang mengendarai mobil. Dan dari spion anda melihat ada mobil dibelakang yang datang. ada 3 mobil yang ada di belakang mobil. Namun, apakah anda mengetahui dengan pasti jarak anda dengan 3 mobil tersebut?
Bisa saja 300 meter dengan mobil pertama, 400 meter dengan mobil kedua, 700 meter dengan mobil ketiga.
Anda hanya mampu mengukur jarak anda, jika anda memiliki alat ukur yang di desain untuk itu.
Lantas, apa alat yang bisa digunakan manusia untuk dapat mengetahui waktu akan suatu kejadian alam?
Konstelasi Bintang.
Yah, konstelasi bintang adalah tools yang bisa digunakan untuk mengetahui kejadian ini.
Sebagai contoh: Peradaban berabad-abad lalu, menggunakan konstelasi bintang untuk bercocok tanam, menggunakan konstelasi bintang untuk mengetahui kejadian-kejadian alam yang akan terjadi, dan sebagainya.
Mengapa demikian?
Waktu, adalah label sederhana yang digunakan manusia untuk mengenali sebuah momen. Jauh sebelum penetapan waktu, manusia telah menggunakan konstelasi bintang untuk melabeli sebuah kejadian.
Dan uniknya, pelabelan ini bisa dihitung berdasarkan pergeseran dari masing-masing rasi dan bahkan pergeseran bintang.
Contoh :
Ada kejadian gempa bumi pada jam XX:XY, kemudian dapat dilihat pergeseran konstelasi yang terjadi tepat diatas lokasi kejadian tersebut. Kemudian dicatat. Suatu saat dengan posisi konstelasi tersebut, akan terjadi kejadian yang sama dengan kejadian tersebut.
Dan dari sifat2 pergeseran tersebut, dapat diakumulasi dan disurvey atas beberapa kejadian, sehingga dapat dikenali akibat dari pergeseran konstelasi tersebut. Setiap pergeseran dari konstelasi, memiliki efek terhadap bumi, karena bumi adalah bagian daripada semesta.
Maka sebab itu, jika ada ramalan akan terjadi bencana ini atau itu, bisa saja energi yang diakses untuk ramalan tersebut adalah sebuah kejadian yang berlalu, atau kejadian di depan yang akan tidak akan pernah tahu kapan terjadinya, entah itu satu tahun ke depan, atau beberapa bulan kedepan, atau ratusan bahkan ribuan tahun kedepan

RC:
Apa ini termasuk batas kemampuan?
AS:
Aku ngga tahu apa sebutannya, tapi manusia hanya bisa merasakannya. Paling kuat atau sekuat-kuatnya hanya bisa mengetahui akan terjadi, tapi tidak tahu kapan.
Sama seperti Nostradamus. Mampu meramalkan akan terjadi di depan dalam jangka ribuan tahun, tapi tidak tahu kapan tepatnya.

IS:
Semacam intuisikah?
AS:
Yah, ramalan intuisi, ngga ada yang bisa tepat meramalkan waktunya.
IS:
Saya juga tahu banyak harta karun di Indonesia cuma ngga jelas tepatnya dimana? Kalau tahu bisa kaya raya ya?
AS:
Untuk pencarian lokasi ini, sebenarnya saat ini sudah banyak peralatan teknologi yang bisa mendeteksinya. Dan juga metode teknologi orang jaman dulu sebenarnya ngga jauh ketinggalan.
Di Kabballah, kita pernah pelajari cara mendeteksi logam dengan bantuan kristal dan konstelasi. Katanya bisa tembus sampai kilometer di bawah tanah. Tapi aku belum pernah coba sejauh itu, paling jauh cuma jarak 80 meter. Dulu nmencoba di Danau.

WA:
Saya pikir itu gunanya menghimpun manusia dengan kekuatan alami untuk ini. Saya pernah cerita dulu teori saya ini dengan AS. Sayang saya sudah ngga fokus ke sana lagi. Di masa yang akan datang, ada kemampuan-kemampuan manusia yang memang alami demikian. Kebetulan dulu guru saya almarhum seorang dengan kemampuan levitasi. Dia mempercayai di masa yang akan datang manusia memerlukan tidak cuma teknologi, tapi juga manusia dengan kemampuan khusus untuk mengoptimalkan teknologi. Dia percaya, perjalanan manusia itu nantinya tidak cukup di dunia materi, tapi juga perjalanan partikel. Saya pikir masuk akal, karena kita dulu juga manusia gua sebelum menjadi manusia internet dan kelak manusia yang menunggangi cahaya.

AS:
Menurutku, kemampuan alami manusia tidak di design untuk itu. Kalau pun manusia bisa menggunakan tanpa tools, maka itu sudah menggunakan alat yang dibundling ke tubuh manusia. Kenapa ?
Karena, dari seluasnya alam semesta ini, dengan record-record yang tak ternilai jumlah, sangat tidak mungkin seseorang lahir untuk itu.
Teknologi bundling tools ke tubuh manusia, itu juga termasuk kepada optimalisasi teknologi, dan tetap judulnya bukan kemampuan alami manusia.
Mengenai perjalanan partikel, sebenarnya saat ini pun kita sudah masuk dan berbicara tentang itu. peradaban manusia sejak jutaan tahun lalu telah berbicara tentang partikel. Tiap kali kita bicara materi maka kita berbicara tentang partikel.
Kondisi peradaban manusia yang ada saat ini sebenarnya tidak berubah dengan kondisi peradaban manusia ribuan tahun yang lalu. Perbedaannya hanya peradaban sekarang telah di sederhanakan dibanding peradaban yang telah lalu. Tentang teknologi, peradaban yang telah lampau juga telah mengenal teknologi.
Contoh : dulu orang sudah mengenal teknologi komputasi. Dan saat ini disederhanakan dengan adanya kalkulator ataupun komputer.

IC:
Kalau sudah tau masa depan, lalu untuk apa?
AS:
Ini pertanyaan bagus.
Jika saya tahu tentang masa depan, maka saya akan menggiring paling tidak orang-orang yang saya kenal, dan jika tidak bisa paling tidak diri saya sendiri.

WA:
Setidak-tidaknya aku dari dulu tertarik apa yang diceritakan dalam hikayat samawi soal cerita pemindahan istana Ratu Balqis oleh manusia di kerajaan Sulaiman. Teori islam uuntuk itu adalah merubah materi ke eter lalu materi lagi. Sudah dikembangkan alat ini oleh NASA tapi katanya baru mampu mengumpulkan 40% dari materi yang berubah jadi eter di udara. Artinya, jika itu kursi dipindah dari Jakarta ke Bali, baru kaki-kaki kursi yang terbentuk di Bali, sisanya berantakan di udara tidak terhimpun sepanjang pulau Jawa. Tapi ini sudah bisa, bahwa kita manusia yang materi amat mungkin dirubah jadi eter lalu ditujuan, kita satukan lagi tanpa kehilangan sehelai bulu pun. Ini menggunakan alat pemecah partikel.
AS:
Teori Ratu Balqis itu sebenarnya hanyalah kiasan.
Untuk merubah materi menjadi energi dan konversi menjadi materi, ini sudah lama sekali ada. Dan saat ini pun di sederhanakan kembali.
Tapi, kali ini bahasannya tentang prediksi fenomena alam dan berbeda pembahasan tentang perubahan materi tersebut.

WA:
Jika saya tahu masa depan, saya yakin saya hanya akan jadi 2 hal ini saja: manusia egois atau manusia pencemas. Saya akan gila di penghujung kesimpulan saya, karena saya akan bertindak atas apa yang saya suka dan kawatirkan saja, karena saya mengetahui suatu hal, lalu saya pasti akan merubah atau menghindari. Sementara ngga ada yang tahu pasti tindakan itu lebih baik atau lebih buruk.
AS:
So, terjadilah dengan apa yang kau pikirkan.

WA:
Ngga tahu kiasan atau tidak, tapi itu teori menarik dan lebih menarik ada ilmuwan yang mampu menciptakan alat pemecah partikel walau belum dapat digunakan. Ini menjawab pemikiranku soal sulap. Ketika tipuan mata ada, tipuan materi kenapa tidak? 'Tipuan' yang jangan disebut rekayasa.
Kembali ke fenomena alam, di Inggris aku baca kemarin ada alat yg mampu mendeteksi sebuah kejahatan akan terjadi di suatu tempat. Alat ini mampu memprediksi suatu tempat akan terjadi kejahatan, alat ini mampu membaca kerja gejala di tempat itu dengan: suhu tubuh orang-orang, vibrasi frekuensi gelombang materi di udara, dan macam-macam. Seperti cenayang, tapi ini ilmiah. Makanya aku selalu bilang, peramal yang baik 'alatnya' jangan disepelekan.
Kalau aku, sementara waktu masih berpegang pada teori rosicrucian tentang lautan vibrasi. Fikiran itu adalah gelombang vibrasi. Yang terkuat menindih yang lemah, mempengaruhi, jadi dominan dan gelombang ini jadi materi, menghasilkan tindakan. Orang yang kuat fikiranlah yang menguasai tindakan yang terjadi. Aku tahu teori ini benar. Tapi jika ada orang yang tiap saat meningkatkan vibrasinya untuk menguasai orang banyak, dia akan lelah.
Akan gampang membiarkan dan menyeimbangkan. Biarkan orang lakukan apa padamu, tapi seimbangkan ketika tindakannya sampai pada kita. Kalau ia bertindak buruk, mampuslah dia. Karena keseimbangan itu adil.

AS:
Aku ngga bilang kalau ngga bisa diprediksi kejadian akan datang. Seperti prediksi kejahatan itu, apa bisa diprediksi waktu yang paling tepat hingga jam dan menit ? Tentu tidak.
Mengenai penjelasan di atas juga, jelas bahwa itu memaparkan vibrasi akan terjadinya sebuah fenomena alam.
Belum pernah ada cenayang yang mampu memprediksi tepat hingga jam dan menit akan sebuah kejadian tanpa menggunakan bantuan tools.
Seperti yang di Inggris itu, juga menggunakan sebuah alat, yang merupakan akumulasi survey dari data-data kejahatan yang pernah ada. Sama seperti penjelasanku diatas tentang konstelasi, yaitu akumulasi data atas kejadian yang pernah terjadi sebelumnya.
Mengenai hukum keseimbangan, nanti kita bahas di thread baru. Karena aku menyangsikan teori keseimbangan. Aku lebih mengarah ke chaos-harmony. Bagiku keseimbangan adalah bagian daripada dogmatisme.

19 Jan 2012

Minta Diaktifkan Mata Ketiga

by Leonardo Rimba II on Tuesday, January 17, 2012 at 5:13pm

Dear Pak Leo,



Saya udah lama yaaa gak kirim email ke Pak Leo, hehehehehehe.... Pak, acara sarasehan Sabtu kemarin kereeenn, baguuss banget. Meskipun saya mendadak jadi demam & kepala jadi pusing (kliyengan gitu) sepanjang acara, tapi acaranya kereeenn bangeett. Untung saya selalu bawa obat paramex di tas saya, jadi saya bisa minum paramex. Kalo gak minum paramex, mungkin saya udah pingsan kali di acara sarasehan malam itu. Saya merasa aneh aja kenapa badan saya tiba-tiba jadi hangat demam begitu & kepala jadi pusing kliyengan begitu, tapi puji syukur saya bisa bertahan hingga acara hampir selesai. Saya sempat ngomong ke Mbak Vivi D. Noviyanti bahwa badan saya mendadak jadi hangat demam & kepala jadi pusing.



Saya cuma ikut workshop Mbak Rini Chandra (kundalini) & wokshop Pak Leo aja, karena saya memang belum tertarik utk ikut workshop yg lain. Saya surprise banget bertemu Pak Leo untuk pertama kalinya, karena ternyata Pak Leo gak segalak tulisan Pak Leo. Padahal sebelumnya saya takut banget sama Pak Leo, soalnya Pak Leo terkesan galak kalo di tulisan-tulisan Pak Leo, hehehehehehehehe



Pak, saya barusan selesai baca buku Pak Leo "Pelangiku warna ungu, sejuta agama satu Tuhannya". Bukunya bagus Pak, semakin membuka wawasan berpikir saya sebagai pembaca. Ditunggu buku ke-3 nya ya Pak Leo....



Pak, kemarin saya bilang saya gak mau dibuka/diaktifkan mata ketiga saya, karena saya takut bisa lihat Miss Kunti lagi, hehehehehehe (saya jadi paranoid banget sama miss kunti sejak saya lihat Miss Kunti itu). Tapi setelah saya selesai baca buku Pak Leo yg ke-2, ada beberapa sharing orang-orang dgn Pak Leo mengenai mata ketiga. Ternyata mata ketiga itu banyak manfaatnya ya Pak?



Pak, akhirnya saya mau juga dong membuka/mengaktifkan mata ketiga saya. Caranya gimana ya Pak membuka/mengaktifkan mata ketiga saya? Kalo Pak Leo berkenan, saya minta tolong Pak Leo mengajari saya cara membuka/mengaktifkan mata ketiga saya.

Terima kasih ya Pak Leo



Best regards,

X



-



Jawab saya:



Mata ketiga adalah kelenjar pineal, ada di tengah batok kepala kita, selalu terbuka karena tidak ada kelopaknya. Anda bisa mencoba meditasi di cakra mata ketiga, kalau mau.



Cara meditasi di cakra mata ketiga mudah saja, yaitu duduk dengan punggung tegak. Bisa bersila, bisa juga di atas kursi. Fokuskan kesadaran anda di titik antara kedua alis mata. Rasakan saja kesadaran anda berada di titik itu. Rasakannya dengan bola mata anda yg dipejamkan. Bisa juga setengah terpejam. Bisa sambil dengar musik meditasi, bisa juga tidak. Bisa sambil baca mantera atau doa, bisa juga tidak. Bisa pakai mantera atau doa apa saja yg diulang-ulang di dalam hati. Yg penting, fokus kesadaran anda tetap di titik itu. Lakukan rutin tiap hari, 30 menit di pagi hari, dan 30 menit di malam hari.



Leo

My Prediction for Tahun Naga Air

by Leonardo Rimba II on Thursday, January 19, 2012 at 10:49am

Setahu saya, bahkan Saudi Arabia membahagiakan rakyatnya. Pemerintah NKRI tidak membahagiakan rakyatnya. Tidak mau, tidak bisa, dan tidak punya niat. Sejak semula tidak berniat menyejahterakan rakyat. Why? Karena mereka yg duduk di pemerintahan NKRI sudah keluar modal banyak, sekarang sedang getol-getolnya berusaha untuk balik modal. Yg jadi anggota DPR juga begitu. DPRD juga begitu. Pejabat-pejabat Indonesia semuanya bermodal. Makanya selama jadi pejabat harus untung. Paling tidak harus balik modal. Dagang.. dagang..



So, kita semua tahu Indonesia memang negara sakit. Sakit parah. Dari atas sampai bawah semuanya terkena kanker ganas. Tidak ada yg berani menyodorkan solusi. Semuanya tercemar, jadi kalau mau bongkar borok orang, boroknya sendiri bisa dibongkar orang. Akhirnya semuanya tutup mulut. Yg dipertontonkan adalah sandiwara saja. Sambil memaki-maki negara Barat yg moralnya kedodoran. Pedahal yg kedodoran moralnya itu Indonesia. Termasuk paling kedodoran satu dunia. Secara moral, material, finansial, dlsb...



Negara-negara Barat itu pemerintahannya bersih. Very clean. Seperti gigi yg baru digosok dengan Pepsodent, dibandingkan dengan pemerintah NKRI yg ibarat jamban tidak pernah dicuci. Full of shit.



Jadi, kalau nanti NKRI pecah, jangan salahkan siapa-siapa, salahkan pemerintahan anda sendiri. Papua itu sudah rawan sekali. Dulu Bung Karno ngotot mencaplok Papua dan menyebut penduduknya saudara-saudara kita. Ternyata the saudara-saudara diperlakukan seperti monyet yg dibawa keliling dan disuruh menari-nari. Namanya the game of Topeng Monyet. Pedahal, walaupun mirip monyet, mereka manusia. Think about this. So, jangan ada yg menyesalkan kalau Papua lepas. Saya dulu menyesalkan Timor Timur lepas, tapi saya akhirnya sadar, itu buah yg dipetik oleh pemerintah NKRI sendiri. Pejabat-pejabat NKRI ini semuanya kemaruk. Tidak bisa dikontrol, bisanya menipu. Doyan korupsi, dlsb. So, terimalah nasibmu NKRI-ku.



So, thinking is part of spirituality too. Kita manusia spiritual, artinya kita manusia yg berpikir. Kita bukan robot seperti yg dikira manusia beragama. Manusia beragama mau kita jadi robot, agar bisa disetir, agar bisa diporotin uangnya. Kita tidak begitu. Kita spiritual, artinya kita berpikir.



-



Chinese New Year satu tahun lalu, saya ada di pusat kota Melbourne, Australia, tempat saya mondar-mondar or lontang-lantung pada saat itu. Saya di Jakarta sekarang, dan beberapa hari lagi kita akan memasuki Chinese New Year berikutnya. Tapi jangan harap saya bakal lontang-lantung in the middle of Jakarta buat nonton Barongsay (Lion Dance). Jakarta is very ugly, macet, dirty, aura Mak Lampir who is a hantu blao asli Nusantara. Ketawanya kikikikikiki... Aura setan.. Aura setan..Di pusat kota Melbourne bertebaran chinese establishments, mostly restoran-restoran milik Hoakiao (Cina Perantauan) asal mainland China, Taiwan, Vietnam, Malaysia, dll... termasuk Hoakiao asal Indonesia, dengan restorannya yg bernama "Nelayan".



So, tepat pada hari raya Chinese New Year, the barongsays (ada banyak group barongsays) akan mendatangi restoran-restoran itu, satu persatu, dan bermain di depannya. Setelah itu the barongsay akan melompat dan makan angpao yg ditaruh di depan restoran. Ditaruhnya tinggi sekali, sehingga the barongsay harus berdiri. Setelah itu dimakanlah angpao itu. After that, the petasan akan dibunyikan dar der dor dar der dor... (maksudnya buat ngusir setan which, in the case, namanya Mak Lampir, asli dari Nusantara)Mak Lampir is setan yg suka makan duit karena membuat orang takut sama Allah. Karena takut sama Allah, akibatnya duit the orang-orang bisa disedot, menjadi sumbangan ke badan-badan agama, dengan maksud supaya didoakan sehingga tidak takut lagi. So, Mak Lampir is very jahat. Jauhilah itu, amin.



Kita akan memasuki tahun Naga Air sebentar lagi. Saya tidak cek tulisan orang lain, saya cuma melihat di dalam kepala saya sendiri, bahwa Naga Air or Water Dragon is Ikan Paus. Saya baru lihat tadi malam. Ternyata ini Ikan Paus, artinya, banyak lemaknya. Minyak ikan. Bisa dipakai untuk penyembuhan fisik. Energinya banyak untuk penyembuhan tubuh yg sakit. Tarik saja.



For your info, Ikan Paus (Naga Air, Water Dragon) juga simbol dari anda dan saya. Ikan Paus rajin meditasi, dan sebenarnya ini bukan ikan, melainkan mamalia. Tidak bertelur melainkan beranak. Judulnya, beranak dalam air. Dan the Paus punya kundalini juga. Setelah meditasi, prananya naik ke atas, dan muncrat. Dari atas turun kembali ke bawah sebagai hujan. Di manusia namanya hujan prana. Di Paus, namanya hujan air. Paus is a symbol of us. Tahun ini akan muncul, muncul Paus dimana-mana, artinya, kundalininya naik sampai ke atas, sampai muncrat lewat atas kepala, dan turun kembali ke bawah.



So, this is my prediction for tahun Naga Air: 1) Akan muncul energi penyembuhan fisik yg luar biasa besar dan bisa ditarik dengan mudah; 2) Akan terbuka jalur kundalini secara besar-besaran di banyak orang. Liat aja.. liat aja..



-



Terakhir, ada teman yg bertanya: "Apakah budaya greedy masih merajalela?"



Saya jawab: Oh, tentu saja masih, itu budaya asli Indonesia.

Dan Sadulur Papat is None Other than Alam Semesta

by Leonardo Rimba on Wednesday, January 18, 2012 at 12:24pm

Jangan ada salah kaprah lagi diantara orang Indon, seolah-olah orang Barat tidak kenal kata Allah. Mereka marak sekali pakai kata Allah, di bahasa Inggris dituliskan sebagai God. Sebaliknya, orang Barat jarang sekali pakai kata Tuhan, yg dituliskan sebagai the Lord di bahasa Inggris. Menurut tata-krama pergaulan orang Barat, tidak pantas kata Tuhan (the Lord) dibawa dalam tulisan dan percakapan umum. Yg pantas adalah kata Allah (God). Surprise.. surprise..



Saya hidup di dua dunia, dunia bahasa Indonesia dan dunia bahasa Inggris. Saya tahu pasti para native speakers berbahasa Inggris (orang AS, Inggris, Australia, Kanada, dll) akan merasa malu tujuh keliling apabila pakai kata Tuhan (the Lord) di dalam tulisan atau percakapan mereka. Kenapa? Karena akan terkesan sebagai kristen fundamentalis. Yg suka pakai kata Tuhan (the Lord) cuma orang-orang kristen saja, dan itu juga cuma di kalangan mereka sendiri. Kalau sudah berbicara atau menulis untuk umum, yg digunakan adalah kata Allah (God). Kata Allah (God) sangat umum. Kata Tuhan (the Lord) tidak umum. Kalau digunakan juga, umumnya merujuk kepada Yesus. Lord Jesus.



Untuk teman-teman yg tertarik untuk memperlurus cara berpikir, ingatlah bahwa saya menulis tentang asal-usul. Asal-muasal. Kalau kita mengerti asal-usul, kita tidak akan rancu. Kita akan pegang arti asli. Kalau kemudian ada arti baru, yg tidak dilarang, kita akan tahu bahwa itu perkembangan kemudian, dan bukan asal muasal.



So, saya mengerti asal muasal kata Tuhan, yaitu kata Tuan, dan berarti Tuan. Pertama kali digunakan untuk Yesus ketika dilakukan penerjemahan Alkitab ke bahasa Melayu 300 tahun lalu.



Kalau kemudian kata Tuhan menjadi begitu populer di Indonesia, sehingga orang lupa asal-usulnya, dan mengira Tuhan berarti Allah, maka itulah yg namanya kerancuan.



Tulisan saya bermaksud meluruskan kerancuan, dan bukan menambah-nambahinya. Bukan bermaksud melarang, karena tidak ada yg larang kalau anda mau bilang Tuhan = Allah.



Saya cuma mau menunjukkan, bahwa aslinya kata baru Tuhan berarti Tuan. Sinonim dengan kata Gusti di bahasa Jawa. Dan sinonim dengan kata Lord di bahasa Inggris.



Sudah terlalu banyak salah kaprah di alam pemikiran manusia Indonesia. Segala macam disalah-kaprahkan.



-



Saya ulangi sekali lagi, kita disini bicara asal usul kata Tuhan di bahasa Indonesia. Asalnya dari kata Lord, kalau di bahasa Inggris. Dan itu diterjemahkan menjadi Tuhan di bahasa Indonesia. Artinya Tuan atau Gusti.



Kata God di dalam bahasa Inggris, diterjemahkan menjadi Allah di bahasa Indonesia.



Jadi, ada dua kata yg berbeda artinya, Tuhan dan Allah. Tuhan asalnya dari kata Lord. Dan Allah asalnya dari kata God.



Ini untuk meluruskan salah kaprah bahwa Tuhan = Allah. Tidak seperti itu maksud aslinya.



Maksud aslinya, Tuhan adalah Tuan. Lord atau Gusti.



Allah adalah God.



Ini saja coba anda mengerti. Kalau anda coba perhatikan istilah God di naskah-naskah berbahasa Inggris, dan anda bandingkan itu dengan terjemahanya, maka anda akan mulai mengerti maksud saya.



God di bahasa Inggris artinya Allah. Ini konsep Allah menurut tradisi Yahudi-Kristen (Judeo-Christian).



Di khazanah Yahudi-Kristen, Allah adalah Allah, selalu disebutkan sebagai Allah, dan tidak menjadi Tuhan.



Tuhan itu lain lagi, di bahasa Inggris tulisannya Lord. The Lord = Tuhan. Kalau ada istilah itu muncul, anda patut bertanya, the Lord apa yg dimaksud?



Ada macam-macam Lord. Maksudnya, macam-macam Tuan. Walaupun diterjemahkan ke bahasa Indonesia sebagai Tuhan, seperti Yesus, tetapi maksudnya tetap saja Tuan.



Allah beda. Kalau yg dimaksud adalah Allah, maka tulisan di bahasa Inggrisnya God.



Di dalam bahasa Inggris, Allah tidak dipelintir menjadi Tuhan. Dan Tuhan tidak dipelintir menjadi Allah. Tidak main pelintir-pelintiran seperti kebiasaan orang Indon.



Ini saja coba dimengerti. Harus fokus. Kalau anda bisa fokus dan mengerti salah terjemahan di banyak buku, ketika kata God diterjemahkan menjadi Tuhan, maka anda akan bisa melihat dengan jelas, sejelas-jelasnya.



Apa itu yg akan terlihat tentu saja anda harus mengalaminya sendiri. Saya tidak mau ceritakan semuanya. You have to experience that yourself.



Ini hal pencerahan pribadi. Anda sendiri yg harus mencerahkan diri anda. Bukan saya.



-



Kita harus mengerti dulu arti asal dari kata Tuhan itu, yaitu artinya Tuan atau Gusti. Kalau kita sudah mengerti, maka akan mudah saja memberikan arti lain.



Bahkan mengartkan Tuhan = Allah. Seperti di kalimat "Tiada Tuhan selain Allah".



Nah, kata Tuhan di kalimat itu berasal dari kata Illah. Tuhan = Illah.



Illah itu apa pastinya saya juga tidak terlalu jelas. Tetapi sudah dimengerti sebagai Tuhan.



Jadi Tuhan = Illah = Allah.



Itu pengertian belakangan. Arti baru. Arti yg bergeser.



Arti asli atau awal, Tuhan = Tuan = Gusti. Bukan Allah.



-



So, tulisan saya bermaksud mengajak anda untuk berusaha mengerti asal-usul kata. Kalau kita mengerti asal-usulnya, dan kemudian kita memberikan arti baru, maka kita akan bisa melihat dengan perspektif atau cara pandang yg multidimensional.



Kita akan memahami bahwa ini semua adalah permainan kata. Ada kata yg diberi arti asal. Kemudian diberi arti baru. Kemudian artinya bergeser, baik disengaja maupun tidak.



Dan itulah bahasa. Bahasa yg hidup seperti itu, selalu menemukan arti baru dari kata-kata yg sudah ada.



Dan tentu saja tidak dilarang. Boleh saja. Cuma, sebaiknya diberkan definisi. Kalau kita pakai suatu kata, kita jelaskan apa yg kita maksud. Satu kata bisa berarti banyak, bermacam-macam, dan berbeda-beda. Tergantung siapa pemakainya.



Kalau kita jelaskan apa yg kita maksud dengan kata yg kita pakai, maka pembaca akan banyak sekali terbantu. Dan tidak perlu diperdebatkan. Pemberian arti kepada suatu kata, misalnya kata Tuhan atau kata Allah, tidak perlu diperdebatkan. Arti bisa kita berikan, arti apapun, itu hak penulis / pembicara.



Berdasarkan arti yg diberikan itulah penulis / pembicara menguraikan jalan berpikirnya.



-



Ngomong-ngomong soal istilah yg digunakan oleh orang Hindu, saya mendapati bahwa di bahasa Inggris ternyata mereka tidak allergi menggunakan istilah God.



Di bahasa Inggris, literatur Hindu penuh dengan istilah God. Tetapi ketika diterjemahkan atau ditulis langsung dalam bahasa Indonesia, apa yg dimaksud dengan God di bahasa Inggris akhirnya menjadi Tuhan juga.



God di bahasa Inggris terjemahannya adalah Allah di bahasa Indonesia. Tetapi rupanya orang Hindu di Indonesia tidak mau pakai kata Allah. Yg dipakai kata Tuhan, yg artinya Tuan, dan bahasa Inggrisnya adalah Lord.



Allah itu bahasa Indonesia, dan bahasa Inggrisnya God.



Tuhan di bahasa Indonesia, bahasa Inggrisnya Lord.



Kalau yg dimaksud adalah God, kenapa harus pakai kata Tuhan?



Jawab: nilai rasa kata. Ada rasa risih ketika pakai kata Allah. Di bahasa Indonesia, nilai rasa kata Allah agak gimana gituh. Kurang disukai. Orang lebih suka pakai istilah Tuhan.



Di negara-negara yg berbahasa Inggris, Allah bernilai rasa biasa saja. Umum sekali orang untuk menyebut God. Semua agama pakai istilah God, yg di bahasa Indonesia menjadi Allah.



Tetapi disalah-kaprahkan menjadi Tuhan.



Makanya Yesus sekarang dipertanyakan, kenapa orang Kristen menuhankan Yesus?



Pedahal itu namanya, Tuhan Yesus. Artinya Tuan Yesus.



Bukan Allah Yesus.



Anda yg bilang Tuhan adalah Allah. Tuan adalah Allah. Makanya kata Tuhan jadi sinonim dengan Allah di bahasa Indonesia.



Di bahasa-bahasa Barat tidak seperti itu.



Mereka benar, kita yg salah kaprah, sampai sekarang.



-



Anda bisa saja bilang Tuhan = Allah. Tetapi sebaiknya anda mengerti bahwa itu arti belakangan. Arti yg anda berikan kepada kata baru Tuhan, yg pertama kali digunakan oleh orang Kristen dan berarti Tuan.



Silahkan baca kembali berkali-kali apa yg saya tulis.



Kalau anda mengira bahwa kata Tuhan itu muncul begitu saja dan berarti Allah, maka artinya anda tidak bisa fokus.



Fokus.. fokus.. dan mengerti bahwa Tuhan merupakan kata baru, tadinya tidak ada itu istilah. Yg ada istilah Tuan. Dan kemudian dituliskan sebagai Tuhan. Dengan tambahan huruf h.



Artinya tetap saja Tuan.



Tetapi, orang-orang kemudian salah kaprah, dan mengira Tuhan itu Allah. Jadi, itu kata baru Tuhan diambil-alih, dan digunakan sebagai sinonim untuk Allah.



Boleh saja, tetapi itulah arti belakangan, bukan arti asli.



-



Mungkin sekarang anda sudah bisa menyimpulkan sekarang darimana asalnya konsep Tuhan, Allah, Dewa, dlsb.



Semuanya keluar dari pikiran manusia seperti anda dan saya.



Bukan jatoh gedebuk dari atas langit, melainkan hasil pemikiran.



Karena hasil pemikiran, makanya tidak perlu diperdebatkan, apalagi sampai ngotot-ngototan. Semuanya merupakan hasil pemikiran orang pribadi per pribadi. Berlaku bagi orangnya sendiri.



Kalau orangnya mengira dia memperoleh "bisikan" sehingga bisa berpikir dan menghasilkan sesuatu. Misalnya tentang sesuatu yg dinamakannya Allah, bahwa Tuhan = Allah, dll... Dan menurutnya, bisikan itu mutlak berlaku bagi dirinya sendiri dan semua orang, maka artinya orang itu terganggu kesehatan jiwanya.



Namanya mengalami delusi, waham. Dan itu cukup banyak juga sekarang ini. Mereka tidak sadar, bahwa yg muncul itu pemikiran, hasil pemikiran dirinya sendiri.



-



Nama personal tentu saja tidak boleh diterjemahkan. Tetapi Elohim di bahasa Ibrani bisa menjadi Allah dan God, bisa menjadi bermacam-macam istilah. Ternyata ini bukan nama personal, melainkan istilah teknis. Artinya sesembahan. Sesuatu yg disembah. Tapi jarang orang yg tahu itu. Mereka mengira Allah adalah nama personal, pedahal bukan.



Elohim atau Allah-nya orang Yahudi dituliskan sebagai JHVH, tetapi dibaca Adonai. Ada yg menganggap JHVH ini sebagai nama personal, dan dibaca sebagai Jehovah atau Jahveh. Menurut saya, itu bukan nama personal melainkan simbol saja. Simbol dari sesuatu yg tidak bisa dijelaskan dan diuraikan, selain dibilang ada. Ada karena ada.



Jadi, orang Yahudi kalau ditanya akan bilang bahwa mereka menyembah God (Elohim atau Allah) yg disebut the Lord (Adonai atau Tuan, tetapi dituliskan sebagai Tuhan di bahasa Indonesia). Cuma itu saja, dan nama personal dari The Lord/ Adonai/ Tuhan/ Tuan ini tidak pernah dibicarakan.



Interpretasi saya, JHVH ini simbol dari empat unsur alam semesta, yaitu Udara, Air, Api dan Tanah. Sadulur Papat.



Dan sadulur papat is none other than alam semesta.

18 Jan 2012

meramal

AS:
Kemarin ngobrol2 sama Mas GU dirumah nya, aku dapat kesimpulan bahwa sehebat apapun orang pasti tidak akan bisa meramalkan dengan tepat sebuah kejadian yang akan datang, tepat dengan Tanggal Bulan Tahun hinggga jam dan menit nya.

Fenomena yang mendukung kejadian ini yang banyak ditemukan oleh orang2 dari jaman dulu hingga sekarang. Itu sebabnya makanya dari dulu banyak orang yang selalu merasakan adanya tanda2 akan sebuah kejadian alam, dan bahkan ada yang mengatakan sebagai kiamat atau hari kehancuran Bumi. Mengapa bisa demikian ? See the comments.

AS: Jauh sebelum peradaban manusia ada, bumi ini sudah berkali-kali mengahadapi banyak kejadian alam yang bisa dibilang goncangan, misal : gempa bumi, badai, tsunami, letusan gunung api, dlsb. Dan setiap dari kejadian tersebut memiliki energi yang tersimpan di alam. Energi ini tidak dapat dimusnahkan, juga tidak terciptakan, melainkan hanya berubah bentuk. Energi ini bisa diakses dan dirasakan oleh siapa saja penghuni alam semesta termasuk manusia.
Energi ini merupakan bagian dari sebuah siklus yang berulang. Perulangan itu tidak hanya dalam hitungan tahun, namun bisa ratusan, ribuan, puluhan ribu, bahkan jutaan tahun.
Maka sebab itu, apa yang terjadi ribuan atau jutaan tahun yang lalu, sangat berkemungkinan untuk kembali terjadi saat ini atau ribuan bahkan jutaan tahun yang akan datang.
8 hours ago · Like · 2

AS: Yang diakses oleh manusia adalah siklus energi tersebut. Maka itu manusia bisa meramalkan akan adanya kejadian ini dan itu, namun hanya sebatas itu, tidak dapat memprediksi dengan tepat kapan tanggal bulan hari tahun atau jam hingga menit akan terjadi nya.
8 hours ago · Like · 2

AS: Analogi :
Di jalan tol, anda sedang mengendarai mobil. Dan dari spion anda melihat ada mobil dibelakang yang datang. ada 3 mobil yang ada dibelakang mobil. Namun, apakah anda mengetahui dengan pasti jarak anda dengan 3 mobil tersebut ?
bisa saja 300 meter dengan mobil pertama, 400 meter dengan mobil kedua, 700 meter dengan mobil ketiga.
Anda hanya mampu mengukur jarak anda, jika anda memiliki alat ukur yang di desain untuk itu.
8 hours ago · Like · 1

AS: Lantas, apa alat yang bisa digunakan manusia untuk dapat mengetahui waktu akan suatu kejadian alam ?
8 hours ago · Like

AS: Konstelasi Bintang.
Yah, konstelasi bintang adalah tools yang bisa digunakan untuk mengetahui kejadian ini.
Sebagai contoh, : Peradaban berabad2 lalu, menggunakan konstelasi bintang untuk bercocok tanam, menggunakan konstelasi bintang untuk mengetahui kejadian2 alam yang akan terjadi, dlsb.

Mengapa demikian ?
8 hours ago · Like · 1

AS: Waktu, adalah label sederhana yang digunakan manusia untuk mengenali sebuah momen. Jauh sebelum penetapan waktu, manusia telah menggunakan konstelasi bintang untuk melabeli sebuah kejadian.
Dan uniknya, pelabelan ini bisa dihitung berdasarkan pergeseran dari masing2 rasi dan bahkan pergeseran bintang.

Contoh :
Ada kejadian gempa bumi pada jam XX:XY, kemudian dapat dilihat pergeseran konstelasi yang terjadi tepat diatas lokasi kejadian tersebut. Kemudian dicatat. Suatu saat dengan posisi konstelasi tersebut, akan terjadi kejadian yang sama dengan kejadian tersebut.

Dan dari sifat2 pergeseran tersebut, dapat diakumulasi dan disurvey atas beberapa kejadian, sehingga dapat dikenali akibat dari pergeseran konstelasi tersebut. Setiap pergeseran dari konstelasi, memiliki efek terhadap bumi, karena bumi adalah bagian daripada semesta.
7 hours ago · Like · 3

RC: apa ini termasuk batas kemampuan?
7 hours ago · Like · 1

AS: Maka sebab itu, jika ada ramalan akan terjadi bencana ini atau itu, bisa saja energi yang diakses untuk ramalan tersebut adalah sebuah kejadian yang berlalu, atau kejadian di depan yang akan tidak akan pernah tahu kapan terjadinya, entah itu satu tahun ke depan, atau beberapa bulan kedepan, atau ratusan bahkan ribuan tahun kedepan.
7 hours ago · Like · 1

AS: RC: apa ini termasuk batas kemampuan?
__________________

Aku ngga tau apa sebutannya lang, tapi manusia hanya bisa merasakannya. Paling kuat atau sebanter2 nya hanya bisa mengetahui akan terjadi, tapi tidak tahu kapan.
7 hours ago · Like · 1

AS: Sama kayak Nostradamus. Mampu meramalkan akan terjadi di depan dalam jangka ribuan tahun, tapi tidak tahu kapan tepat nya.
7 hours ago · Like

IS: semacam intuisi kah?
7 hours ago · Like · 1

IC: saya juga tau banyak harta karun di indon cuma gak jelas tepatnya dimana? kalo tau bisa kaya raya ya??? maklum gak bisa kelihatan jelas orang indon rakus
7 hours ago · Like

AS: IS: semacam intuisi kah?
___________________

yah, ramalan intuisi IS, ngga ada yang bisa tepat meramalkan waktu nya.
7 hours ago · Like

AS: IS: saya juga tau banyak harta karun di indon cuma gak jelas tepatnya dimana? kalo tau bisa kaya raya ya??? maklum gak bisa kelihatan jelas orang indon rakus
________________

untuk pencarian lokasi ini, sebenarnya saat ini sudah banyak peralatan teknologi yang bisa mendeteksi nya. dan juga metode teknologi orang jaman dulu sebenarnya ngga jauh ketinggalan.

Di Kabballah, kita pernah pelajari cara mendeteksi logam dengan bantuan kristal dan konstelasi. Katanya bisa tembus sampe kilometer dibawah tanah. tapi aku belum pernah coba sejauh itu, paling jauh cuma jarak 80 meter. dulu nyoba di Danau.
7 hours ago · Like · 2

WA: Saya pikir itu gunanya menghimpun manusia dg kekuatan alami u/ ini. Saya pnh cerita dulu teori saya ini dg AS. Sayang saya sdh ga fokus ke sana lg. Di masa yang akan datang, ada kemampuan2 manusia yang emang alami dmkn. Kebetulan dulu guru saya almarhum seorang dg kemampuan levitasi. Dia mempercayai dimasa yg akan datang manusia memerlukan tidak cuma teknologi,tapi juga manusia dg kemampuan khusus u/ mengoptimalkan teknologi. Dia percaya, perjalananan manusia itu nantinya tidak cukup di dunia materi,tapi juga perjalanan partikel. Saya pikir masuk akal, karena kita dulu juga manusia gua sebelum menjadi manusia internet dan kelak manusia yg menunggangi cahaya. *remember me if it just enough for SN starshit kwakwakwak*
6 hours ago via mobile · Like · 4

IC: kalau sudah tau masa depan,lalu untuk apa?
6 hours ago · Like

AS: menurutku, kemampuan alami manusia tidak di design untuk itu. kalaupun manusia bisa menggunakan tanpa tools, maka itu sudah menggunakan alat yang dibundling ke tubuh manusia. Kenapa ?
Karena, dari seluasnya alam semesta ini, dengan record2 yang tak ternilai jumlah, sangat tidak mungkin seseorang lahir untuk itu.
6 hours ago · Like

AS: teknologi bundling tools ke tubuh manusia, itu juga termasuk kepada optimalisasi teknologi, dan tetap judulnya bukan kemampuan alami manusia.
6 hours ago · Like · 1

AS: mengenai perjalanan partikel, sebenarnya saat ini pun kita sudah masuk dan berbicara tentang itu. peradaban manusia sejak jutaan tahun lalu telah berbicara tentang partikel. tiap kali kita bicara materi maka kita berbicara tentang partikel.
6 hours ago · Like

AS: kondisi peradaban manusia yang ada saat ini sebenarnya tidak berubah dengan kondisi peradaban manusia ribuan tahun yang lalu. perbedaannya hanya peradaban sekarang telah di sederhanakan dibanding peradaban yang telah lalu. tentang teknologi, peradaban yang telah lampau juga telah mengenal teknologi.

contoh : dulu orang sudah mengenal teknologi komputasi. dan saat ini disederhanakan dengan adanya kalkulator ataupun komputer.
6 hours ago · Like
AS: IC: kalau sudah tau masa depan,lalu untuk apa?
___________________________

ini pertanyaan bagus.,

Jika saya tahu tentang masa depan, maka saya akan menggiring paling tidak orang-orang yang saya kenal, dan jika tidak bisa paling tidak diri saya sendiri.
6 hours ago · Like

WA: Seenggak2nya aku dari dulu tertarik apa yg diceritakan dlm hikayat samawi soal crt pemindahan istana ratu balqis oleh manusia di kerajaan sulaiman. Teori islam u/ itu adl merubah materi ke eter lalu materi lg. Udah dikembangin alat ini oleh NASA tp katanya baru mampu mengumpulkan 40% dr materi yg berubah jd eter di udara. Artinya, jika itu kursi dipindah dr jakarta ke bali,baru kaki2 kursi yg terbentuk di bali,sisanya berantakan di udara ga terhimpun sepanjang p.jawa. Tapi ini udah bisa,bhw kita manusia yg materi amat mungkin dirubah jd eter lalu ditujuan,kita satukan lg tanpa kehilangan sehelai bulupun. Ini menggunakan alat pemecah partikel.
5 hours ago via mobile · Like · 1

AS: teori ratu balqis itu sebenarnya hanyalah kiasan WA.

untuk merubah materi menjadi energi dan konversi menjadi materi, ini sudah lama sekali ada. dan saat ini pun di sederhanakan kembali.
tapi, kalli ini bahasannya tentang prediksi fenomena alam dan berbeda pembahasan tentang perubahan materi tersebut.
5 hours ago · Like

WA: Jika saya tahu masa depan,saya yakin saya hanya akan jadi 2 hal ini saja : manusia egois atau manusia pencemas. Saya akan gila di penghujung kesimpulan saya,krn saya akan bertindak atas apa yg saya suka dan kawatirkan saja,krn saya mengetahui suatu hal,lalu saya pasti akan merubah atau menghindari. Sementara ga ada yg tahu pasti tindakan itu lbh baik atau lbh buruk.
5 hours ago via mobile · Like

AS: so, terjadilah dengan apa yang kau pikirkan :p

jadi teringat pembahasan kita ketika hujan di tempat ku :p
5 hours ago · Like

WA: Ga tahu kiasan atau tidak,tapi itu teori menarik dan lbh menarik ada ilmuwan yg mampu menciptakan alat pemecah partikel walau blm dapat digunakan. Ini menjawab pemikiranku soal sulap. Ktk tipuan mata ada, tipuan materi kenapa tidak? 'tipuan' yg jangan disebut rekayasa.

kembali ke fenomena alam, di inggris aku baca kemarin ada alat yg mampu mendeteksi sebuah kejahatan akan terjadi di suatu tempat. Alat ini mampu memprediksi suatu t4 akan terjadi kejahatan, alat ini mampu membaca kerja gejala di tempat itu dg : suhu tubuh orang2, vibrasi frekuensi gelombang materi di udara, dan mcm2. Kayak cenayang,tp ini ilmiah. Makanya aku selalu bilang, peramal yg baik 'alatnya' jgn disepelekan.
5 hours ago via mobile · Like

WA: kalau aku,sementara waktu msh berpegang pd teori rosicrucian tentang lautan vibrasi. Fikiran itu adl gelombang vibrasi. Yg terkuat menindih yg lemah, mempengaruhi,jadi dominan dan gel ini jd materi, menghasilkan tindakan. Org yg kuat fikiranlah yg menguasai tindakan yg tjd. Aku tahu teori ini benar. Tapi jika ada orang yg tiap saat meningkatkan vibrasinya u/ menguasai orang bnyk, dia akan lelah.
5 hours ago via mobile · Like

WA: akan gampang membiarkan dan menyeimbangkan. Biarin orang lakukan apa padamu,tp seimbangkan ktk tindakannya sampai pada kita. Kalu ia bertindak buruk, mampuslah dia. Krn keseimbangan itu adil.
5 hours ago via mobile · Like

AS: Aku ngga bilang kalau ngga bisa diprediksi kejadian akan datang. Kayak prediksi kejahatan itu, apa bisa diprediksi waktu yang paling tepat hingga jam dan menit ? Tentu tidak.

Mengenai penjelasan diatas juga, jelas bahwa itu memaparkan vibrasi akan terjadinya sebuah fenomena alam.

Belu pernah ada cenayang yang mampu memprediksi tepat hingga jam dan menit akan sebuah kejadian tanpa menggunakan bantuan tools.

Kayak yg di Inggris itu, juga menggunakan sebuah alat, yang merupakan akumulasi survey dari data2 kejahatan yang pernah ada. Sama seperti penjelasanku diatas tentang konstelasi, yaitu akumulasi data atas kejadian yang pernah terjadi sebelumnya.
5 hours ago via mobile · Like

AS: Mengenai hukum keseimbangan, nanti kita bahas di thread baru. Karena aku menyangsikan teori keseimbangan. Aku lebih mengarah ke chaos-harmony. Bagiku keseimbangan adalah bagian daripada dogmatisme.