8 Apr 2012

Di Manakah Tuhan?

Ketika bencana menimpa tiba-tiba, tanpa diduga, tanpa diharapkan, bahkan tanpa terpikirkan sama sekali, dimanakah Tuhan?
Pertanyaan “Di manakah Tuhan ketika bencana menimpa?” bukan hanya datang akhir-akhir ini saja. Di setiap kebudayaan, setiap masa kehidupan manusia, pertanyaan itu selalu hadir tepat saat bencana datang. Di manakah Tuhan? Mengapa harus saya yang menanggung bencana ini, Tuhan? Apakah Tuhan ada?
Ketika setengah juta orang Aceh tersapu badai tsunami, di manakah Tuhan? Ketika ribuan orang Yogyakarta mati tertimpa reruntuhan rumah mereka sendiri saat gempa bumi terjadi, di manakah Tuhan?
Tidakkah saya sudah berbakti kepada Tuhan? Tidakkah saya sudah membayar sedekah? Tidakkah zakat fitrah dan segala utang saya kepada fakir miskin yang sudah diwajibkan oleh Tuhan telah saya bayar dengan sempurna?
Tapi di manakah Tuhan? Di manakah Tuhan yang saya sembah? Di manakah Tuhan yang saya percayai?
Jawaban yang paling mendekati kebenaran mungkin hanya bisa diberikan oleh Nabi Ayub. Ayub adalah seorang yang sangat taat beribadah, dan menerima segala berkat dari Tuhan. Tapi setan datang ke hadapan Tuhan dan meminta izin untuk mendatangkan segala bala itu. Apabila Ayub bisa tergoda dan mengutuk Tuhan, maka menanglah setan, begitulah perjanjiannya. Dan karena Ayub adalah yang paling bertakwa di antara manusia di zamannya, maka berarti tak akan ada lagi makhluk berupa manusia di dunia yang bisa menyembah Tuhan dengan ikhlas dan pasrah, apa pun yang diterimanya.
Dan Tuhan mengizinkan. Sekali lagi saya tulis, Tuhan mengizinkan. Tuhan mengizinkan setan untuk mendatangkan segala bala bencana bagi Ayub, seorang manusia yang sangat bertakwa dan dicintai Tuhan. Tetapi, Tuhan apa itu yang mengizinkan bencana datang bagi umatnya?
Tuhan adalah Tuhan, dan dalam kitab suci dituliskan bahwa Tuhan 'mengizinkan' setan untuk mendatangkan bencana bagi Ayub. Hal ini bisa menjadi simbol bahwa bencana bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Dan tidak ada perbedaan antara umat Tuhan dan umat setan. Tuhan mengizinkan.
Maka runtuhlah segala harta kekayaan dan keluarga Ayub. Ribuan ternaknya habis. Anak-anaknya mati tertimpa bangunan tempat mereka berpesta. Ayub sendiri terserang penyakit kulit yang tak tersembuhkan. Dia gatal-gatal, sehingga dia menggaruk kulitnya sendiri sampai tinggal tulang, tetapi tidak mati.
Sebagaimana layaknya manusia beradab, berdatanganlah sahabat-sahabat Ayub untuk menengok dan menghiburnya. Seorang sahabat berusaha menghibur dengan mengingatkan Ayub akan dosa-dosanya. “Hmmm, tidak ada itu,” kata Ayub. Sahabat yang lain mencoba menghibur dengan satu dan lain cara. Semuanya memberikan pengertian-pengertian yang tak satu pun diterima oleh Ayub.
Pertanyaan asal tetap ada: “Mengapa harus saya, Tuhan?”
Dan Tuhan pun diam membisu, walaupun di langit antah-berantah komunikasi antara setan dan Tuhan tetap berlangsung. Begitulah yang terekam di kitab suci. Setan tertawa-tawa dan Tuhan tetap menjawabnya tanpa ekspresi.
“Wah, ternyata si Ayub masih bertahan,” kata setan. “Ternyata dia masih percaya pada-Mu, Tuhan, walaupun bencana menimpa.” Tuhan tetap diam tanpa ekspresi.
Dan itu berlangsung sampai Ayub ditinggal seorang diri. Duduk di bawah pohon kering kerontang di tengah padang pasir. Harta tidak lagi dia punya, sanak saudara juga tidak. Sahabat semuanya sudah bergiliran membesuknya. Tubuhnya yang penuh bisul bernanah membuatnya dipersonanongratakan, orang yang tak diinginkan. Tak ada yang mendekat, tak ada yang menghiraukan.
Kitab suci mencatat bahwa tidak ada malaikat yang datang menghibur Ayub. Tidak ada keajaiban apa pun selain hal-hal biasa yang pasti terjadi ketika seorang kaya raya yang penuh berkat tertimpa malapetaka sehingga miskin papa.
Setelah semuanya meninggalkannya, orang saleh yang bertakwa itu mulai menumpahkan segala keluh-kesahnya ke hadapan Tuhan. Nah, ternyata tidak kebal juga dia. Memang bukan kutukan terhadap nama Tuhan, tetapi keluh-kesah. Komplain. “Mengapa harus saya, Tuhan?”
Dan Ayub mendasarkan keluh-kesahnya atas kebenaran yang ada di dirinya. Atas segala baktinya terhadap Tuhan maupun sesama. Mengapa semua itu tidak dihitung oleh Tuhan? Mengapa Tuhan mengizinkan segala bencana datang terhadap orang yang paling bertakwa? Apakah Tuhan kekurangan orang zalim sebagai sasaran bencana? Dan... mengapa setan bisa memperoleh audiensi di hadapan Tuhan, sedangkan ia harus menjadi taruhan tentang kesanggupan bertahan ketika bencana datang?
Tuhan tetap diam.
Kitab suci hanya menuliskan bahwa semua baru berakhir ketika Ayub menyadari bahwa segala kebenaran dan baktinya itu ternyata tidak berarti apa-apa. Tuhan adalah Tuhan. Dia akan melakukan apa yang Dia inginkan.
Tidak ada yang namanya ritual menyogok Tuhan dengan ibadah dan amal jariah. Semua kembali kepada Tuhan. Apa yang ingin Tuhan lakukan, itulah yang dilakukan-Nya. Segala kebenaran manusia yang dipupuk melalui amal ibadah tidak menjadi hitungan.
Ketika hal itu disadarinya, barulah Ayub tersedu-sedu. Ayub menangis dan melaburkan segala abu serta pasir kering ke seluruh wajahnya. Dia minta ampun karena mencoba menilai Tuhan dengan perangkat manusia. Kriteria manusia ternyata tidak berlaku.
Tak banyak yang tertulis di kitab suci setelah episode itu selain bahwa Ayub akhirnya sembuh dari penyakit kudisnya dan memperoleh kembali dua kali lipat dari segala harta benda yang pernah dimilikinya.
Hanya itu.

(Leonardo Rimba, Pelangiku Warna Ungu, Penerbit Dolphin, 2012)

7 Apr 2012

kelenjar pineal


Selama seribu tahun, kelenjar pineal dikenal sebagai penghubung tubuh manusia dengan alam pikiran yang lebih dalam atau sebuah jendela untuk memasuki dimensi lain. Namun konsep seperti ini telah memudar seiring dengan berjalannya waktu. Ilmu pengetahuan mulai menaruh perhatian padanya dalam upaya untuk memahami fungsi terpendam dari “mata yang tersembunyi”. Sebutan istilah “kelenjar pineal” menciptakan aura yang gaib. Ahli filsafat, fisiologi, fisika, ilmu pengetahuan alam dan matematika Perancis yang terkenal, Rene Descartes (1596 – 1650) menyebutnya “pusat dari jiwa.” Yang lain mempercayai inilah Pusat yang membawa “kode kehidupan” dan menyampaikan berbagai pesan ke tubuh. Penelitian akademik baru baru ini telah menemukan bahwa kelenjar pineal berisi sel-sel peka cahaya yang berfungsi seperti sel-sel retina mata, yang membuktikan kebenaran bahwa kelenjar pineal dapat “melihat.” Kemudian, dikenal juga sebagai “mata ketiga.” Penelitian modern pada produksi melatonin oleh kelenjar pineal telah membongkar sedikit misteri kelenjar pineal. Kelenjar Pineal dan Melatonin. Kelenjar pineal itu organ berbentuk kerucut yang rata, sebesar kacang polong terletak di pusat otak tengah. Mencapai ukuran terbesar selama masa kanak-kanak, tetapi mengeras dan menyusut dengan bertambahnya usia. Produksi melatonin oleh kelenjar pineal ditentukan oleh jumlah cahaya yang diterima, karena kelenjar memainkan peranan jam tubuh, disebabkan oleh kepekaannya terhadap cahaya dan pengaturan siklus tidur-bangun. Selama tidur malam, tingkat melatonin dalam tubuh naik, mencapai puncak antara jam 11 malam dan jam 2 pagi, dan kemudian turun secara dramatis saat hari menjelang fajar. Produksi melatonin berhubungan dengan umur, meningkat pada tiga bulan setelah lahir, memuncak pada usia enam tahun, dan mulai merosot setelah masa puber. Pengaruh Melatonin pada Tubuh Manusia Melatonin memiliki susunan kimia yang sederhana, tetapi memainkan peran yang penting dalam fungsi-fungsi tubuh, mengawasi kerja berbagi kelenjar dan organ, dan mengatur produksi hormon. Juga mengendalikan kelebihan rangsangan syaraf simpatik pada tekanan darah bawah dan memperlambat kecepatan jantung, sehingga mengurangi dampak pada jantung. Juga mengurangi ketegangan jiwa, memperbaiki tidur, mengatur jam biologis tubuh, menghilangkan pengaruh dari perbedaan jam tidur, memperkuat kekebalan, meningkatkan daya tahan tubuh terhadap kuman dan virus, dan mencegah kanker dan pikun. Produksi Melatonin berbanding terbalik dengan produksi serotonin, zat kimia yang menarik pembuluh darah dan bertindak sebagai pemancar syaraf. Pikiran paling aktif selama siang hari,saat berkelana secara liar dan kacau, menyebabkan peningkatan jumlah serotonin yang diperlukan oleh sel-sel syaraf. Selama malam hari atau meditasi, saat pikiran kurang aktif, serotonin berkurang dan lebih banyak melatonin diproduksi, dan situasinya berubah. Bagaimanapun, saat mata merasakan cahaya, produksi melatonin turun. Inilah mengapa para pekerja malam dan mereka yang tidur dengan lampu menyala memiliki kekebalan lebih rendah terhadap penyakit dan kecenderungan mengembangkan penyakit kanker lebih tinggi daripada yang lain. Dua penelitian di Amerika telah menunjukkan bahwa cahaya terang pada malam hari mengurangi produksi melatonin dan menyebabkan pengeluaran hormon estrogen pada perempuan, yang akan meningkatkan timbulnya kanker payudara di antara para perempuan pekerja malam. Penelitian pada bayi yang meninggal karena sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) menemukan bahwa bayi-bayi yang kelenjar pinealnya kurang berkembang, sehingga menurunkan tingkat melatonin dan melemahkan kemampuan otaknya menangani radikal bebas (molekul-molekul dengan electron tanpa pasangan), sehingga membuat otak mudah di serang kerusakan radikal bebas. Penelitian lain pada anak-anak dan orang dewasa pengidap kesedihan tanpa alasan menunjukkan bahwa tingkat melatonin pasien penyakit jiwa lebih rendah daripada orang yang sehat. Asal Melatonin. Melatonin ada dalam jumlah kecil dalam banyak jenis tanaman, termasuk gandum, jagung manis, beras, jahe, tomat, pisang dan jali-jali. Asupan makanan lain seperti rumput laut, kacang kedelai, biji labu kuning, biji semangka, kacang almond, kacang-kacangan, ragi, susu bubuk campur ragi, kecambah gandum dan susu membantu meningkatkan produksi melatonin tubuh. Asupan makanan yang rendah menjamin tingkat melatonin normal. Penelitian menunjukkan bahwa tikus tua yang diberi lebih sedikit makanan memiliki kelenjar pineal yang sehat seperti tikus muda, dan dapat mengatur produksi melatonin. Tingkat melatonin mereka 80 persen dari yang di temukan pada tikus muda, dibandingkan dengan 40 persen pada tikus tua yang tidak dibatasi makanannya. Pineal body adalah suatu jaringan kelenjar kecil yang terletak di bagian pusat kepala, yang tidak hanya mampu merasakan adanya cahaya dari luar layaknya sa-ma seperti sepasang mata kita, tetapi strukturnya juga sama dengan mata pada umumnya tetapi dia jauh lebih sederhana. Kelenjar Pineal melaksanakan sejumlah besar fungsi-fungsi jasmani yang penting, seperti pengembangan seksual, metabolisme dan menghasilkan Melatonin. Namun para ilmuwan telah menemukan banyak keistimewaan yang ada di dalam kelenjar pineal yang tidak dapat dijelaskan secara sederhana, karena organ ini memiliki struktur yang unik, ilmuwan telah menyimpulkan bahwa ia telah memerankan beberapa fungsi yang tak dapat diketahui sampai sekarang ini. Ilmu pengobatan modern telah menyatakan bahwa kelenjar yang terletak jauh di bagian dalam pusat otak ini terdiri dari sel-sel yang peka cahaya (photoreceptor cells). Namun pendapat utamanya menyebutkan bahwa keistimewaan ini hanya dapat menguraikan beberapa kemampuan terpendam yang ada pada masa-masa awal evolusi kita Menurut pemahaman teori evolusi dari ilmu pengetahuan tentang pineal body, organ ini dulunya merupakan suatu sistem serabut saraf yang tidak teratur, yang terletak di bagian luar permukaan tengkorak kepala, khusus untuk menangkap perubahan-perubahan cahaya dan sebagai sarana penunjang bagi tuannya agar dapat melarikan diri bila diserang pemangsa. Pemahaman seperti ini memperlihatkan bahwa kelenjar pineal melaksanakan fungsi-fungsi yang sama seperti sepasang mata, hanya saja perbedaannya keberadaannya yang secara aneh menjadi terdesak mundur sampai di bagian dalam tengkorak kepala. Suatu hipotesa terbaru yang diusulkan David Klein sebagai kepala bidang saraf Endokrin (Neuroendocrinology) pada Lembaga Nasional Pengembangan Kesehatan Anak dan Orang (National Institute of Child Health and Human Development (NICHD)), menyatakan bahwa retina primitif telah terlatih untuk merangkap pekerjaannya, apakah itu untuk menangkap gambar atau untuk menghasilkan Melatonin. Ia percaya bahwa seiring dengan berjalannya waktu, fungsi ini akhirnya telah berpindah tempat ke kelenjar Pineal, suatu organ yang mandiri, sedangkan degenerasi dari retina sebagai penghasil melatonin pada mamalia (binatang menyusui) dapat tetap ada tanpa suatu penjelasan yang masuk akal. Namun sekarang kelenjar Pineal dikenal sebagai suatu yang baik karena mengeluarkan Endogin, dan tentu saja masih terdiri dari sejumlah sel peka cahaya yang penting, ini adalah suatu proses jasmani yang dikenal secara ilmiah. Yang mengejutkan adalah apabila sepasang mata ini dipindahkan, dan pada jalur anatomi di bagian depan dari kelenjar ini bila dihadapkan secara langsung ke cahaya, organ ini tetap dapat merespon serta memberikan rangsangan-rangsangan dengan cara yang sama seperti sepasang mata. Fakta ini telah menyebabkan beberapa para peneliti mempertimbangkan apakah kelenjar Pineal bukan hanya lebih dari sekedar mata yang mengalami degenerasi. Apakah masih banyak proses dalam otak yang belum dapat dimengerti, yang masih tertinggal dalam ruang dari sel-sel yang berbentuk kerucut kecil yang ada dalam kelenjar pineal ini? Suatu jendela menuju kesadaran yang lebih tinggi Dr. Sergio Felipe de Oliveira, Msc. dari fakultas medis Universitas Sao Paulo dan direktur Klinik Otak Pineal (Pineal Mind Clinic), mengatakan bahwa meningkatnya aktivitas Pineal secara intim berkaitan dengan akti-vitas jasmani seperti penampakan atau meditasi. Selanjutnya, disamping berbagai fungsi Endogin dari kelenjar pineal (pengendalian hypothalamus, bioritmik dan perlindungan terhadap radikal bebas) juga bertanggung jawab untuk memancarkan N, N-dimethyltryptamine (DMT), yang dikenal oleh beberapa orang sebagai “molekul dari roh”. Pembebasan dari molekul ini dianggap sebagai halusinasi yang berasal dari pancaran saraf (hallucinogenic neu-rotransmitter) yang akan meningkat pada waktu tidur, meditasi dalam suatu keadaan tertentu, pengalaman selama menjelang kematian, begitu juga dengan suatu proses seperti membayangkan perencanaan pembangunan pabrik-pabrik. Orang-orang yang skeptis meragukan perihal kesadaran yang lebih tinggi untuk memasuki taraf dimensi lain, mereka lebih percaya bahwa pengalaman seperti itu adalah fenomena yang dipengaruhi oleh pengaruhi kimia tertentu pada otak. Tetapi mereka kesulitan menjelaskan hubungan antara pembebasan DMT (yang mengakibatkan terjadinya gambar di pineal) dengan pengalaman-pengalaman mendekati kematian. Seperti yang diketahui oleh Dr. Rick Strassman, yang sudah menyelenggarakan studi-studi secara menyeluruh dan mendalam terhadap efek DMT pada manusia, riset semacam ini diharapkan mulai dapat mengetahui lebih dekat lagi mengenai kelenjar pineal yang tidak lebih dari sekedar mata yang mengalami degenerasi, yang berpindah tempat untuk menghasilkan hormon-hormon, tetapi sebagai sebuah jendela bawaan lahir untuk melihat keberadaan ruang-ruang lain. Pandangan dari kelenjar pineal ini bukanlah sesuatu yang baru. Hal tersebut sebenarnya telah mewakili cakra keenam dari ajna, seperti yang dibicarakan dalam tradisi Vedic (tradisi India kuno yang ada pada kitab Veda yang ditulis dalam bahasa Sansekerta (bahasa India kuno)), jendela dari Brahma yang dikenal dalam agama Hindu, Mata Surga (Mata Ketiga) dalam istilah Tiongkok kuno, tempat istana Niwan seperti yang dikenal oleh pengikut Dao (baca Tao) atau “tempat bersemayamnya jiwa” menurut Descartes. Ikan air tawar Meksiko memiliki dua bentuk berbeda: satu yang memiliki mata - tinggal di perairan dangkal dan satu lagi - tanpa mata yang hanya hidup di gua-gua. Ikan Tetra meksiko tanpa mata dilengkapi sebuah optik primordium - cikal bakal mata - selama berbentuk embrio. Namun hal tersebut mengalami degenerasi dan dengan cepat ditumbuhi kulit setelah menjadi larva. Awalnya ikan tersebut diperkirakan tidak dapat mendeteksi cahaya, akan tetapi sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Biology oleh Universtas Maryland menemukan hal yang berbeda. Selama mata ikan itu tidak berfungsi, para peneliti menemukan bahwa ikan tersebut dapat mendeteksi cahaya lewat kelenjar pinael, sebuah kelenjar endokrin yang berbentuk biji pinus dekat otak pusat. Meskipun mata ikan itu terpendam lebih dalam oleh daging, ikan ini tetap dapat mendeteksi cahaya. Organ sensor ini dikenal sebagai pinael atau "mata ketiga" pada hewan-hewan vertebrata. Ikan Gua dari dua populasi, Pachon - Tinaja serta ikan air dangkal yang digunakan dalam penelitian tersebut. Selama eksperimen, antara larva ikan air dangkal dan ikan gua dipancari cahaya dalam bilik plastik dalam tiga menit. Kemudian para peneliti, menunggui bilik-bilik itu dan menghitung jumlah ikan-ikan yang naik ke permukaan. Respon bayangan ini merupakan suatu langkah yang dapat membantu larva-larva muda terhindar dari pemangsa dengan bersembunyi di bawah objek terapung pada permukaan air. Menariknya, pada 1,5 hari hari setelah fertilisasi, 60 - 70 persen dari kedua jenis ikan gua ini menunjukkan adanya respon bayangan, sementara hanya 50 persen ikan air dangkal yang melakukannya. Eksperimen ini diulang sehari sekali selama tujuh hari. Ikan gua Tinaja tetap lebih memperlihatkan adanya respon bayangan dibandingkan ikan air dangkal dalam seluruh eksperimen. Penemuan ini menunjukkan kemampuan kepekaan terhadap cahaya antara ikan gua dan ikan air dangkal. Untuk menentukan larva ikan mana yang peka terhadap bayangan, para peneliti memindahkan ikan berkelenjar pineal atau salah satu atau kedua ikan bermata itu dan mengulagi eksperimen. Ikan air dangkal dan ikan gua yang dipindahkan memperlihatkan perilaku serupa seperti sebelumnya, namun diantara ikan dengan kelenjar pineal yang mereka pindahkan hanya 10 persen yang tetap memiliki respon bayangan. Para peneliti menyimpulkan bahwa kelenjar pineal sangat peka terhadap respon bayangan, dan bukan hanya kelenjar pineal yang peka terhadap cahaya, akan tetapi juga karena adanya hubungan saraf antara kelenjar pineal dan sistem motorik. http://geniusactivation.com/index.php?option=com_content&view=article&id=72%3Akelenjar-pineal&catid=31%3Aartikel&Itemid=67

cinta


'mencintai' memang aneh, repot tapi suka.
Like · · Unfollow Post · Yesterday at 11:10am via mobile

Kristina Natazia, Sony Sanjaya, Rudi Cool and 13 others like this.
Mosshie Prabu: habis uenaaak seh......qiqiqiqiqi
Yesterday at 11:12am · Like
Agus S Agristha: Salah satu keanehan sifat manusia ialah, kadang suka menyusahkan diri, kadang senang menderitakan diri. Jadi manusia unik, misterius.
Yesterday at 11:16am via mobile · Like · 3
Suluk Pencerah Hati: makhluk paling ghoib adl manusia
Yesterday at 11:33am · Like
Ni Nengah Hardiani: Yg penting suka.
Yesterday at 11:36am via mobile · Like
Sanja Suddha Kumara: Enak mana, mencintai or dicintai ???
Yesterday at 2:48pm via mobile · Like
Ni Nengah Hardiani: ‎@sanja: sama saja.
Yesterday at 3:56pm via mobile · Like
Romi Rajawali Dari Pura: Sumber dari kegelisahan adalah sifat manusia yg selalu ingin memiliki.....
Yesterday at 5:28pm via mobile · Like
Rudi Cool: statusnya ok :)
Yesterday at 6:15pm · Like
Supriyono Wpn: oh cinta,...permainan rasa yg buat putar-putar
Yesterday at 6:31pm · Like · 1
Viitra Erwin: hmmm mbok ngah lagi jth cinta ne??? hehe pisss

6 Apr 2012

transfer energi vs. transfer duit

Aku kurang mengerti mengenai transfer energi, kalau transfer duit, ngerti. Btw, duit itu salah satu manifestasi energi juga, kan?
Like · · Unfollow Post · 18 hours ago via mobile

Adi Jala Sutra, Djoko Ndundut, Agus S Agristha and 9 others like this.
Ceria Indah: contohnya transfer energy listrik dari pembangkit listriknya pln ke rumah2 kita semua. =)
18 hours ago via mobile · Like
Manghatha Aharnish: Oh pasti duit memang energi kok :)
17 hours ago · Like
Ni Nengah Hardiani: Itu, maksudku, transfer energi ala dukun.
17 hours ago via mobile · Like · 1
Manghatha Aharnish: Harus Nengah , sang dukun memberi energi 'kesembuhan' , pasien mengganti energinya dengan duit :))
17 hours ago · Like
Ni Nengah Hardiani: Nah, itu masalahnya, kadang2 sang 'dukun' mengaku sudah kirim energi, tapi aku ngga merasakannya.
17 hours ago via mobile · Like · 1
Ni Nengah Hardiani: Tapi aku bisa merasakan perhatian atau empati yg tulus dari orang, entah dukun atau bukan, dan berterima kasih untuk itu.
17 hours ago via mobile · Like
Manghatha Aharnish: Anggap aja dukunya Tulus Ikhlas :)
17 hours ago · Like
Budi Akil: duit sebgian dari alat egergi.
17 hours ago via mobile · Like · 1
Ceria Indah: wah kalau itu udah pernah aku rasakan sendiri. Seorang temanku yang baru belajar ilmu penyembuhan memamerkan ilmunya dgn jalan menyalurkan hawa panas yang keluar dari telapak tangannya ke punggungku. Benar2 terasa hawa panasnya. Hal itu terjadi lebih dari 10 tahun yang lalu. Udah lama ngga jumpa lagi dgn dia. Mungkin ilmunya udah jauh lebih mahir sekarang. Dan mungkin sudah banyak orang yang dihealing olehnya.
17 hours ago via mobile · Like
Ni Nengah Hardiani: Pernah diterapi oleh dukun senior di bali, dia bilang sudah transfer energi, jarak dekat aku duduk sekitar 1,5 m di depan dia, tapi aku ngga merasa. Jadinya kepalaku dipijit2 betulan seperti pijat waktu creambath, baru terasa.
17 hours ago via mobile · Like
Dukun Cell: yg penting doa nya aja semua kan pake syareat....
17 hours ago via mobile · Like
Carricks Carr: melakukan hubungan suami istri itu jg bs d sebut transfer energi lho..
15 hours ago via mobile · Like
Ni Nengah Hardiani: Energi dari pihak wanita sangat berpengaruh pada pasangannya.
15 hours ago via mobile · Like
Ceria Indah: energy amarah juga sangat mudah ditransferkan ke orang lain. =)
15 hours ago · Like
Ni Nengah Hardiani: Kalau ngga mau kena pengaruh energinya, jangan dekat2.
14 hours ago via mobile · Like
Edo Hoki: Trasfer energi itu seperti bagi pulsa,, pulsa dia nambah tapi pulsa kita habis... lemeeeesss deh.
Mendingin kirim2 doa sajalah berpahala.xixixi
14 hours ago via mobile · Like
Ni Nengah Hardiani: Kalau dikirimi energi marah, jangan mau diterima.
14 hours ago via mobile · Like
Ceria Indah: energy amarah dapat ditransferkan ke banyak orang sekaligus, dan orang yang mentransferkan energy amarah tidak akan kehabisan energy. energy pengirim tetap sama apakah itu ditransferkan ke 1 orang ataupun ke 100000000000000 orang. =)
14 hours ago · Like
Ni Nengah Hardiani: Doa dari orang 'jelek' ngga ngefek, komat-kamit di mulut aja, omong kosong.
14 hours ago via mobile · Like
Ceria Indah: bagaimana doanya bisa terkabul, kalau dari mulut yang sama juga keluar umpatan dan kata2 kotor?

Agar doanya terkabul, maka sumber doanya juga harus suci. Bagaimana bisa mulut yang sama yang digunakan untuk memaki orang yang boleh juga digunakan untuk memuja Tuhan?
Bagaimana bisa pikiran yang biasa digunakan untuk memikirkan hal2 yang kotor, boleh berhasil juga bila digunakan untuk memikirkan Tuhan?

Agar doa kita bisa cepat terkabul, kita mesti mulai dulu menyucikan pikiran dan mulut kita. =)
14 hours ago · Like · 1
Ni Nengah Hardiani: Energi kemarahan bisa saja dikirimkan, tapi keputusan ada di tangan kita, mau diterima atau tidak.
14 hours ago via mobile · Like
Ni Nengah Hardiani: Seperti halnya dikirimi uang, masuk ke rekening kita, bisa aja kita tidak menerimanya, ngga digunakan uang itu. Atau dikirimi makanan ke rumah, makanan sampai, tapi terserah kita mau menerima/makan, atau tidak, sehingga makanan itu basi.
14 hours ago via mobile · Like
Ceria Indah: masalahnya rakyat negeri kita banyak yang mudah sekali dipengaruhi oleh energy amarah. Apalagi sejak otonomi daerah dan adanya pilkada. suku 1 dar suku lain sering bentrok dan grup 1 dan grup lain sering bentrok, juga murid2 sekalah yang 1 dengan sekolah yang lain. ='(

Sedih...sedih...dan malu dengan kondisi ini. ='(

='( ='(

='(
14 hours ago · Like
Ni Nengah Hardiani: Bagaimanapun juga kemarahan adalah bentuk energi. Yg sedang aku pelajari dan praktekkan adalah mengolahnya sehingga tidak menjadi destruktif, tapi konstruktif.
14 hours ago via mobile · Like
Agus S Agristha: Harga patokan terendah energi akan dinaikan oleh DPR & Pemerintah, siap2

pasrah

Ikhlas dan pasrah, mengikhlaskan yg sudah lewat dan pasrah dgn yg akan terjadi.
Like · · Share · Yesterday at 9:07am via mobile

Kra Katau, Agus Wira, Agus Pratama and 21 others like this.
Muh Nurdin: pasrah yg akan terjadi ?
Yesterday at 9:16am · Like
Ni Nengah Hardiani: Tdk khawatir berlebihan pd hal yg blm tentu terjadi.
Yesterday at 9:35am · Like · 2
Muh Nurdin: oh !
Yesterday at 9:39am · Like
Agus Wijayanto: apa itu sebuah ketulusan hati..? atau sebuah bukti kekalahan..? atau menjalani hidup ini seperti itu, seperti ...AIR MENGALIR...salam
Yesterday at 9:55am · Like
Ni Nengah Hardiani: Tergantung situasi, situasi menuntut jadi batu maka jadilah batu karang atau atau mesti mengalir, jadilah air. Orang hidup: lentur/flexible, orang mati: kaku.
Yesterday at 10:02am · Like
Agus Wijayanto: sippp...!!!! Tapi jangan lupa ada satu : BILA HIDUP JADI KAKU......hehehe...
Yesterday at 10:04am · Like
Ni Nengah Hardiani: Yg itu sebaiknya bisa agak dikontrol.
Yesterday at 10:11am · Like
Agus Wijayanto: alaminya sih seperti...... itu..... bukan rekayasa....., dan yang jelas harus dan pasti ....."diKON....TROL" karena memang kadang agak liar...:."HIDUPnya.."
Yesterday at 10:16am · Like
Ni Nengah Hardiani: Yg penting sadar bahwa dia memang bisa liar hidupnya, dan ada konsekwensi/akibat dari tiap tindakan/peristiwa.
Yesterday at 10:24am · Like
Rudi Cool: ini kesadaran tingkat tinggi
20 hours ago · Like
Ni Nengah Hardiani: Aku agak takut dgn ketinggian.

Anda Bisa Pakai Cara Itu Terus Untuk Meditasi

by Leonardo Rimba on Thursday, April 5, 2012 at 11:33am ·

Untuk teman-teman yg curious tentang lagu-lagu meditasi yg saya gunakan di jaman dahulu kala, maka bisa saya beritahukan bahwa salah satunya, berjudul "Andai Ku Tahu", dari jenis dugem. It's very enak to meditate with this lagu after not sleeping for seven days in a row. Oh (dukun in the making)



Don't see the kata-kata, but feel the getarzzz which is to menggoyang you punya cakra sex, and that can lead directly to cakra mata ketiga. Oh (masuk lewat lobang bawah)



The trick is to be ikhlas and pasrah when you punya cakra sex digoyang dengan sempurna. When you are ikhlas and pasrah, maka you punya cakra mata ketiga akan makin besar and terbuka lobangnya. Oh (terbuka atas bawah)



Both cakra mata ketiga and cakra sex adalah sumber kreatifitas. Yg satu kreatifitas dalam membuat anak (and its variations, including main burung only), and yg satu lagi kreatifitas dalam membuat inovasi. Oh (play and work)



Atas bawah, kiri kanan, depan belakang, maju mundur, including maju kena mundur kena. Semuanya bertemu di cakra mata ketiga, makanya kita bisa diam saja, dan mengamati. Tanpa perlu jatuh ke dalam salah kaprah bahwa kalau meditasi kita harus benar-benar diam seperti patung Buddha, or patung Yesus, or patung Dewi Kuan Im, or patung Bunda Maria. Meditasi mata ketiga is about frekwensi gelombang otak. Ketika gelombang otak anda turun mencapai level Alpha, Theta dan bahkan Delta, maka anda sudah meditasi, walaupun tidak dalam posisi seperti patung. Oh (patung-patung disalahin)



Untuk anda yg belum pernah, caranya mudah. Duduk tegak (untuk pemula harus tegak juga), wajah tegak (don't menunduk), mata anda diarahkan melihat ke atas. Lalu tutup kelopak mata anda perlahan-lahan, sampai hampir tertutup. But, don't tutup seluruhnya. Sisakan sedikit saja untuk mengintip malaikat. Napaslah biasa saja, and jangan pindahkan itu posisi mata anda yg sudah sempurna. Lakukan selama lima menit saja, dan anda sudah akan masuk gelombang otak Alpha. Anda teruskan 10 menit lagi, maka anda bisa masuk gelombang otak Theta. Gelombang otak anda makin lama makin turun. Dan anda sudah bermeditasi, walaupun tentu saja masih bisa mendengar suara. Oh (anda bukan patung)



Dengan kata lain, jangan ikuti petunjuk kuno untuk lihat ujung hidung. Anda bisa meditasi dengan mata setengah terpejam dan lihat ujung hidung. Tapi itu setelah gelombang otak anda turun. Untuk menurunkan gelombang otak anda, cara termudah dan tercepat adalah menggunakan bola mata anda untuk melihat ke arah atas, setidaknya melihat ke arah 20 derajat ke atas. Mata anda yg melihat ke arah atas dengan kelopak yg setengah terpejam akan menimbulkan gelombang otak meditasi. Tanpa perlu berusaha untuk mendiamkan isi pikiran anda, which is very difficult as well as not perlu. Cukup gelombang otak anda saja diturunkan, dan anda sudah meditasi. Very mudah. Oh (bisa langsung dicoba)





-



TANYA JAWAB





T = Malam, Mas Leo.



Saya membaca tulisan Mas Leo tentang cara meditasi mata ketiga, langsung saya praktekkan sebagai pemula. Saya duduk sila tegak, kepala lurus, pandangan mata ke atas sesuai petunjuk. Setelah beberapa detik saya mulai turunkan kelopak mata, tapi pandangan mata tetap ke atas, hanya terbuka sedikit.



Awal yg saya rasakan, kelopak mata bergerak berkedip cepat sekali, kemudian tiba-tiba pandangan membentuk seperti burung elang, setelah beberapa menit tubuh bagian bawah tidak berasa (seolah-olah tidak punya tubuh, hanya kepala saja). Beberapa saat kemudian saya tidak merasakan apapun, antara sadar dan tidur.



Saya dapat mendengar semuanya, tapi badan saya tidak bisa digerakkan, seperti tertidur pulas tapi sadar sesadar-sadarnya. Beberapa saat kemudian saya normal kembali. Ada banyak sekali kejadian yg tidak bisa saya ceritakan karena begitu normal, saya lupa. Hanya itu yg saya ingat.



Mohon petunjuk selanjutnya, terimakasih sebelumnya.



J = Anda bisa pakai cara itu terus untuk meditasi.

Oh (itulah mata ketiga anda)

by Leonardo Rimba on Tuesday, April 3, 2012 at 2:42pm ·

Dua hari lalu seseorang di Kupang, NTT, bernama Horacio mengirimkan sebuah SMS kepada saya, minta dibukakan mata ketiganya, dengan tambahan kata-kata bahwa dia Kristen. Sampai sekarang saya belum jawab, bingung mau mulai dari mana. Presumably ini pembaca buku saya Membuka Mata Ketiga. Cuma, kata-kata "saya Kristen" menghambat my jari-jari tangan untuk membalas.



Saya sedang malas untuk menerangkan bahwa Yesus pakai cakra mata ketiga juga. Ada perumpamaan tentang "mata tunggal" yg diucapkan Yesus. Ada di dalam injil. Nah, the mata tunggal is none other than mata ketiga, which is kelenjar pineal yg adanya di tengah batok kepala kita. Yesus meditasi di cakra mata ketiga. Prananya seabrek-abrek, makanya bisa pegang orang sakit, dan orang sakitnya langsung sembuh. Intuisinya kuat sekali, bisa langsung tahu apa yg mau diucapkan orang. Dan itu tidak aneh. Banyak dari kita juga seperti Yesus. Dan Yesus meditasi setiap malam, dengan doa yg diulang-ulang. Dengan kata lain, pakai mantra. Dengan cara memfokuskan kesadarannya di kepala.



Roh kudus adalah istilah yg dipakai di kekristenan; menurut saya ini adalah energi yg memancar keluar dari cakra mata ketiga. Perpaduan dari energi feminin dan energi maskulin. Bisa memunculkan manifestasi berupa penyembuhan fisik. Bisa penyembuhan emosional. Bisa memunculkan intuisi. Bisa memunculkan sinkronisitas, atau rangkaian kejadian sambung-menyambung sehingga apa yg diniatkan tercapai. Tidak ada yg aneh dengan gerakan kristen awal. Mereka mulai dengan meditasi di cakra mata ketiga selama 40 hari dan 40 malam non stop. Kita juga bisa seperti itu, kalau mau. Tetapi kalau non stop terlalu ekstrim, makanya kita meditasi rutin saja, tiap pagi dan tiap malam.



Kuncinya adalah menerima fakta bahwa kita cuma bisa hidup disini dan saat ini. Sadar disini dan saat ini saja. Selalu disini dan saat ini. Here and now. Ada yg perlu dilepaskan melalui metode ikhlas dan pasrah. Ikhlaskan masa lalu, dan pasrahkan masa depan. Akhirnya kita akan merasakan diam disini saja. Disini dan saat ini. Lalu rasakan saja kesadaran yg berada di kepala itu. Terkadang saya bilang, di titik antara kedua alis mata. - Dan orang kristen awal sudah menemukan itu. Di injil tertulis, para murid-murid Yesus semuanya punya tanda seperti lidah-lidah api di dahi mereka. Itu cakra mata ketiga yg terbuka, setelah meditasi non stop 40 hari dan 40 malam.



Tetapi orang Kristen sekarang sudah lupa cara meditasi. Sudah terlalu banyak ditakut-takuti. Sudah dijadikan domba perahan oleh oknum-oknum penjual agama. So, untuk anda yg berlatar-belakang Kristen dan masih takut-takut, silahkan saja coba sendiri. Baca sendiri itu injil, dari saat Paskah sampai Pentakosta. Pentakosta itu turunnya roh kudus, yg tidak lain dan tidak bukan adalah manifestasi terbukanya kundalini para murid Yesus. Setelah itu mereka banyak melakukan penyembuhan, hanya dengan menyentuh pakai tangan saja. Terkadang hanya dengan berbicara saja. So, itulah antara lain manfaat dari meditasi mata ketiga yg, tentu saja, tidak untuk dibaca thok, tetapi untuk dipraktekkan. Anda cuma bisa tahu kalau anda mempraktekkannya. Dan, for your info, ini tanpa agama. Meditasi mata ketiga tidak pakai agama, walaupun kalau anda mau tidak dilarang. Kenapa? Jawab: karena baik pakai agama ataupun tidak, meditasi mata ketiga akan memunculkan hasil yg kurang lebih sama, tergantung bakat dan bawaan orangnya. Yg juga berarti tidak ada yg perlu dipaksakan disini. Kalau meditasi rutin, maka akan ada hasilnya. Hasilnya seperti apa, ya lihat saja nanti. Oh (ikhlas dan pasrah)



Untuk yg masih pakai agama Kristen secara konvensional, anda bisa menggunakan doa Bapa Kami. Doa adalah mantera, digunakan berulang-ulang agar kita bisa fokuskan kesadaran di cakra mata ketiga. Gunakan saja doa itu kalau mau. Begini doanya (manteranya):



"Bapa kami yg ada di surga, dimuliakanlah namamu, datanglah kerajaanmu, jadilah kehendakmu di atas bumi seperti di dalam surga, berilah kami rejeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yg bersalah kepada kami, dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yg jahat, amin."



Beberapa hari lalu saya menulis note berjudul "Untuk Melihat Siwa, Anda Harus Menjadi Siwa". Itu untuk menjawab pertanyaan seorang teman dari Bali. Untuk menjawab pertanyaan teman yg mengaku Kristen, saya akan bilang: "Untuk menjadi Kristen, anda harus menjadi Yesus". Seperti Siwa, Yesus itu simbol. Simbol dari kesadaran anda sendiri saja. Buddha juga simbol. Makanya orang yg mengerti bisa menggabungkan simbol Siwa dan Buddha menjadi satu figur, namanya Siwa-Buddha. Kalau mau, anda juga bisa menggabungkan Siwa-Buddha dengan Yesus, dan menjadi simbol yg namanya Siwa-Buddha-Yesus. Dan, tentu saja, secara spiritual kita tahu bahwa itu bukan lelaki, melainkan lelaki dan perempuan. Siwa-Budha itu lelaki dan perempuan sekaligus. Kalau dijadikan Siwa-Buddha- Yesus, maka itu juga lelaki dan perempuan sekaligus. Mata ketiga tentang penggabungan energi maskulin dan feminin, lelaki dan perempuan, yg keduanya ada di tiap orang dari kita. Ketika digabungkan secara natural, tanpa dipaksakan, maka kita akan menjadi manusia yg lebih manusiawi. Oh (teori.. teori..)



Last but not least, untuk anda yg beragama Kristen dari aliran Katolik Roma, maka mata ketiga anda adalah yg anda sentuh pertama kali ketika anda membuat tanda salib. Anda akan mengucapkan "atas nama Bapa" sambil menyentuh dahi anda. Oh (itulah mata ketiga anda)